Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 97 : Romansa


__ADS_3

Arnold duduk di taman dengan rokok di tangan nya, Arnold menyesap roko lalu memandang orang yang sedang bermain dengan Anak kecil, sudut bibir Arnold terangkat ketika Anak itu tertawa terbahak-bahak ketika Ibu nya mengelitikinya


Terserat di benak Arnold Andai saja saat ini dirinya sudah menemukan Via mungkin Arnold akan sangat bahagia sekali. Arnold yakin jika anak yang di kandung Via adalah anak dirinya


Arnold membuang rokok dan menginjak nya samapi mati lalu ia melangkah ke Bandara untuk menjemput Mami dan papih nya


Di ruangan Anna Sudah mulai sepi karena Mommy pamit pulang untuk menyiapkan makan malam karena Akan ada adik nya datang. Tinggalah Gray dan Juga Anna di ruangan ini


" Sayang, Lihat gunung mu semakin besar aku semakin menyukai nya "


" Dad, jangan Aneh-aneh deh " tegur Anna. Bagai mana tidak Gray yang sedang berbaring di samping Anna terus saja mengelus dan memegang Gunung kembar


" aku suka yang dengan bentuk nya yang baru bikin aku tambah eum.. " Gray menc_m ceri namun tidak di his_p karena takut akan keluar air nya


" Daddy itu ada-ada saja sih, baru juga segitu sudah tidak bisa tahan, Aku jadi tidak yakin Jika di saat Adik Kecil Daddy puasa bisa tahan " ucap Anna yang sedang memakan anggur


Kedua alis Gray Langsung mengerut ketika mendengar ucapan sang istri


" Maksud kamu apa sayang? " Tanya Gray heran


" Apa Daddy tidak tau jika setelah aku melahirkan Daddy tidak di perbolehkan menyentuhku apa lagi bermain dengan adik milikku? " Tanya Anna


" Oh astaga kenapa aku melupakan itu semua " keluh Gray sambil menjambak rambut nya prestasi. Gray telah melupakan tentang itu padahal Karan sudah pernah cerita kepada dirinya jika setelah melahirkan adik kecil mereka harus berpuasa selama Dua bulan


Anna langsung terkekeh ketika melihat sang suami yang mulai frustasi


" Sabar Dad, masih banyak jalan menunju Roma " bisik Anna di telinga Gray


Sontak saja kedua Bola mata Gray langsung berbinar mendengar perkataan dari sang istri


" Berarti sekarang boleh? " Tanya Gray dengan bola mata yang berbinar


" Tidak boleh!! Karena Anna masih lelah, tapi gak tau kalo besok atau lusa nanti " jawab Anna mengulum senyumnya


" Ah kamu memang istriku yang paling pengertian dan paling the best sayang " Gray mencubit dagu Anna

__ADS_1


" Dad, Anak kita tampan ya, mungkin karena perpaduan wajah kita tapi sayang nya wajah ku yang paling banyak hehehe "


" Iyah, itu tanda nya aku sangatttt mencintai mu sayang " jawab Gray yang tidak ingin kalah


" Kalo gak sayang mana mungkin Daddy mau menikah dengan ku " keluh Anna


" Dengar sayang, walaupun wajah mu tidak secantik sekarang aku akan tetap mencintaimu karena aku mencintaimu bukan karena kecantikan mu tapi karena kebaikan hati mu " ucap Gray


Wajah Anna langsung bersemu merah karena di puji oleh sang suami


" Percuma cantik tapi hati nya jelek sayang, apa lagi di jaman sekarang Yang cantik itu kebanyakan nya selalu mengobral dirinya demi Uang Dan kesenangan, Kalo kamu cantiknya luar dalam makanya aku tambah sayang kepada mu apa lagi sekarang sudah ada buah cinta kita aku akan tambah menyayangi mu sayang "


" Terimakasih ya Dad karena Daddy sudah mau menikah dengan Anna "


Gray tersenyum lalu mengecup kening Anna " Andai saja waktu itu kamu tidak pergi sayang mungkin saat ini kita sudah memilki tiga anak " kata Gray


" Memangnya Daddy ingin punya anak berapa.?" tanya Anna sambil menoleh kearah sang suami


" Yang banyak sayang, agar rumah kita ramai, pasti seru jika mereka sudah besar nanti dan kita akan memiliki cucu-cucu yang cantik dan tampan, masa tua kita pasti akan sangat bahagia karena di kelilingi anak dan cucu kita sayang " Karena Menjadi anak tunggal itu tidak enak tidak ada teman berantem dan tidak Ada yang bisa di ajak Bermain.


" Daddy pikir melahirkan itu tidak sakit Dad, Satu aja ini masih Kelu dan perih " lirih Anna membuang muka nya kearah lain


" Tidak apa-apa Dad ini kan sudah menjadi kodrat seorang perempuan "


" kalo begitu bagai mana jika Kita program anak kembar saja sayang biar sakit nya hanya sekali " usual Sang suami


" Auch sakit sayang " lirih Gray


Anna mencubit perut milik sang suami " makanya kalo ngomong itu jangan asal Dad. Jika kita ingin memiliki Anak lagi lebih baik kita tunggu Vareel lima tahun atau tujuh tahun dulu agar nanti ketika Vareel memiliki Adik dia bisa menjaga adik nya, lagian jika kita memiliki Anak lagi aku takut, aku takut Vareel tidak merasakan kasih sayang dari kita karena sibuk mengurus Adik nya "


Gray tersenyum lalu mengelus kepala Sang istri " aku ikut maunya Mommy saja karena yang akan mengurus anak-anak adalah Mommy " kata Gray. Gray tidak ingin egois walaupun dirinya ingin memiliki Anak lagi tapi dia juga tidak bisa memaksa sang istri lagian usul sang istri juga ada benar nya.


Owekkkk.. oweeekkkkkk...


Vareel menangis sangat kencang mungkin Ia pipis atau haus

__ADS_1


" Dad anak kita " ucap Anna


Gray langsung turun dari tempat tidur lalu mengambil baby Vareel di dalam box


Anna masih di larang banyak gerak oleh dokter maknya Gray lah yang akan lebih aktif


Gray membawa Baby Vareel ke atas tempat tidur dan mengecek popok nya


" Sayang, sepertinya dia pup " ucap Gray sambil mengerutkan kening nya


" Bersihkan Dad " pinta Anna


" Tapi sayang "


" Jangan ngeluh Dad, katanya ingin punya Anak banyak jadi ya harus belajar dari sekarang Dad " ucap Anna memberikan tisu basah kepada sang suami


Mau tidak mau Gray harus mau, ia membuka Popok dan mulai membersihkan popok milik Vereel


" Begini sayang " ucap Gray


" Iyah Dad. Kalo sudah beres bawa sini Baby Vareel biar Aku susui " ucap Anna


Gray memberikan Baby Vareel kepada Anna dan langsung di berikan ASI agar tidur kembali


" Anak Mommy pintar ya minum Asinya " ucap Anna mengelus kening Baby Vareel dengan lembut


Gray yang habis membuang popok langsung menghampiri sang istri dan mencium kening Anna lalu baby Vareel


" Anak Daddy pasti pintar karena Daddy dan mommy juga juga pintar " jawab Gray sambil tersenyum


Anna tersenyum melirik kerah Sang suami lalu mengecup kening Sang anak dengan lembut


" Daddy juga Mau " protes Gray


" Cup " Anna mencium bi_r Gray sekilas namun Gray malah menahan dan memperdalam ciu_n mereka

__ADS_1


" eum.. " lengguhan Anna


Gray melepaskan Panguta-n itu lalu mengusap bi_r Anna yang basah


__ADS_2