Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 73 : lahiran


__ADS_3

Catlin berjalan tidak berarah air mata nya mengalir begitu saja " Apa ini salah ku? apa karena aku Mommy sakit " Ucap Catlin merasa bersalah


Hujan mulai deras tapi Catlin masih menulusuri jalan yang entah kemana


Sedangkan Karan di dalam mobil sedang mencari keberadaan sang istri, Karan semakin khawatir karena ternyata Handphone milik Catlin tertinggal di atas meja


" kamu di mana sayang " Berkali-kali Karan memukul setir mobil nya


" Aku mohon, dimana kamu sekarang "


" ini semua gara-gara Wanita itu andai saja si Noni Belanda itu tidak datang ke kantor ku mungkin ini semua tidak akan terjadi "


Tut.. Tut...


Karan membuka kaca mobil karena di depan terlihat macet " Dek, dek itu di depan ada apa?" tanya Karan


" Oh itu, tadi ada wanita hamil yang Pingsan terus barusan di bawa ke rumah sakit terdekat " jawab nya


Deg..


" wanita hamil, jangan-jangan.." Karan langsung turun dari mobil dan berlari ke arah Lokasi namun Nihil wanita hamil itu sudah tidak ada


Karan masuk kembali ke dalam mobil dan mencari rumah sakit terdekat " Mudah-mudahan itu bukan kamu Cat " gumam Karan melakukan mobilnya ke rumah sakit


Di rumah sakit, Karan segara bertanya di resepsionis


" Sus, Pasien yang barusan di bawa ke sini, di rawat dimana?" tanya Karan


" yang mana ya tuan?"


" Wanita hamil yang Pingsan dan di bawa oleh beberapa orang "


" Oh, saat ini Pasien langsung di bawa ke ruang Operasi karena Bayi nya harus segera di keluarkan "


Deg..


Karan mengeluarkan handphone nya dan memberikan Foto Catlin " Wanita hamil itu, wanita yang ada di foto bukan? "


" Iyah betul tuan "


Hancurlah sudah air mata Karan. Karan terjatuh ke atas lantai karena terasa tulang yang ada di tubuh Karan seolah melunak " Maafkan aku " lirih Karan mengusap wajah nya


" Tuan " panggil seorang dokter


" Dok bagai mana keadaan istri saya saat ini?" tanya Karan kepada seorang dokter

__ADS_1


" Maaf nama istri Tuan siapa ya?" tanya dokter itu bingung


" Catlin, wanita yang sedang di operasi "Lirih Karan


Karena bingung, dokter itu membantu Karan untuk bangun dan mengantar Karan ke Depan ruang Operasi


" Di minum dulu tuan " Dokter itu memberikan satu botol air mineral


" Terimakasih "


Satu jam kemudian, seorang dokter menghampiri Karan yang masih duduk di kursi tunggu " Maaf, apa tuan suami pasien?"


Karan langsung menoleh " Iya dok, saya sendiri " jawab karan sambil berdiri


" Bagai mana keadaan istri dan anak saya?" tanya Karan


" Sebelum nya saya ucapakan selamat ya Tuan, Putra anda sudah lahir, Istri anda juga baik-baik saja paling sebentar lagi juga siuman Karen saat ini sedang terpengaruh obat bius, Namun.." ucapan Dokter itu terhenti


" Kenapa dok?" tanya Karan khawatir


" Anak Tuan harus di rawat dulu di rumah sakit, karena Anak Tuan lahir sebelum waktu nya dan berat badan nya pun masih kurang dari kata normal " Ucap Dokter itu


Karan mengusap wajah nya dengan kasar, mendengar keadaan anak " Apa saya boleh melihat putra dan istri saya dok?" tanya Karan


" Boleh, tapi nanti tunggu di pindah kan dulu " Ucap nya


Karan menganggukkan kepalanya " Terimakasih Dok " ucap nya Tulus


" Sama-sama " Dokter itu menepuk bahu Karan pelan


" Kenapa semua ini terjadi begitu cepat Tuhan, apa dosa yang sudah aku perbuat di masa lalu sehingga memberikan ujian yang begitu dahsyat kepada ku "


~ Negara Y


Gray yang mendapatkan kabar dari Karan tentang kondisi Catlin saat ini sangat geram " Mom, Apa benar sekarang Mom Karan sedang di rawat di RS?" tanya Gray


" Ngaco kamu, kalo dia di rawat lalu siapa yang kemarin heboh di acara pernikahan Arnold " ucap Mom


" Berarti Dia sudah membohongi Karan "


" siapa yang di bohongi ?" tanya Mom


Gray menceritakan semua nya kepada Mom, Mom dan Anna sangat terkejut mendengar Ucapan Gray


" Ini tidak bisa di biarkan lagi " Geram Mom

__ADS_1


" Mana handphone mu, Mom mau bicara Sama karan "


Gray memberikan Handphone miliknya dan menekan No telpon Karan


Halo Karan, ini Mom


...


Sebelum nya Mom ucapkan selamat kepada mu atas kelahiran Putra mu, namun Mom hanya ingin bilang jangan terpengaruh dengan wanita tua itu, dia bukan ibu kandung mu, dia hanya ibu tiri yang ingin menguasai seluruh harta dan juga hidup mu, maaf jika Mom baru jujur kepadamu, Mom pikir wanita itu tidak akan setega ini kepadamu karena mom lihat dia sangat menyayangi mu dengan tulus. Berbahagialah kamu di sana dengan anak dan istrimu, Fokus lah kepada kesembuhan putra mu


...


Maafkan Mom Karan, seharusnya ibu tiri mu yang berkata jujur tapi Mom sudah tidak tahan lagi melihat keadaan mu saat ini,


...


Sudah nak jangan menangis, Mom yakin kamu bisa melewati semua ini


...


Iyah sayang, jika asa apa-apa langsung kabarin Mom, biar Mom menyusul mu ke sana


..


Iyan sayang


Tut...


Mom menghapus air mata nya lalu memberikan handphone kepada Gray


Anna dan Gray saling pandang mereka terkejut dengan pembicaraan Mom dan juga Karan, mereka tidak tau jika Karan ternyata Bukan anak kandung Mommy nya


" Mom "


" Benar, Karan bukan putra Mom Rosa, Dulu Daddy nya menikahi Mom Rosa ketika Karan baru berusia dua tahun kurang atau lebih gitu Mom lupa lagi, Mom Rosa penjual Kue keliling di komplek Daddy Karan " Mom menceritakan semua nya kepada Anna dan Juga Gray dari awal Samapi akhirnya tidak ada yang mom tutup-tutupi karena ini lah kebenaran nya


" Awalnya, Mom dan Mami Arnold tidak ingin ikut campur soal urusan keluarga Karan karena kami lihat Rosa sangat menyayangi Karan, Namun mom merasa gereget kepada Rosa yang tidak berani jujur kepada Karan, padahal Jika dia jujur mungkin Karan tidak akan benci kepada Rosa apa lagi Rosa yang telah Membesarkan dirinya sejak kecil, dengan ada nya maslah ini membuat Mom yakin ingin memberitahukan Kara soal kebenaran nya apa lagi Rosa sudah keterlaluan " Mom meneteskan air mata nya, walaupun Karan bukan anak kandung nya namun Mom sudah menganggap Karan sebagi Ank kandung nya sendiri apa lagi dari kecil selalu bersama dengan Gray dan ikut kemana pun Mom pergi.


Anna mengelus lengan Mom " Sudah Mom jangan menangis lagi, sekarang Kak Karan sudah mengetahui semua nya jadi Mom bisa lega "


" Iyah Mom, Mom tidak salah jika Mom tidak jujur dari awal karena Ini bukan permasalahan keluarga kita "


" Tetap saja Mom masih merasa bersalah kepada Karan, Bagai mana dengan menebus rasa bersalah Mom, Mom ikut pulang bersama kalian dan Mom akan menjaga Catlin dan juga Cucu Mom " ucap Mom


" Bukan nya aku tidak mengijinkan Mom untuk ikut pulang, tapi saat ini Karan sedang butuh sendiri, Biar kami yang menemani nya "

__ADS_1


" Kami pun akan ikut "


__ADS_2