Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 101 : Antara Bahagia dan Sedih


__ADS_3

Para wanita asik berbincang hingga melupakan Para suami mereka bedaa hal nya dengan Arnold yang hanya bisa menjadi pendengar setia para pria yang sedang mengobrol soal Rumah tangga mereka masing-masing


" Andai saja aku bisa seperti mereka mungkin Aku tidak akan menjadi nyamuk " gumam Arnold Pelan


" Hai bro " ucap Karan menepuk bahu Arnold lalu merangkul bahunya


" Eh Lo " jawab Arnold kaget sambil menoleh


" Kenapa Lo diam aja, Tau liat Sosis yang lo bakar sudah Gosong " canda Karan sambil terkekeh


" Ah lu, mana ada gosong ini masih bisa di makan " ucap Arnold


" Hahaha.. lagian Lo ngelamun aja, ayo gabung sama yang lain " ajak Karan


" Heum " jawab Arnold


Anna pergi ke kamar karena Baby Vareel menangis mungkin karena haus


" Maafkan Mom ya sayang " ucap Anna mengelus kepala sang anak pelan


Tadi ketika Anna sedang asik mengobrol bersama yang lain tiba-tiba ia mendengar suara tangisan Baby Vareel yang sangat kencang membuat Anna langsung berlari ke arah pelayanan yang sedang menggendong sang putra dan benar saja Ketika Anna menghampiri baby Vareel. Wajah baby vareel sudah memerah karena menahan haus


Ceklek...


" Sayang " ucap Gray yang masuk kedalam kamar. Gray melihat sang istri yang sedang menyusui


" Loh ko Daddy sudah masuk kamar " kata Anna yang melihat sang suami berjalan ke arah nya


Gray duduk di samping sang istri " mana mungkin Aku di luar menikmati makan malam dengan tenang jika Istriku sedang di sini bersama si ganteng " ucap Gray membenarkan anak rambut Anna


Anna tersenyum " uh.. suamiku pengertian banget sih " puji Anna sambil terkekeh


" Kamu menggodaku sayang "


" Tahan Dad, ingat puasa " ucap Anna sambil memperingati


Di bawah Arnold sedang Menikmati makan malam dengan sanak saudara namun Arnold hentikan ketika Arnold setelah beres mengangkat telpon


Wajah Arnold langsung memerah air mata nya tidak bisa ia bendung

__ADS_1


" Kamu kenapa? " Tanya Catlin yang melihat Arnold menangis


Orang yang ada di sana merasa aneh melihat Arnold yang mendadak diam dan menangis


" Cat, gue pinjam kak Karan ya " lirih Arnold


" Kamu mau bawa kemana suamiku? " Tanya Catlin


" Gue harus kerumah sakit, gua takut gak kuat bawa mobil "


Catlin mengerutkan kening nya namun jika sudah berurusan rumah sakit Catlin tidak bisa banyak bertanya dulu, catlin Langsung mengijinkan Arnold untuk pergi dengan suaminya walaupun penasaran lebih baik nanti saja bertanya nya.


~ Sedangkan di sebuah Rumah sakit Via sedang berjuang hidup dan mati di ruang operasi


Tadi setelah pulang dari rumah sakit Via ketika Via sedang menyebrang tiba-tiba ada yang menabrak nya dari lawan Arah badan Via terlempar beberapa meter membuat Via kehilangan banyak darah dan Harus melahirkan sebelum waktunya


Bayi perempuan telah berhasil di selamat kan namun keadaan nya masih kurang baik karena Ada tadi terkena benturan


Dokter Langsung memasukan bayi perempuan itu ke incubator dengan beberapa selang yang di pasangkan oleh dokter tersebut


Setelah usai di operasi Via sempat bangun dan menitip pesan kepada dokter dengan kata yang terbata-bata


Via telah menghembuskan napas terakhirnya..


" Dok "


Dokter itu menggelengkan kepalanya bertanda Via telah tiada


Jam 7 pagi di rumah Gray sudah ramai untuk mengantarkan via ke peristirahatan terakhirnya


Semalam Karan menghubungi Catlin dan menjelaskan semua nya kepada catlin. Kaget sudah pasti namun saat ini bukan saat nya untuk kaget Catlin langsung membangunkan kedua orang tua Arnold dan menceritakan semua nya


Mami Arnold menangis di pelukan papih, Mami tidak menyangka jika nasib anak nya kurang beruntung


" Sabar mih, Kita gak boleh sedih seperti ini kita, kita harus bisa menguatkan Arnold Agar kuat menghadapi maslah ini "


Mami mengangguk mengerti


Jam tujuh Semua keluarga sudah berpakaian berwarna hitam bertanda mereka sedang berduka

__ADS_1


Ambulan telah masuk halaman rumah Gray


Gray Dan yang lain melihat Arnold yang sangat terpukul. Mami langsung menyambut Arnold dan memeluk Arnold agar kuat


" Yang sabar ya sayang " ucap Mami


Setelah Mami melepaskan pelukan nya, papih menepuk Bahu Arnold


" Papih yakin kamu pasti kuat "


" Terimakasih Pih, Mih " lirih Arnold


Pemakaman berjalan dengan lancar. Arnold masih setia duduk di dekat gundukan Tanah yang masih basah itu


Arnold menatap makam Via " kenapa, kenapa kamu tidak mencari ku dari awal Vi, kenapa kamu tidak meminta pertanggungjawaban dari ku sejak dulu,. Andai saja kamu datang kepadaku mungkin saat ini kita masih bersama dengan Putri kita hiks.. maafkan aku Vi, maafkan aku yang telat menemukan mu, maafkan aku yang sudah membuatmu susah " Arnold mencurahkan semua isi hati nya di sana tidak menghiraukan jika langit sedang turun hujan. Rasa penyesalan yang sangat dalam membuat Arnold tidak bisa menerima ini semua


Sedangkan mami dan papi Arnold dengan di temani Mommy Johana saat ini sedang berada di rumah sakit untuk menjenguk putri Arnold yang sedang di incubator


" Kasian cucu malang kita pih hiks.. "


" Kita harus sabar dan mendoakan yang terbaik untuk kesembuhan cucu perempuan kita " ucap Mom Johana mengelus pundak Mami Arnold


Siapa yang sangka jika mereka bisa bahagia di saat sedang berduka


Mami bahagia karena telah memiliki cucu tapi mami juga sangat sedih yang melihat nasib Sang putra yang telah kehilangan wanita yang di cintanya


Di rumah Anna dan juga Catlin sedang duduk menunggu kepulangan suami mereka karena tadi Anna dan juga Catlin tidak ikut ke pemakaman karena mereka mempunyai Baby


" Kenapa mereka belum pulang ya? " tanya Catlin heran padahal yang lain sudah pada pulang


" Mungkin sebentar lagi, kita tunggu saja " jawab Anna sambil mengelus kepala sang putra


" Aku tidak menyangka dengan nasib sahabat kita, pertama pernikahan gagal dan di bohongi dan sekarang Arnold harus kehilangan wanita yang selama ini dia cari dengan meninggalkan buah cinta mereka berdua ". Kata Catlin merasa miris dengan percintaan Arnold


Anna membuang Napas nya pelan, Nasib orang siapa yang tau bahkan dirinya saja awalnya tidak percaya bisa menikah dengan Gray yang sudah sekian lama berpisah namun di pertemukan kembali " Kamu benar, tapi kita harus tetap harus menyemangati Arnold agar dia bisa tetap semangat untuk menghadapi semua nya "


Owekkkkk.... Oweeekkkkkk...


Anna langsung menoleh kepada Baby Vareel" Hus, iya sayang kamu haus ya Nak " ucap Anna yang langsung memberikan asi kepada Baby Vareel agar tidak menangis

__ADS_1


" Kita harus menjenguk Putri nya Arnold, bagai mana jika di antara kita memberikan asi kepada putri nya Arnold agar putrinya Arnold masih bisa merasakan asi ekslusif walaupun tidak ada ibu "


__ADS_2