
Di Butik, Caltlin, Arnold dan Karan sedang menonton Live Gray dan juga Anna, mereka ikut terharu mendengar Penjelasan Anna yang begitu Tulus kepada Gray " Jika aku tau kalo dari awal mereka saling menyukai sudah ku pastikan Aku Kana membantu mereka untuk bersama " ucap Arnold
" Kamu benar, Cinta mereka sangat Tulus " Balas Catlin " Cih.. " Catlin berdecih " Dasar wanita ular gak tau malu, sudah ketauan Menipu Bukan nya sadar malah semakin menjadi " kesal Catlin ketika ingat Vidio Celina yang mengaku sedang hamil
" Kalian benar, Ingin rasa nya aku melenyapkan Wanita itu " geram Karan
" Lalu sekarang kita harus bagai mana." Tanya Catlin
" Kita tunggu perkembangan mereka saja " Ucap Karan menatap Catlin dan juga Arnold
Karan Menatap Catlin yang sedang menggigit Bibir bawah nya. Karan menatap Catlin dengan penuh arti bahkan Samapi menyunggingkan bibir nya
Arnold yang melihat sahabatnya sedang menatap Catlin langsung berbisik " Jika suka, tembak dia, sebelum aku sendiri yang menebak nya" Bisik Arnold kepada Karan
Karan langsung melotot karatan Arnold Karan tidak menyangka jika aksinya di ketahui oleh Arnold " apaan sih " elak Karan Menatap Arnold dengan tatapan tajam, padahal Arnold hanya becanda
Arnold terkekeh melihat reaksi sahabat nya itu " Gue pamit ya, ada jadwal ngampus hari ini " Ucap Arnold berpamitan kepada kedua sahabat nya dan memberikan kode kepada Karen untuk mengungkapkan isi hati Karan kepada Catlin
Setelah Arnold pergi Tinggallah Karan dan juga Catlin yang sedang duduk " kak " ucap Catlin sambil menyenderkan kepalanya nya di pundak Karan
" Hm "
" Aku sedang suka dengan seorang pria tapi pria itu seperti nya tidak menyukai ku " Ucap Catlin
jleb..
Hati Karan seolah di tusuk oleh belati mendengar ucapan Catlin namun semampu Karan untuk Bersikap biasa saja " Siapa pria yang sudah mengambil hatimu itu.?" Tanya Karan menguatkan hati nya agar bisa menerima kenyataan ini
" Dia seorang pria yang baik, tampan dan juga perhatian sekali kepadaku " ucap Catlin
" Wah, hebat sekali pria itu sudah membuatmu jatuh cinta. semoga laki-laki itu segera sadar bahwa kamu menyukai nya " Lirih Karan sambil tersenyum padahal hati nya saat ini sedang patah hati karena mendengar wanita yang ia mulai cintai nyatanya memiliki perasaan kepada pria lain
__ADS_1
" Hm.." jawab Catlin yang masih menyandarkan Kepalanya di dada bidang Karan
Mulai sekarang Karan harus mulai melupakan perasaan nya kepada Catlin " Cat, Em aku mau balik ke perusahaan dulu " ucap Karan
Catlin mengangkat Tuduh nya dan berdesis " Baiklah, Aku pikir kakak mau mengajak ku makan siang " Ucap Catlin
Karan melihat ke arah Catlin " ajak lah pria gebetan mu untuk makan siang, mulai saat ini aku tidak akan mengajak mu untuk makan di luar, Takut nya nanti pria incaramu Menjadi Tidak Suka padamu karena Kamu sering jalan dengan ku " Ucap Karan mengacak-acak Rambut Catlin
" Is, kakak ko malah bilang gitu, Kakak kan Sahabatku jadi tidak masalah jika aku jalan bersama kakak " Ucap Catlin
" Terserah mu saja lah, kalo begitu kakak pergi dulu " pamit Karan kepada Catlin
Bukan tidak ingin, Karan Mengajak Catlin makan siang namun Karan ingin menjaga jarak dari Catlin karena ia tidak ingin semakin menyakiti hati nya sendiri.
Setelah kepergian Karan, Catlin malah cemberut dan melakukan aktifitas nya kembali .
Sedangkan di mobil, Gray yang sedang bersama Anna karena Mom nya yang terus meminta Gray untuk membawa Anna ke rumah " Apa tidak akan apa-apa jika aku ke rumah Kakak.?" tanya Anna
Anna mengangguk mengerti, walaupun hatinya merasa Risau karena ini pertama kali nya Anna bertemu dengan Mom Johana, selama bersahabat dengan Gray, Anna memang tidak pernah Main ke ruang Gray, karena Mom Johana yang tidak terlalu suka rumah nya berisik, paling Merek main di Rumah Arnold atau Catlin
Sesampai nya di Rumah Mom Johana, Gray memegang tangan Anna untuk memberikan kekuatan " Ayo " ajak Gray
Anna mengangguk lalu mereka turun dari Mobil. Gray memegang Tangan Anna Samapi mereka Samapi di dalam rumah " Mbak, Mom dimana .?" tanya Gray
" Nyonya, sedang ada di ruang baca Tuan muda " jawab Pelayan itu
" Oh baik lah, terimakasih " Gray langsung membawa Anna keruang baca
Ceklek
" Mom " panggil Gray
__ADS_1
Mom Johana yang sedang membaca buku, langsung melihat kearah Gray dan membuka kaca mata nya " Ya ampun, Anna " panggil Mom Johana sambil Berdiri dan memeluk Anna dengan ramah " Apa kabar sayang.?" tanya Mom Johana
Anna yang masih merasa canggung melirik Gray " Aku Baik Aunty" jawab Anna
" Kenapa Gugup sekali, Panggil Mom saja jangan Aunty " Ucap Mom Johana
Gray yang sedari tadi Di hiraukan oleh Mom Johana dan juga Anna merasa Kesal " Apa Mom tidak akan bertanya tentang ku " tanya Gray
Mom langsung melihat ke arah Gray " Mom sudah bosan dengan mu " ucap Mom Johana
" Mom!" kesal Gray
" Lagian sekarang Mom punya Anna " Lanjut Mom " Ayo sayang, Kita ngobrol nya di luar saja, di sini ada pengganggu " ucap Mom membawa Anna ke ruang tamu dan meninggalkan Gray yang sedang bengong kesal
Di ruang tamu, Mom menyuruh Pelayan untuk membuatkan dua gelas teh dan juga Cemilan " Mom benar-benar meminta maaf soal Kejadian kemarin, Andai saja mom tau bahwa itu kamu mungkin Mom akan membatalkan acara pertunangan Gray dengan Celina " ucap Mom tulus
"Semua nya sudah berlalu Mom, lagian Aku juga tidak ingin menyakiti hati perempuan lain " jawab Anna
" kamu memang baik Nak, bahkan kamu rela melepaskan ke bahagian mu demi wanita lain " Ucap Mom " Mom bangga padamu, andai saja semua wanita mempunyai hati yang lembut seperti mu" lanjut Mom yang masih memegangi tangan Anna
" Semua wanita baik Mom, tidak ada yang tidak baik, Hanya saja dengan versi yang berbeda "
Gray duduk di sopa dan melihat wanita yang di sayangi Gray selama ini " kalian memang Cocok " Ucap Gray " cocok sama-sama bisa melupakan orang yang ada di hadapan kalian " kesal Gray
Mom dan Anna saling mengulum senyum " Ada lelaki tua sedang merajuk " Goda Mom Johana
" tau lah " Jawab Gray yang memalingkan wajah nya kearah lain
Mom menggelengkan kepalanya " Sudah lah, kamu ini sepeti anak kecil saj, Kamu temani Anna, mom harus masak untuk Makan siang dulu " ucap Mom meniggalkan Anna dan juga Gray di ruang Tv
Anna masih mengulum senyum, Anna baru mengetahui bahwa laki yang selama ini selalu cuek dan dingin Ternyata suka merajuk " Belum puas kamu membuat aku menjadi anak tiri Mom " Canda Gray
__ADS_1