
DI KANTOR
Arnold masuk keruangan Gray dengan membawa berkas yang harus di tanda tangani oleh Gray
'' Kak ''
'' heum.. '' Jawab Gray dingin dengan tatapan masih fokus dengan laptop nya
'' ini Ada berkas yang harus Kakak tanda tangani '' Ucap Arnold menaruh Berkas di meja kerja Gray
''heum.. '' Jawab Gray
'' Oh iya Bagai mana Baby Jamine apa dia rewel di sana '' Tanya Gray menyenderkan Tubuhnya di kursi kebesaran nya
Arnold tersenyum '' Tidak kak, Putriku malah dia Anteng dia akan Nangis jika ingin susu Atau popok nya Basah '' Jawab Arnold
'' Sukur kalo begitu, Kali-kali Ajaklah Anak mu untuk bermain ke rumah Agar dia ada teman dan Biar istriku bisa melihat bagai mana Cara kerja pengasuh Anakmu itu '' kata Arnold
Arnold terdiam lalu menganggukkan kepalanya '' Baik lah Kak, Besok Aku akan membawa mereka kerumah Kakak biar Anna seleksi pengasuh putriku '' jawab Arnold. Tidak salah nya juga jika dirinya mebawa pengasuh putrinya karena selama ini yang Arnold tau hanya keadaan putrinya tanpa memikirkan bagai mana perlakuan pengasuh Baby Jasmine.
~ DI RUMAH GRAY
Anna Dan Catlin sedang mengobrol di depan Tv dengan kedua baby yang di baringkan di karpet bulu
Tadi pagi Catlin datang dengan membawa Putra nya karena ia Kesepian di rumah, usaha butiknya pun di kelola oleh orang kepercayaan Catlin karena Karan tidak membiarkan Catlin lelah dengan pekerjaan luar padahal itu kan Hobi nya Catlin tapi sebagai seorang istri hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan suami yang penting Butik tetap jalan dan Catlin bisa sesekali mendatangi nya.
'' Aku sedang punya rencan unuk mendekatkan Arnold dengan pengasuh Baby Jasmine '' kata Anna dengan coklat panas di tangan nya
uhuk...
__ADS_1
Catlin terbatuk karena kaget '' mana bisa kamu main menjodohkan merek, Bagai mana jika Pengasuh Baby Jasmin memiliki seorang suami atau latar belakang nya kurang baik, aku tidak mau Arnold mendpakan pasangan yang tidak baik lagi '' Jawab Catlin sedikit tidak setuju dengan rencan Anna
'' Nah itu adalah tugas kita untuk menyeleksi Cus Cahra, Aku suah menyuruh suami ku untuk meminta Arnold membawa pengasuh baby Jasmine unuk kita seleksi, Jika dia lolos maka kita dekatkan mereka tapi jika dia gak lolos ya kita cari wanit lain. jujur saja aku merasa kasian kepada Arnold dia harus merasakan patah hati yang sangat dalam '' kata Anna
'' Kamu benar, bolehlah kita coba Seleksi pengasuh Baby Jasmine toh dia cantik dengan kulit yang sawo matang nya, Aku juga suka dengan cara dia mengasuh Baby Jasmine sangat keibuan '' Kata Catlin
'' Dil ya kita dekatkan mereka ''
'' ok dil ''
Catlin Dan Anna benar-benar kompak bukan
Owekkkkkk...
Anna langsung menoleh ke arah Baby Vareel '' uh... Anak Mom haus ya sayang '' Anna langsung menggendong Baby Vareel
'' Anna, apa kamu sudah mendaftarkan anak mu sekolah '' Tanya Catlin
'' Aku masih ingi menikmati menjadi Ibu lagian kegiatan ku di rumah tidak sibuk sibuk banget jadi aku masih bisa mengajarkan Baby Vareel, Bukan nya jika kita mengajarkan Anak kita akan lebih seru dan lebih tau bagai mana perkembangan anak kita sediri '' lanjut Anna
Anna memang kurang setuju dengan pendidikan di usia dini karena menurut Anna di usia Anak di bawah dua tahun itu masih perlu pengawasan dari seorang Ibu. dengan mengajarkan Anak-anak kita, Kita bisa tau apa saja kelebihan dan kekurangan Anak kita.
Catlin mengangguk mengerti tidak semua ibu yang memasukan anak-anak mereka di usia dini mungkin Anna adalah salah satunya
'' kamu benar, Tadinya aku mau memasukan Baby kevin ke kelas tapi Aku masih mikir-mikir lagi hihihi '' Kata Catlin
Catlin tadinya ingin mendaftarkan anak nya ke kelas namun dia urungkan ketika mendengar cerita dari Anna sahabat nya
" Kalo begitu aku juga ingin mengurus Anakku sendiri kalo Begitu " ucap Catlin
__ADS_1
" Apa kamu Mengurungkan Niatmu karena Aku bicara seperti itu? " tanya Anna Dan di balas dengan Anggukan oleh Catlin
Anna membuang Napas nya " jangan Mengikuti orang Cat, itu semua harus dari hati Mu sendiri, Jika menurutmu Sekolah dini itu bagus ya lanjutkan saja, Lagian Aku ngomong Kaya gitu bukan untuk menyuruhmu tidak melakukan Sekolah dini, Ini Hanya menurut pendapatku saja. Jika kamu merasa tidak mampu untuk Mendidik anak mu Ya sekolah dinilah solusinya " kata Anna
" Aku mampu Ko mendidik Anakku, kamu tau sendirian Jaman sekolah dulu Aku dapat peringkat ke dua dan kamu yang pertama " kata Catlin
dulu di kelas menengah Atas Anna memang selalu peringkat pertama dan Catlin di no dua. Jadi tidak salah jika mereka telah lulus sekolah Langsung mempunyai penghasilan sendiri
~ NEGARA Y
Tirani merasa kesal dengan Orang tua Arnold yang pergi begitu saja tanpa mengajak dirinya ke Negara K
'' kenapa Mami dan Papi tidak bilang jika akan pergi Ke Negara K. kan aku bisa ikut ''
Mami membuang napas nya '' Maafkan kami Tirani, Kami pergi tidak bilang karena kami tidak ingin kamu menemui Arnold terlebih dulu, kamu tau sendiri bukan dulu bagai mana Marahnya Arnold kepada kami '' kata Mami
'' Benar yang di bilang Mami, kami baru saja memperbaiki hubungan kami dengan Arnold jadi kami tidak ingin Arnold marah lagi kepada kami '' lanjut Papi
Tirani memutarkan Bola mata dan memalingkan pandangan nya kearah lain
'' Heum.. tetap saja Papi dan Mamih salah, bagai mana Aku bisa dekat dengan suamiku jika kalian saja tidak memberikanku jalan '' keluh nya
Mami yang merasa jengah dengan sikap Tirani yang tidak bisa mengerti dengan Keadaan Mami langsung pamit untuk ke kamar '' Maaf Tirani Mami lela, Mami mau istirahat dulu '' Pamit Mami
Papi yang melihat sang istri pergi pun langsung ikut Pamit. bukan tidak ingin menemani Tirani tapi Papih Juga mulai merasa Jengah dengan Tirani apa lagi setelah mengetahui kebenaran soal kehamilan Tirani kedua orang tua Arnold merasa kecewa dan merasa di bohongi
Tirani yang melihat kepergian Mami dan Papih hanya bisa mengepalkan kedua tangan nya
'' Awas saja akan aku hancurkan perusahaan kalian, Aku tidak terima kalian memperlakukan seperti Ini '' Geram Tirani
__ADS_1
Tirani yang tidak terima dengan perubahan sikap kedua orang Tua Arnold, Yang dulunya di sayang kini telah di sisihkan. Ini yang membuat Tirani kembali Jahat ternyata di Dunia ini tidak ada yang bisa menerimanya dengan tulus