
Pagi ini Tirani keluar kamar dengan penampilan yang sudah rapih, Tirani berjalan ke arah Meja makan " Selamat pagi Pi mih " sapa Tirani
" Pagi siang " jawab Mami
Tirani langsung duduk di kursi dekat mami " Mih, Pih, Maafkan tirani Karana sudah membuat Mami dan papi cemas kemarin "
Mami tersenyum " Tidak apa-apa sayang " jawab mami
" Memang nya kemarin dari mana.?" Tanya papi
" Kemarin aku pulang ke rumah Kedua orang tua ku mih, Niat nya hanya ingin mengunjungi rumah eh malah ke tiduran " Jawaban Tirani terkekeh
" Jika kamu merindukan rumah, kamu bisa ko pulang ke sana tapi minta di temani oleh Arnold agar kamu tidak kesepian di sana " Ucap Mami
Arnold yang sedang memakan roti nya hanya bisa menghelaikan napas nya " gue lagi kan yang kena imbas nya " keluh Arnold
Tirani tersenyum tanpa melihat Arnold " Mami mau makan apa? biar Rani Ambilkan
" Mami roti saja sayang " ucap Mami
Tirani mengambilkan roti untuk Mami tidak lupa di beri Selai di Atas roti nya " Papi mau sekalian aku ambilkan?" tanya Tirani
" Tidak usah, papi ambil sendiri saja " jawab Papi mengambil roti
Tirani tersenyum lalu duduk di kursinya, Tirani tidak menawarkan Arnold karena Arnold sudah lebih dulu mengambil makanan nya sendiri
Mereka sarapan dengan tenang tanpa ada percakapan.
Setelah sarapan usai, Tirani langsung bersiap untuk pergi ke kampus " Mam, Tirani pergi dulu ya soalnya ada kelas pagi " Pamit tirani
" Sebentar " Ucap Mami
Mami langsung memanggil Arnold yang kebetulan sudah tidak ada jam kuliah " Arnold, Tolong hantarkan Tirani " Pinta Mami
Karena tidak bisa menolak, dengan pasrah Arnold mengikan permintaan sang mami " Baik lah " jawab Arnold
" Tidak perlu Mam, aku bisa sendiri ko, kan biasanya juga aku suka bawa mobil sendiri " Tolak halus Tirani
Mami memegang lengan Tirani dengan lembut " Tidak apa-apa sayang, lagian Arnold juga tidak keberadaan " Mami langsung melihat ke arah Arnold " Ya kan Arnold " tanya Mami
" Iyah Mih, sudah jangan banyak omong ayo cepat, nanti keburu siang " Ucap Arnold agak ketus sambil meninggalkan Tirani
Tirani yang melihat Arnold sudah pergi Langsung segera menyusulnya " Mi, aku pergi dulu " Pamit Tirani
" Iyah, sayang hati-hati " ucap Mami melihat kepergian Tirani
__ADS_1
" Semoga Meraka saling membuka hati dan saling menerima satu sama lain " Gunma Mami melihat punggung Tirani yang mulai tidak terlihat
Di dalam mobil sepeti Biasa tidak ada percakapan antara Tirani dan juga Arnold mereka saling bungkam seribu bahasa
Tirani tidak ingin menegur Arnold lebih dulu karena Tirani tidak ingin mengulangi ke salahkan nya lagi, Tirani pernah menegur nya lebih dulu alhasil Bukan nya di jawab malah di maki-maki oleh Arnold
Sesampai nya di kampus Tirani menaruh handphone nya di dalam tas lalu berpamitan kepada Arnold " terimakasih kak, sudah mau mengantarkan aku " Ucap Tirani
" hm.. " jawab nya dingin tanpa menoleh
" kalo gitu aku masuk dulu " pamit nya tanpa menunggu jawaban dari Android
Arnold menatap kepergian Tirani hingga tidak terlihat lagi, Arnold langsung menjalankan Mobil nya, Bukan nya pulang ke rumah, Arnold malah pergi ke taman yang biasa ia kunjungi dengan Anna semasa sekolah dulu
Taman yang penuh kenangan antara Arnold, Anna dan juga para sahabat nya, dulu di taman ini penuh dengan canda tawa bahkan Anna tidak ragu untuk tidur di Pangkuan Arnold " Itu semau hanya kenangan, kenapa kamu tidak bisa pergi dari pikiran ku Anna, Kenapa semkin aku mencoba melupakan mu, kamu malah semakin Menggila di pikiran ku " ucap Arnold sambil melemparkan krikil kecil ke sembarang arah
~ Di Negara K
Anna baru saja menyiapkan makan malam, kali ini Anna memasak capcay iseng Daging sapi yang Anna pelajari dari resep Salah satu stasiun TV
" Wah harum sekali " Ucap Gray yang berjalan ke arah sang istri lalu memeluk nya dari belakang
" benar kah, Ini resep baru ku loh Dad " jawab Anna sambil tersenyum
" Apa lagi kamu memasak nya pakai Cinta pasti akan semakin Nikmat " lanjut Gray mencubit pipi Anna
" Kalo begitu, Daddy duduk lah di meja makan ini sudah hampir usai " Ucap Anna
" Aku bantu ya sayang, biar aku bawain ke meja makan "
" Oke deh Dad, Aku tuangkan dulu ya " Anna menuangkan oseng-oseng nya ke dalam mangkuk daan di bawa oleh Gray ke meja makan
Anna berjalan ke meja makan dengan membawa perut nya yang sudah mulai buncit
" Dad, aku ambilkan ya "
" Iyan sayang " jawab Gray
" Aku tidak sabar ingin menyicipi resep baru mu sayang "
Anna tersenyum " Kalo begitu makan Yank "
Gray mengangguk dan mencoba masakan Anna " emmm.. apa ku bilang masakan mu memang paling Top sayang " puji Gray
" Kalo suka habiskan " Pinta Anna
__ADS_1
Anna memakan makanan nya sambil sesekali menyuapi sang suami " oh iya Dad, aku dengar dari Catlin kata nya Arnold mau menikah?" tanya Anna
" Iyah, aku juga baru di kasih tau Sama Mom tadi pagi " jawab Gray
" apa kita akan ke sana? "
" Tapikan kmu sedang hamil sayang, mana mungkin kita ke sana, aku gak mau mengambil resiko sayang "
Anna Terkekeh " Kamu tenang saja Dad, aku sudah konsultasi kepada Dokter, kata nya tidak jadi maslaah jika aku mau bepergian yang penting jangan lupa minum Vitamin saja " jawab Anna
" Benar kah? "
Anna menganggukkan kepalanya " Kecuali Catlin, dia tidak di ijinkan untuk terbang karena kehamilan nya yang sudah menginjak sembilan bulan " Lanjut Anna
" Baik lah, Dua hari lagi Kita terbang ke sana, sekalian kita menjenguk Mom " Kata Gray
" Iyah Dad "
Mereka melanjutkan Makan malam nya dengan tenang tanpa ada suara.
Setelah usai makan malam, Gray tidak langsung masuk ke kamar tapi dia pergi ke ruangan kerja nya karena ada kerjaan yang belum usai di tangani tadi.
Sedangkan Anna di dalam kamar, Anna sudah mengganti pakaian nya dengan baju tidur, Anna mengelus perut nya " kamu sebentar lagi akan segera keluar dan melihat dunia ini " Anna tersenyum " Mommy sangat bahagia Kamu hadir di tengah-tengah kami, semoga kamu menjadi anak yang sehat pintar dan berbakti " Ucap Anna
Anna langsung berjalan ke arah tempat tidur dan membaringkan Tubuhnya di atas tempat tidur karena Mata nya sudah mulai mengantuk
Sedangkan di Ruangan kerja Gray, Gray masih Fokus membaca Berkas-berkas
Tok..tok..tok..
Gray mengerutkan kening nya " Masuk "
" Tuan " ucap pelayan itu
" Ada apa?" tanya Gray dingin
" Ini saya membawakan Teh hangat untuk tuan "
" Saya tidak memintanya, jadi bawa lagi keluar " ucap Gray dingin
" Tapi Tuan " pelayan itu masih mencoba namun
" Keluar dari sini!!" bentak Gray
Tanpa menunggu lama, pelayan itu langsung pergi karena takut oleh Gray.
__ADS_1