
" ko Dad ada di sini? udah selesai ngobrol nya?" tanya Anna sambil melirik sang suami yang sudah berdiam diri di ambang pintu lalu berjalan ke arah anna
Gray duduk di samping sang istri lalu memeluk nya " Sudah sayang, makanya aku langsung ke sini " jawab Gray
" Aku tidak memikirkan nya Dad, hanya saja aku merasa heran dengan tirani yang bersikap seperti itu kepada ku " Lirih Anna
" Sudah jangan di pikirkan, bagai mana dengan Anak kita, apa dia anteng di dalam sana?" ucap Gray mengelus perut Anna
Dug..
Gray membulatkan bola mata nya " Sayang, anak Kita nendang " Seru Gray
Anna tersenyum " Iyah Dad, anak kita senang karena ada Daddy nya di sini "
Gray mengelus perut Anna dengan lembut, lalu menciuminya sampai berkali-kali " Hai baby, apa kamu senang ada Daddy Hem "
" Iyah Daddy, aku ingin selalu dekat dengan Daddy " jawab Anna dengan nada suara anak kecil
" Kalo gitu baik-baik di dalam ya, sehat sayang " Gray mengecup perut buncit Anna
" Ayo istirahat sayang, nanti jika sudah sampai aku bangunkan " ucap Gray membaringkan tubuh Anna
" Tapi temenin "
" Iya sayang " Jawab Gray yang ikut membaringkan tubuhnya di samping Anna lalu memeluk nya dengan erat
Di luar, Arnold sedang duduk di depan Tirani dengan tangan ia lipat kan di dada " Apa yang sudah kau ucapkan kepada Anna?" tanya Arnold dengan tatapan tajam nya
Tirani duduk sambil meminum minuman yang ada di sana " Aku tidak ngomong apa-apa kak, Aku hanya bilang jika sekarang kakak sudah menikah dan harus saling jaga jarak " jawab Tirani dengan nada santai nya.
Arnold tersenyum sinis " kau pikir kau itu siapa mengatur hidup ku hm" ucap Arnold " dan sekarang kau dengan berani nya menyuruh sahabat ku untuk menjaga jarak dari ku?"
" Aku istri mu jadi sudah sewajarnya jika aku memperingati nya " ucap Tirani
" Lagian bagi dia mungkin sebagai sahabat tapi bagi mu, apa masih bisa di bilang sahabat?" ucap Tirani
" Aku sebagi suami mu hanya di atas kertas tapi tidak dengan kenyataan nya, dan asal kau tau Anna tidak ada urusan nya dengan kita jadi jangan main-main dengan nya " ucap Arnold " Dan satu lagi, jangan mencoba mengatur ku karena aku tidak suka itu " Arnold berdiri dan meninggalkan Tirani
lagi-lagi Tirani harus melihat kepergian mereka " Kak, apa karena kamu sangat mencintai nya sehingga kamu mengabaikan ku terus, aku ini sudah menjadi istrimu tapi kamu masih bersikap dingin kepada ku " Tirani hanya bisa membatin dan menatap ke jendela luar dimana hanya ada langit dan awan putih
__ADS_1
~ Di rumah sakit
Karan baru saja melihat Sang putra di ruangan bayi
" Honey" panggil Karan sambil berjalan ke arah Catlin
" Bagai man Kevin putra kita?" tanya catlin menatap sang suami
" Dia baik-baik saja honey, saat ini sedang tidur setelah meminum susu nya " jawab Karan duduk di kursi dekat Catlin
" Aku ingin melihat nya " Lirih Catlin
Catlin belum pernah melihat sang putra karena kondisi Catlin yang tiba-tiba saja drop, Catlin juga harus menjalani perawatan intensif maka dari itu catlin belum tau bagai mana rupa sang putra.
Anak Karan dan Catlin di beri nama Kevin. Kevin artinya anak yang lembut dan juga tampan, Nama itu di cari oleh Karan dan Catlin dan berharap Sang putra selalu lembut kepada setiap wanita dan memuliakan para wanita kelak nanti
" kamu makan dulu ya, biar bisa memberikan asi kepada Kevin " Ucap Karan menyuapi Catlin
Catlin mengangguk patuh " yank, apa kamu sudah makan?"
Bagi mana Karan bisa makan sedangkan pikiran dan hati nya sedang terasa sakit, Ternyata ucapan Mom Johana membuat Gray merasa sedih dan sendirian
Kecewa sudah pasti tapi bagi mana lagi inilah kenyataan yang sesungguh nya yang harus Karan Terima jika dirinya sudah tidak memiliki orang tua. lebih sakit lagi ketika karan mengetahui nya dari Mom Johana bukan dari Mulut mom nya sendiri.
Catlin melihat Wajah Karan yang sendu " Ada apa ?" tanya Catlin
" tidak ada apa-apa Honey" jawab Karan sambil tersenyum paksa
" Jangan bohongi aku, jika kamu sedang ada masalah " Ucap Catlin
Karan menatap Catlin dengan lekat lalu memeluk nya " Biarkan begini dulu "
" Aku baik-baik saja, sudah jangan terlalu di pikirkan ya " Lanjut Karan tidak ingin membebani Catlin
Bukan Karan tidak ingin memberitahu Catlin namun situasi nya yang tidak tepat apa lagi Catlin baru saja melahirkan
" Aku tau kamu sedang bohong, Aku akan tunggu kejujuran mu Yank " Ucap Catlin yang langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur
" Iyah Honey " Karan mengelus kepala Catlin dengan lembut
__ADS_1
~ Rumah Gray
Mereka sampai di rumah Gray sore hari, Gray menyuruh Arnold sementara ini tinggal di rumah nya dulu Samapi rumah yang mereka bangun usai, Anna tidak mempermasalahkan itu semua toh mereka sudah menjadi saudara
" masuk lah, Aku mau langsung ke kamar dulu lelah " Ucap Anna " ayo Dad "
" kalian istirahat lah, pasti kalian juga lelah " ucap Gray kepada Arnold dan Tirani
" Iyah Kak " jawab mereka
Anna dan Gray masuk kedalam kamar nya " Aku merindukan kamar kita Dad " Anna langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat
" Mandi dulu Sayang, sudah mandi baru tidur " Ucap Gray
" Ntar dulu Dad, mata ku sudah mengantuk " Ucap Anna memejamkan mata
" Oohh gitu, atau mau aku yang mandiin hm " Goda Gray sambil mengigit kecil telinga Anna
" Dad " lirih Anna yang terang_g karena ulah Gray
" Atau Mami mau kita bermain dulu "
" Oh.. Dad.." Suara Anna sudah berubah menjadi des_n karena ulah Gray yang mulai nakal
" Eum.."
Setelah Cukup Basah, Gray langsung membawa pisang nya ke dalam hutan rimba
" Siap-siap anak Daddy, Daddy berkunjung "
#Skip
Di kamar Arnold, Arnold sudah memejamkan mata nya karena meras lelah, beda hal nya dengan Tirani yang sedang menata pakaian nya kedalam lemari
" Huh, tiap hari Seperti ini bisa-bisa kuku yang cantik ini patah " keluh nya
padahal Tirani hanya menatap Pakaian saja tidak lebih tapi malah seperti sedang kuli
Ketik masuk kedalam kamar Arnold sudah menyuruh Tirani untuk tidur di Kursi panjang tapi Entah lah Tirani lebih milih Beres-beres dulu dari pada istirahat .
__ADS_1