
Ceklek
Gray masuk kedalam ruangan nya " Sayang " panggil Gray namun Tidak ada jawaban
" Diman Anna " Gumam Gray yang langsung mencari keberadaan Anna
" Max, Cari Anna " Pinta Gray
" Baik Tuan " jawab Max
Gray mengeluarkan handphone nya lalu menelpon Handphone milik Anna
Drett... dretttt..
Gray berjalan ke arah kamar mandi dan langsung berlari ketika melihat Anna yang sudah terbaring di lantai
" Sayang, hei bangun " Gray menepuk-nepuk pipi Anna
" Sayang bangun " Gray langusng memangku Anna dan membawa nya ke rumah sakit dengan di Ikuti oleh Max
Para karyawan yang tadi nya sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing di kejutkan dengan Gray yang membawa Anna, Semua orang terlihat ikut panik
" Ada apa dengan Nona Anna?"
" Entah lah, mungkin Nona Anna pingsan "
" Kau benar "
" Mudah-mudahan Nona Anna baik-baik saja "
" Tuan Gray terlihat sangat begitu cemas pasti Tuan Gray sangat khawatir "
Begitulah kira-kira ucapan para karyawan yang melihat Gray begitu panik
Di rumah sakit Gray begitu cemas " Semoga kamu baik-baik saja sayang " Gumam Gray
" Tenang tuan, Nona pasti baik-baik saja "
" Kamu pikir aku hanya bisa diam saja ketika melihat wanita yang aku cintai sedang terbaring lemah di dalam sana " kesal Gray
Max langsung terdiam, sepertinya Max salah menenangkan Gray di saat seperti ini
Ceklek
Gray dan Max Langsung menghampiri Dokter yang keluar dari Ruangan UGD
" Dokter, Bagai mana dengan keadaan calon istri saya ?" tanya Gray
Dokter itu tersenyum " Selamat ya Tuan, Calon istri Anda sedang hamil saat ini, dan kandungan nya baru berusia empat Minggu "
" Max, kamu dengan itu" Gray memukul lengan Max karena bahagia tiada Tara
" Saya dengar Tuan " jawab Max
__ADS_1
" Lalu kenapa Calon istri saya bisa pingsan?" Tanya Gray " lalu apa saya sudah bisa melihat ke adaan Mereka?"
" Itu karena terlalu ke kelahan makanya Nona Anna terjatuh pingsan " Kata dokter " Jika Tuan ingin melihat keadaan Nona Anna, silahkan tapi jangan di ganggu terlalu berisik karena Nona Anna butuh istirahat yang cukup "
" Baik dokter, Terimakasih " Gray langusng masuk kedalam ruangan Anna, Gray melihat Anna yang masih tidur
" sayang, Terimakasih ya kamu sudah memberikan sesuatu yang berharga Untukku " Gray mencium punggung tangan Anna dengan lembut karena tidak ingin Anna terganggu
~ Di rumah Anna
Catlin dan juga Karan baru saja Samapi di rumah Anna " Bi, yang lain pada kemana?" Tanya Catlin
" Non Anna belum pulang sejak kemarin Non, Tapi Non Widia ada sedang berada di taman belakang " Jawab Bibi
Catlin mengangguk mengerti " Ok, Terimakasih ya Bi"
" Aku ke belakang dulu " Catlin mengangguk dan berjalan ke taman belakang
" Kak " Catlin melihat Widia yang sedang bersantai cantik dengan menggunakan masker di wajah nya
" Hm "
" Aduh amboy nya, Mentang-mentang sedang tidak ada tugas bisa bersantai ria " Ucap Catlin yang duduk di kursi
" Kapan lagi aku bisa bersantai, Mumpung Anna sedang sibuk pacaran jadi apa salah nya jika aku memanjakan diriku sendiri " jawab Widia
" Heum "
Karan Berjalan ke arah Widia dan juga Catlin " Bagai mana jika kita berenang sayang" Ajak Karan
Karan langusng membuka pakaian nya dan
Byurrr....
Karan berenang dengan sesuka hatinya " Turun lah sayang, Ini seger sekali " ucap Karan
Catlin pun langsung masuk kedalam kolam dengan menggunakan dalaman saja " Uh segar nya "
Catlin dan Karan berenang dengan sesuka hati mereka bahkan mereka Samapi bermain Air membuat Widia terasa terusik karena terkena cipratan air
" Kalian sungguh mengganggu hari libur ku " keluh Widia
" Hahaha, sini lah kak, Kita berenang bersama " Jaka Catlin
" Ogah, Mending aku melanjutkan Maskeran "
Karan berenang ke atau Catlin " sayang "
" Hmm"
" Bagai mana jika kita bermain di sini "
" jangan aneh-aneh, nanti kak Widia ngamuk ," Jawab Catlin sambil melihat Widia
__ADS_1
" kalo begitu ayo kita ke kamar, pisang ku sudah mulai ingin di lemas kan " Bisik Karan
Bola mata Catlin membulat mendengar ucapan Karan " Hm, baik lah ayo " ajak Catlin
Widia yang mendengar ucapan Catlin dan juga Karan hanya menggelengkan kepalanya " Dasar otak mesum " Gumam Widia ketika melihat Karan Dan catlin pergi ke kamar
Widia menutup mata nya namun tiba-tiba
FLASHBACK ON
" Ayo minum lagi, yang kalah harus membayar " ucap Widia
" Siapa takut "
Widia dan Max minum Samapi menghabiskan dua botol anggur merah
" Kau itu tampan tapi sayang wajah mu seperti triplek " Ucap Widia Terkekeh " aku pun tidak menjamin kalo dirimu jantan hahaha "
" Apa kau bilang, Aku tidak jantan!" kesal Max
Tanpa aba-aba Max langsung menahan tengkuk Widia
Widia yang awal nya menolak tapi lama ke laman Widia ikut menikmati sentuhan yang di berikan oleh Max
Dengan tergesa-gesa mereka membuka baju mereka sendiri dan.....
#Skip 🤠#
FLASHBACK OFF
Widia membuang masker wajah nya ke sembarang arah " Tidak, tidak mungkin " ucap Widia menggeleng kan kepalanya
" Itu tidak mungkin terjadi " Ingin menolak tapi memang itu yang terjadi di Anatar Max dan juga Widia, bahkan mereka melakukan nya sampai berkali-kali di ruang tv itu
" Kamu sudah gila Widia, kenapa kamu tidak menolak nya Bahakan kamu malah menikmati semua nya " Keluh Widia dengan memukul-mukul kepalanya
" Kamu kenapa?" tanya Max tiba-tiba
Tadi Max di suruh Gray untuk mengambil baju ganti untuk Anna, karena Anna akan menginap di rumah sakit beberapa hari, Namun ketika Samapi di rumah Anna, Max tidak menemukan siapapun dan pada akhirnya Max ke taman belakang melihat Widia yang seperti sedang prestasi
" Ini semau gara-gara kamu" ucap Widia
Max mengerutkan kening nya " Aku ?" tunjuk max ke dirinya sendiri
" Yah, andai saja selama kamu tidak mengajak ku untuk minum mungkin tidak akan ada yang terjadi di antar kita " kesal Widia
Max terkekeh " Lalu apa kamu menyesali nya, setelah apa yang sudah terjadi di antara kita?"
" Kamu pikir aku akan menerima nya hah!!! Samapi kapan pun aku tidak akan memaafkan mu " kesal Widia
" Jangan begitu, mulai sekarang kita harus akur karena siapa tahu saja kecebong milikku telah tumbuh di tubuhmu " ucap Max memastikan
" Itu semau tidak akan pernah terjadi, aku tidak akan membiarkan anak mu tumbuh di rahim ku " ucap Widia yang langsung meninggalkan Max
__ADS_1
Namun Max langsung meraih tangan Widia " Jangan harap kamu bisa membunuh calon Anak ku, jika semua itu terjadi jangan salah kan aku jika hidup mu tidak akan pernah tenang " Ancam Max
Mana mungkin Max dengan tega membuang darah daging nya sendiri, bahkan Jika Widia Samapi melakukan nya maka widia harus menerima resiko nya.