
Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba, Hari ini Adalah hari Sabtu pagi, Cahra sudah menyiapkan keperluan Anak dan suaminya selama dua hari
" Pih, ko belum ganti baju " kata Cahra dengan tangan ia kepal Agar tidak terlibat dirinya sedang gemetaran
Arnold yang di panggil langsung menoleh kerah sang istri ia langsung menaruh handphone nya ke dalam saku celana arena tadi Arnold sedang menelpon
" Iya sayang, ini baru mau " kata Arnold kaget
" Kalo begitu capat Pih, Jasmine sudah cemberut loh menunggu papih yang lama " kata Cahra
" Iya sayang " jawab Arnold
" Aku tunggu di bawah ya Pih, nanti langsung ke bawah jika sudah selesai " kata Cahra yang langsung meninggalkan kamar nya
Arnold. : Sudah aku katakan aku tidak bisa karena aku harus pergi ke rumah orang tua istriku
Tirani : aku gak mau tau Jika besok kamu harus temani putra mu jalan-jalan kalo tidak aku akan menemui nya dan aku sebarkan di media Jika dia telah merebut kebahagian putra ku
Arnold : terserah
Ternyata Arnold tadi sedang mengangkat telpon dari Tirani. Tadi Arnold sangat terkejut ketika Cahra masuk kedalam kamar, dengan refleks Arnold menaruh handphone nya ke dalam saku celana
Cahra memegang dadanya, ia tidak menyangka jika apa yang menjadi ke takutan nya telah terjadi. tadi ketika Cahra keluar dari kamar ia tidak langsung pergi melainkan Menyenderkan tubuhnya di dekat pintu untuk mendengarkan apa yang sedang di bicarakan oleh Arnold di balik telpon
Ketika Cahra masuk kedalam kamar, Cahra tidak sengaja melihat sang suami yang sedang menelpon makanya Chara mengeraskan suara nya agar Arnold sadar jika dirinya ada di dalam kamar itu
" Tuhan.. apa yang harus aku lakukan, Apa benar Jika pilih telah berselingkuh? " Gumam Cahra yang masih menyenderkan tubuhnya di dekat pintu dan langsung pergi ketika mendengar suara langkah Arnold
Di dalam Mobil Cahra duduk di samping Arnold sedangkan Jasmine di bangku belakang
Cahra terus menatap kearah luar dengan pandangan yang kosong, Ia terus saja memikirkan bagai mana nasib rumah tangga nya nanti, Cahra tidak sanggup Jika harus mengetahui kebenaran nya bukan hanya itu Cahra juga tidak sanggup jika Ia harus kehilangan Putri yang selama ini ia besarkan dengan penuh kasih sayang
Arnold yang melihat Cahra hanya diam saja ia langsung berinisiatif untuk bertanya
" Sayang, kamu kenapa? Kenapa ko terlihat lemas kaya gitu? " Tanya Arnold
Cahra tersenyum lalu melirik kearah Arnold
" Aku sedang PMS Pih, mungkin pengaruh hormon " elak Cahra sambil memaksakan untuk tersenyum
Arnold mengelus Kepala Cahra " oh aku pikir kenapa, Ada yang sakit tidak, kalo ada kita beli jamu yang biasa kamu minum dulu? " Tanya Arnold
__ADS_1
Arnold sangat tau betul dengan sang istri, Jika sedang PMS pasti Cahra meminta Arnold untuk membelikan Jamu pereda nyeri
Cahra tersenyum ia melihat Jasmine yang sedang tertidur lelap di belakang
" Aku baik-baik saja Pih " jawab Cahra
" Pih "
" Iya sayang "
" Pih, pernikahan kita sudah lima tahun, tapi kita masih belum di karunia Anak " lirih Cahra
" Sayang, sudah berapa kali Aku bilang padamu, aku tidak mempermasalahkan itu semua, yang penting kamu ada di sampingku pun aku sudah bahagia " jawab Arnold mengusap kepala sang istri
" Apa pipih tidak ingin memiliki Anak dari ku? " Tanya Cahra
" Bukan begitu sayang, lagian Kita sudah sering bahas ini bukan. Sudah jangan di bahas lagi " kata Arnold yang tidak ingin membahas Maslahat ini
" Heum baik lah, tapi awas saja Jika suatu saat nanti pipih ada wanita lain " ucap Tirani sambil bercanda
" Ngomong apa kamu ini, aman mungkin aku selingkuh di belakang mu " jawab Arnold
Cahra Langsung memalingkan wajah nya ke jendela
Arnold menyetir dengan hati tidak tenang, apa lagi Ucap nya Cahra yang tiba-tiba saja membicarakan wanita lain
" Apa Cahra tau tentang Tirani? Tapi kalo tau kenapa dia diam saja, ah tidak.. istriku pasti tidak mengetahui nya " batin Arnold meyakinkan hatinya
~ DESA CINTA
Mobil Arnold sudah masuk ke desa kampung halaman sang istri semua orang langsung berlari mengikuti Mobil Arnold mereka penasaran Mobil siapa yang telah masuk ke desa mereka
" Sayang, kenapa mereka menger mobil kita? " Tanya Arnold heran
Cahra tersenyum " Tidak ada apa-apa Pih, di sini memang seperti itu Jiak ada mobil bagus pasti mereka akan mengikuti mobil itu Samapi berhenti, jika mereka kenal mereka akan Meminta oleh-oleh " jawab Cahra
Arnold mengerutkan kening nya " lalu? Apa kamu juga dulu seperti itu sayang? "
Cahra mengangguk " iya, bahakan aku akan meminta oleh-oleh yang banyak untuk di bawa ke rumah hihihi "
Arnold Menggelengkan kepalanya
__ADS_1
" Makanya Kemarin aku beli oleh-oleh banyak, karena kebiasaan di kampung ini seperti itu, kalo tidak bawa oleh-oleh bisa-bisa Ban mobil papih kempes atau copot "
" Hah!!!" Arnold terkejut
" Apa kamu kemarin beli banyak Mih, Jagan sampai Ban mobil kita hilang atau kempes, bukan masalah harga nya tapi di sini pasti akan merepotkan Jiak ban mobil hilang " ucap Arnold
Desa Cahra memang terpencil bahkan Jika ingin pergi ke Kota harus menempuh waktu dua jam agar sampai di kota
" Hehehe... Tenang aja Pih gak usah tegang di lemessin aja " Cahra tersenyum " aku kemarin sudah membeli oleh-oleh banyak " kata Cahra
Arnold bisa bernapas lega " syukur deh, eh tapi, bagai mana mau di lemessin jika Surabi milikmu sedang ada selai strawberry nya "
Plak...
Cahra memukul lengan sang suami
" Min mau coba, Surabi selai Strawberry " kata Jasmine yang baru bangun dari tidur nya
Cahra dan Arnold saling pandang
" Hahaha.. kami hanya becanda sayang, mana ada makan itu di sini " kata Cahra
" Yah.. mine pikir ada " kata Jasmine yang lemas kemabli
Cahra dan Arnold terkekeh
" Makanya Pih, kalo ngomong itu agak di saring biar putri kita tidak ngambek " tegur Cahra
* Hehe iya maaf sayang " jawab Arnold menyesal
Arnold menepikan mobilnya di halaman rumah Ibu mertua nya
" Akhirnya samapi juga " kata Cahra
Jasmine melihat ke arah luar " Mih, apa ini rumah Nenek dan abah? " Tanya Jasmine
Pasalnya Ini pertama kali nya Jasmine ke rumah Nenek dan abah nya, dulu pernah ke sini namun masih usia satu tahun dan pasti sudah lupa
" Ayo turun " ajak Cahra
" Kecil sekali rumah nya Mih " lirih jasmine
__ADS_1
Jasmine melihat rumah Nenek nya yang kecil apa lagi rumah nya kaya di kartun anak kembar yang botak. .
" Rumah nenek kaya rumah Upin dan Ipin " kata Jasmine yang keluar dari mobil