
Malam telah tiba Anna dan juga Gray baru saja usai mandi, yang seharusnya hanya Dua puluh menit akhirnya nya malah mejadi satu jam lebih karena Gray yang tidak henti mengajak Anna untuk menjenguk Calon anak mereka
" Yank, ayo kita makan malam perut ku sudah laper " Ajak Anna sambil merengek
" Iyah, ayo sayang " Jawab Gray merangkul Anna dan berjalan ke luar kamar
Sedangkan di meja makan sudah ada Catlin, Karan dan juga Android yang sedang menikmati makan malam, mereka makan lebih awal karena mereka pikir Anna dan juga Gray tidak akan keluar kamar sampai besok
" Kalian Ada di sini, kenapa tidak ngabarin kita " ucap Anna sambil duduk di dekat Catlin
Catlin menelan makanan nya lalu mengambil gelas yang berisi Ari putih " Hem, Mentang-mentang pengantin baru Ampe lupa gak liat handphone, Kita di sini dari siang bahan aku menelpon dan mengirim kan mu pesan berkali-kali " ucap Catlin menggelengkan kepalanya heran
" Benar kah?" Tanya Anna tanpa dosa
" Kamu pikir " lanjut Karan malah Terkekeh
" Kalo begitu maafkan kami karena kami tidak mengetahui jika kalian ada di rumah kami " Kata Anna tulus
" tidak perlu kamu minta maaf kepada mereka, Seharusnya mereka yang minta maaf kepada kita karena sudah memakai Kamar tamu untuk olah raga mereka " Ucap Gray
" hahahaha.. bukan gue yang ngomong " Arnold menggelengkan kepalanya ketika mendapat tatapan dari Karan
Catlin jadi malu sendiri karena Gray mengetahui nya " Maafkan kami, habis kami belut milik kak Karan terpancing gara-gara dengar kalian tadi "
Sekarang malah Anna yang merasa malu dan ingin sembunyi di bawah meja makan " Kenapa wajah mu jadi merah?" tanya Arnold melihat wajah Anna yang memerah
" Ti..tidak, Tidak apa-apa " Elak Anna langsung memalingkan wajah nya ke arah lain
Gray hanya diam dan menikmati makanan tanpa menjawab ucapan para sahabat nya
" Ayo makan, nanti keburu dingin " Potong Anna agar mereka tidak menggoda dirinya lagi
Arnold yang melihat sikap Anna yang salah tingkah hanya tersenyum kecut lalu menikmati makanan nya kembali
Gray bukan tidak melihat sikap Arnold, Gray mempunyai mata yang seperti elang hanya dengan sudut mata nya, Gray sudah bisa mengetahui bahwa Arnold memperhatikan Anna sedari Tadi
__ADS_1
Setelah makan malam usai, kini Mereka langsung bersantai di belakang rumah mereka menyalakan Api unggun kecil untuk menghangatkan tubuh mereka dengan di temani Kopi dan juga teh
" Karan sekarang apa rencana mu untuk ke depan nya tidak mungkin kalian tidak menikah, Anak kalian pasti butuh Identitas" ucap Gray yang sudah memeluk Anna
Karan menaruh Gelas kopi milik nya " Dua Minggu lagi aku akan persunting Catlin, dan acara nya juga mungkin hanya akan di hadiri oleh kalian saja, karena jika aku membuat pesta pasti akan butuh waktu lama dan Mom pasti akan menggagalkan nya dengan berbagai cara " jawab Karan
Gray menganggukkan kepalanya tanda mengerti " Jika itu yang terbaik kenapa tidak, Bukan berniat untuk durhaka tapi jalan mu sudah benar " Balas Gray
" memang nya jika Mom kak Karan tau apa yang akan di lakukan Nya?" tanya Anna
" Dia akan menghalalkan segala cara termasuk Mengusik keluarga Catlin " jawab Arnold yang ikut bicara
" Oh, kalo begitu jangan di kasih tau biar kan Mom Kak Karan tau sendiri soal pernikahan kakak "
" Iyah "
Gray masih memeluk Anna dan mengecup pundak Anna dengan lembut. Anna tidak merasa sirih karena ini masih di sebut hal biasa
Sedangkan Arnold sedari tadi sudah ke bakar api cemburu melihat Gray dengan anna, Arnold memalingkan penglihatan nya ke arah lain dan mencoba menahan api cemburu.
Keempat orang itu langsung tertawa puas melihat kemarahan Arnold " Memang nya cewek Lo yang kemarin kemana?" tanya Gray
" Gue buang ke laut " jawab nya asal
Bugh..
" Cat!!" Arnold menatap Catlin dengan tatapan tajam nya
Bagai mana tidak marah, Catlin melemparkan Jeruk ke arah Arnold " Makanya kalo ngomong itu di jaga, Kau pikir Via itu ikan main di buang ke laut saja " keluh Catlin
Arnold memutarkan bola mata nya " Jangan kamu permainkan wanita, Dia sepeti gadis yang baik walaupun terlihat lugu " ucap Anna
" kenapa apa Lo sedang ada masalah dengan Via?" Tanya Karan
" Sudah lah jangan bahas dia lagi " Ucap Arnold meminum minuman miliknya
__ADS_1
Gray dan Karan saling tatap melihat Arnold yang seperti itu. Gray semakin memanas-manasi Arnold karena Gray tau sikap nya yang sepeti itu karena dia cemburu melihat Anna dengan nya
" Sayang, suapi aku itu dong " pinta Gray
" Ini " Ucap Anna memberikan Satu anggur ke dalam mulut Gray, namun Gray menggelengkan kepalanya
" Kamu berikan nya jangan pakai tangan tapi pakai bibir mu " Pinta Gray sambil menggoda
" Malu yank, di sini ada mereka " ucap Anna menolak secata halus
" kenapa harus malu, kalikan saja toh kita sudah bersahabat sudah lama " Ucap Catlin Terkekeh
" tuh, dengar, Ayo sayang " rengek Gray
Dengan malu-malu Anna memberikan Anggur yang ada di dalam mulut nya kepada Gray. Gray tidak menyia-nyiakan itu bukan hanya anggur yang dia ambil, Gray malah menahan tengkuk Anna dan memperdalam ciu_m mereka
Sedangkan Anna malah terbawa suasana, Anna juga malah menikmati Ciu_n nya.
Wajah Arnold sudah memerah kedua tangan nya sudah mengepal tapi di urai oleh Karan " tahan dia bukan milik mu " Bisik Karan di telinga Arnold
" Uuuuhhhhhh..." Seru Catlin tertawa melihat aksi Anna dan juga Gray
Gray menghentikan ciu_n nya dan mengusap bi_r Anna yang basah dengan jempol nya " Tidak perlu malu, Biar mereka tau jika kamu milikku dan hanya milikku " Ucap Gray menekankan kata miliknya dan dengan sekilas menatap Arnold lalu mencium kening Anna
" Kalian Hot sekali " Seru Catlin
Gray hanya menyunggingkan sudut bibir nya " Apa aku kurang Hot honey?" tanya Karan
" Gue permisi dulu " Arnold langsung berdiri dan pergi begitu saja
" Ada apa dengan nya" tanya Anna yang merasa ada perubahan di wajah Arnold
" Sudah jangan hiraukan dia, mungkin dia sedang galau karena putus dengan Kekasih nya " ucap Gray
Karan sepetinya sudah tau jika Gray sudah mencurigai Arnold yang selalu memperhatikan Anna dan cemburu kepada Gray
__ADS_1