Half Of My Soul

Half Of My Soul
Bab 22 : Siuman


__ADS_3

Setelah perjalanan yang membuang watu sampai berjam-jam Akhirnya Gray sampai di Bandara, Gray langsung menaiki Taksi online untuk menuju ke rumah sakit, Hati Gray sudah dah Dig karena sudah tidak sabar ingin segera sampai di rumah sakit


Sesampai nya di rumah sakit Gray langsung ke resepsionis untuk menanyakan Ruangan Anna. Gray langsung ke lantai Empat setelah mengetahui ruangan Anna


Srek..


Gray mendorong pintu ruangan Anna, Gray melihat Para sahabat dan Widia sedang duduk di sopa " Kamu sudah sampai.?" Tanya Karan melihat Gray yang baru masuk


" Bagai mana keadaan nya.?"


bugh..


Arnold meninju wajah Gray " Kau laki-laki yang tidak pantas Untuk Anna "


Bugh..


" Apa yang kau lakukan hah!!" bentak Gray kepada Arnold


Karan dan Catlin langsung memisahkan Gray dan juga Arnold yang sedang baku hantam " Apa kalian lupa kita sedang dimana Hah,!!" Bentak Karan


" Dia yang mulai " Tunjuk Gray kepada Arnold


" Apa low gak sadar dengan Kesalahan Lo sendiri hah! Gara-gara lo " Arnold menunjuk ke arah Gray " Gara-gara Lo, Anna hampir kritis " Kesal Arnold


Tadi ketika Anna sedang di operasi Anna sempat kritis Membuat Para dokter panik dan hankam Anna Samapi harus Menerima bebrapa kantong darah


" Lalu apa maslaah nya dengan gue hah! Gue baru datang dan langsung di serang oleh Lo " Kesal Gray kepada Arnold


Arnold memberikan handphone Anna kepada Gray " Puas Lo, dan sekarang Lo mau ngapain ke sini hah!!" Bentak Arnold


Mata Gray membulat " Ini bukan gue yang kirim " ucap Gray melihat isi Pesan


Kak Kris. : mulai saat ini, aku minta untuk tidak menghubungi ku lagi, Karena sekarang ada hati yang harus ku jaga,, Anak dan juga istriku.


" Gue, benar-benar tidak pernah mengirim pesan seperti ini kepada Anna, mana mungkin gue dengan tega nya menyakiti hati Anna " ucap Gray

__ADS_1


" Itu handphone Lo, mana mungkin Lo tidak tau tentang isi pesan itu " Ucap Karan


Gray melihat tanggal dan jam nya " Ini ketika gue sedang jalan sama wanita gila itu. Sumpah gue gak tau tentang isi pesan itu, bahkan tadi setelah tes DNA keluar gue langsung terbang ke sini untuk menemui Anna"


"Lalu bagai mana dengan hasilnya kak.?" tanya Catlin


" Negatif, bahkan Celina saat ini tidak bisa memiliki seorang anak karena sudah terlalu sering menggugurkan Kandungan nya " jawab Gray


Catlin bernapas lega " Syukurlah kalo begitu " ucap Catlin


" Apa sejarah Gue bisa menemui Anna " Ucap Gray menatap Anna yang masih tertidur lelap di ranjang


" Pergi lah " ucap Karan menepuk bahu Gray


Gray berjalan ke arah Anna dengan langkah yang gontai, Gray sangat sedih melihat Anna yang sedang terbaring di ranjang " Halo, sayang, Maaf aku telah datang " ucap Gray mengelus rambut Anna " Tapi aku sudah memenuhi janji ku untuk ada di saat kamu terbangun dari tidur mu "


Arnold tidak tahan melihat Gray yang sedang mengelus Anna, Arnold langsung pamit untuk keluar kamar, dengan beralasan mencari angin


Karan merasa aneh melihat sikap Arnold yang tiba-tiba diam dan juga pergi keluar "ada apa dengan Nya, kenapa tiba-tiba sikap nya berubah " Batin Karan menatap Punggung Arnold yang mulai tidak terlihat


Widia yang sedari tadi diam, akhirnya ia pun ikut permisi untuk mencari angin


Gray, dengan setia menunggu Anna untuk bangun, Gray memegang tangan Anna dengan lekat Sesekali Gray mencium punggung tangan Anna. " Cepat bangun sayang, aku sudah ada di sini " gumam Gray menatap Anna


Karena hari sudah mulai malam, Karan, Catlin Widia dan juga Arnold pamit untuk pulang, karena Gray tidak mengijinkan mereka untuk menginap dan menemani Anna di rumah sakit


" Eum " Anna membuka mata dan melihat Ada Gray yang sedang terlelap tidur di samping dirinya


Anna mengerjapkan mata dengan pelan " apa ini mimpi, jika ia, maka jangan bangunkan aku dulu karena aku ingin menikmati mimpi indah ini " batin Anna. Anna tersenyum melihat wajah Gray pikirnya saat ini Anna sedang bermimpi, Anna mengelus pipi Gray dengan lembut bahkan Anna bisa merasakan bulu-bulu halus di pipi Gray


" Anna " gumam Gray yang merasa terusik dengan gerakan tangan Anna " Kamu sudah bangun.?" tanya Gray mengucek mata nya


Sedangkan Anna, Anna malah terkejut karena Ini ternyata nyata bukan mimpi " Auh.." Anna merasakan sakit di perut nya


" mana yang sakit, biar aku panggilkan dokter ya " Gray langsung turun dari tempat tidur dan memanggil dokter

__ADS_1


" Ini bukan mimpi, ini nyata " Gumam Anna yang menahan rasa sakit di perut nya, mungkin karena obat Bius nya sudah habis makanya mulai terasa sakit


" Tolong periksa kekasih saya, tadi perut nya Kesakitan " ucap Gray kepada dokter


" Baik tuan, biar saya periksa ya " Dokter itu memeriksa Anna dengan hati-hati karena Sedari Yadi Gray menatap dokter itu dengan tatapan tajam bahkan Gray tidak segan untuk menegur dokter tersebut ketika Anna meringis kesakitan


Setelah memeriksa Anna, Dokter itu langsung pamitan kepada Gray dan juga Anna. Anna merasa malu sama dokter tersebut karena Gray yang sering menegur dokter tersebut


" apa sudah nyaman.?" tanya Gray kepada Anna


Anna menganggukkan kepalanya " Kenapa kakak di sini? bukan nya kakak sudah tidak ingin aku ganggu karena saat ini kakak sudah memiliki Istri dan seorang anak.?" Ucap Anna panjang lebar


Gray membuang napas nya " Itu semua bukan aku yang kirim " Gray menceritakan semua nya tanpa ada yang di lewati, Gray tidak ingin ada kesalahpahaman lagi.


" Aku hanya Kana menikahi mu dan aku ingin hanya kamu yang menjadi Ibu dari anak-anakku kelak " ucap Gray sambil memegang tangan Anna


Wajah Anna sudah berubah menjadi merah Tomat. Anna memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Gray " Aku suka muka malu-malu kamu " ucap Gray yang melihat wajah anna memerah


" Apaan sih kakak " Anna masih memalingkan wajah nya ke arah lain


" Kamu Lucu jika sedang malu-malu gitu " Goda Gray


" Sudah ah, sana, kakak tidur ini sudah malam " usir Anna


Anna merasa bahagia karena Gray menceritakan semua nya kepada dirinya. Anna juga bahagia karena Gray menepati Janji nya" Aku ingin tidur dengan mu seperti tadi " ucap Gray


". Auh.." Anna meringis kesakitan


" kenapa.? sakit lagi .?" tanya Gray panik " Aku panggil dokter ya "


Anna menahan tangan Gray " tidak usah kak, nanti juga reda ko " ucap Anna


" Tapi kan "


" Kak, aku tidak apa-apa serius " ucap Anna masih menahan Gray

__ADS_1


__ADS_2