
" Halo Anna ku sayang " Sapa Widia memeluk Anna yang sudah berdiam diri di depan pintu rumah
Anna melirik Widia dengan heran " Tumben kakak bilang sayang " ucap Anna penuh selidik
" Hahaha, kamu ini curigaan sekali sih " jawab Widia memukul bahu Anna
" Iya siapa tau saja kan tadi di jalan ketemu brondong " ledek Anna Terkekeh
" Is kau ini mana ada berondong di kamus ku, sudahlah ayo keburu siang ini " keluh Widia mengajak Anna untuk pergi
" Hehehe Siap kak "
Setelah kepergian Anna dan Widia, Tirani keluar dari kamar karena perutnya yang merasa perih mungkin karena tadi sarapan hanya sedikit
" Bi, tolong buatkan aku makanan " pinta Tirani kepada bibi yang sedang membersihkan meja makan
" Baik Non " jawab Bibi yang langsung membuatkan makanan untuk Tirani
Tirani duduk di kursi meja makan sambil memainkan handphone dan satu tangan nya yang memegangi perut nya
Tak lama kemudian Bibi membawakan makanan untuk Tirani " Ini Non makanan nya " ucap Bibi menaruh makanan untuk Tirani
" Terimakasih Bi " Jawab Tirani yang langsung memakan makana nya
~ Di kantor
Mulai hari ini Arnold akan bekerja di perusahaan Gray sebagi sekertaris nya Gray kebetulan sekertaris nya yang lama mengundurkan diri karena hamil dan ingin Fokus mengurus anak dan suaminya
" Selamat bekerja Arnold " Mengulurkan tangan nya
" Terimakasih Kak " Jawab Arnold membalas uluran tangan Gray
" Semoga kamu betah bekerja di sini "
" Iyah kak, aku pasti betah karena di perusahaan kakak hehehe " Jawab Arnold
Gray Menggelengkan kepalanya " Kalo begitu kembali lah bekerja dan jika ada yang tidak kamu mengerti kamu bisa tanyakan kepada Max, Max akan mengajari mu karena dia ahlinya "
" Baik kak, kalo begitu aku permisi dulu " pamit Arnold
" Hm.." jawab Gray yang duduk di kursi kebesaran nya
Jam makan siang telah tiba, Anna membawakan makan siang untuk sang suami dengan di Ikuti oleh Widia
Tidak perlu laporan terlebih dahulu kepada Resepsionis karena mereka sudah tau siapa Anna
" Selamat siang Nyonya " sapa karyawan yang lain nya
Anna membalas dengan senyuman ramah dan membungkukkan badan nya sedikit. walaupun mereka pekerja Gray tetap saja Anna harus menghargai mereka tanpa mereka Gray tidak akan Samapi saat ini
__ADS_1
" Wah lihat, nyonya kita ramah sekali ya "
" Iyan kamu benar, Nyonya dar awal memang sudah ramah dan tidak berubah sampai sekarang "
" Sudah cantik, ramah, baik Istri Bos kita lagi "
" Hus, sudah ayo kita makan siang Keburu jam makan siang kita habis " keluh teman nya
" Iyah ayo "
Tok..tok.. tok..
" Masuk "
Ceklek..
" Dad " Sapa Anna sambil berjalan ke arah Gray
Gray langsung mengangkat kepalanya " Eh sayang, tumben ke sini " Ucap Gray yang langsung menghampiri sang istri lalu memeluknya
" Karena aku dan ank kita merindukan mu " jawab Anna membalas pelukan sang suami
Uhuk..
Widia terbatuk karena melihat kemesraan mereka
Gray melepaskan pelukan nya " Eh ada kak Widia aku pikir tidak ada " ledek Gray
" Hahaha, lihat sayang kak widia jika sedang marah semakin garang " ledek Gray
" Dad " tegur Anna menatap sang suami
Widia membuang napas nya " Untung kau suami dari Anna yang sedang hamil, jika bukan sudah ku bejek-bejek kamu " Kesal Widia
" sudahlah, ngomong sama kamu gak akan ada ujung nya mending aku ke kantin bawah buat makan siang dari pada di sini jadi ada tapi di anggap tidak ada " keluh widia kesal lalu pergi meninggalkan ruangan Gray
Anna dan Gray malah saling pandang dan terkekeh " ada-ada saja kak widia itu "
" Oh iya sayang, ko kamu tumben ke sini?" tanya Gray
" Kenapa, Tidak boleh kah?" tanya Anna yang sudah duduk di sopa
" bukan begitu, aku malah senang kamu datang ke sini jadi aku punya stamina untuk bekerja " goda Gray
" Gombal aja bisa nya, ini aku bawakan makan siang, Kita makan siang bareng ya " ucap Anna membuka makanan nya
" Iyah sayang " Jawab Gray
Anna membukakan makanan yang tadi ia bawa, As makanan kesukaan Gray " wah sayang ini makanan kesukaan ku " Ucap Gray
__ADS_1
" Iyah, tadi aku sengaja membeli makanan kesukaan mu Dad " Jawab Anna
" Aaaaa " pinta Anna kepada Gray untuk membuka mulut nya
" Am, terimakasih sayang " Ucap Gray mengunyah makanan nya
Anna tersenyum melihat Gray sangat lahap memakan makanan nya " kamu juga makan sayang " pinta Gray
" Iyah Dad " jawab Anna
Di kantin Widia sedang makan makanan yang di pesan nya " kamu di sini "
Widia memalingkan wajah nya kearah lain tidak menghiraukan pria yang duduk di depan nya
" apa Nona Anna sedang bersama Tuan Gray ?" tanya Max
Ya pria itu adalah Max, tadi ketika Max mau makan siang ia melihat widia yang sedang duduk di meja dan memakan makanan nya
" kau pikir " ucap Widia
Max hanya terkekeh melihat sikap Widia yang dingin kepada dirinya " ya siapa tau saja kamu datang untuk menemani ku makan siang " goda Max
Widia tersenyum sinis " kaya gak ada kerjaan saja aku datang jauh-jauh kemari untuk menemani mu makan siang, mending aku makan sama ikan hiu " jawab Nya
" Wah ada pasangan baru nih " Goda Arnold yang membawa nampan makanan nya
"Tuan " Ucap Max
" Aku gabung ya soalnya gak ada meja yang kosong " Ucap Arnold yang langsung duduk di kursi kosong
" minta ijin tapi sudah duduk duluan " Sindir Widia
" Hahaha, apa kakak marah jika aku mengganggu makan siang kalian?" tanya Arnold dengan nada menggoda
" malah aku senang jika kamu ada di sini, biar aku tidak di sangka pasangan dengan pria berwajah Triplek ini " Ucap Widia memutarkan bola mata nya
" benar ya, kata Catlin bahwa kalian sangat cocok dan serasi " goda Arnold sambil terkekeh
Widia langsung melotot ke arah Arnold " Lihat lah jika dia sedang marah terlihat jelas sangat Imut " bisik Max kepada Arnold
" kakak benar, dia terlihat cantik " jawab Arnold
" dia milikku kamu jangan menyukai nya "
" hahaha tenang saja, aku tidak menyukai nya hanya saja jika kakak tidak mau bisalah buat aku " jawab Arnold Terkekeh
Brak..
Widia yang merasa sedang di omongin oleh dua pria di hadapan nya langsung menggebrak kan meja " Kalian dua laki-laki gak tau adab, dah tau ada orang di depan kalian tapi kalian malah bisik-bisik " kesal widia yang langsung pergi meninggalkan dua pria itu
__ADS_1
Arnold dan Max saling pandang " ada apa dengan nya ?" tanya Max
Arnold mengangkat kedua bahu nya tanda tidak mengerti.