
Setelah makan siang Gray membaringkan tubuh nya di paha sang istri '' Sayang habis dari sini kita jenguk karan dan catlin ya di rumah sakit '' Ajak Gray sambil memainkan rambut panjang Anna
'' Ide bagus, lagian aku juga tidak ada kerjaan lagi '' Jawab Anna
'' Tapi sebelum itu kita...''
Tok.. Tok..tok..
Bola mata Gray membulat ketika mendengar ada ketukan pintu '' Siapa sih ganggu saja '' keluh Gray
Sedangkan Anna malah terkekeh melihat sang suami yang terlihat kesal '' Buka dulu Dad ''
Dengan pasrah Gray membuka pintu ruangan yang sudah tadi ia kunci '' Kita lanjut di rumah nanti '' Bisik Gray di telinga Anna
'' Iya Dad, Aku akan melayani mu sepenuh dengan hatiku '' Jawab Anna terkekeh
Ceklek...
'' Ada apa, kamu ganggu waktu ku?'' Tanya Gray kesal
Max yang melihat wajah Bos nya terlihat kesal menelan ludah nya sendiri '' Maaf Tuan, Saya cuman mau bilang kalo sore ini Anda ada jadwal pertemuan '' Ucap Max menunduk
'' Tidak bisakah kamu kosongkan waktuku untuk hari ini, Kamu lihat kan kalo aku sedang bersama istriku? '' Lagi-lagi Gray merajuk karena harus berpisah dengan sang istri
'' Maaf Tuan tidak bisa, soal nya beliau sudah menunggu Anda dari beberapa hari yang lalu '' Jawab Max
'' Dad pergi lah, Aku tidak apa-apa menunggu mu di sini '' Ucap Anna mengelus wajah Sang suami
'' Benar ya kamu tunggu aku sampai beres '' Ucap Gray memelas
'' Iyah Dad '' Jawab Anna meyakinkan Sang suami
Mungkin jika karyawan Gray melihat bagai mana Gray yang selalu merajuk kepada Sang istri mungkin sudah menjadi gosip trending no satu di perusahaan
Anna mengelilingi ruangan Gray. Ruangan yang cukup besar bahkan ada ruangan pribadi dan kamar mandi di dalam sana
'' Kasur nya lumayan nyaman '' Anna membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mengelus perut nya yang sudah buncit
Satu jam telah berlalu, Gray masuk kedalam ruangan nya namun tidak bisa melihat keberadaan Anna '' Sayang '' Panggil Gray berjalan ke arah ruangan pribadinya
__ADS_1
Benar saja, Gray melihat sang istri yang sedang terlelap tidur di atas tempat tidur sambil meringkuk
Gray berjalan dan duduk di samping Anna sambil mengelus kepala Sang istri '' Aku mencari mu, tau nya kamu sedang tidur di sini '' Gumam Gray tersenyum. Gray membaringkan tubuhnya di samping sang istri sambil memeluk Anna dan ikut ke alam mimpi
Jam sudah menunjukan jam lima sore,namun di antara Gray dan juga Anna belum ada tanda-tanda pergerakan untuk bangun tidur
Max dan Widia sedari tadi sudah menunggu mereka di sopa ruangan kerja Gray '' Aapa mereka tidak akan bangun? ''
'' Menurutmu? '' Max melirik ke arah Widia
'' Menurutku kita tunggu saja sampai mereka bangun, toh di antara kita tidak ada yang berani untuk membangunkan mereke '' Jawab Widia sambil memainkan Handphone nya
Max hanya melirik ke arah widia dengan ekor matanya, lalu fokus kembali ke Laptop yang ada di atas pangkuan nya
Sebagai Asisten yang baik mereka dengan setia menunggu Tuan dan Nona nya bangun dari tidur siang mereka walaupun sudah terbilang bukan siang lagi tapi sore.
- Di Rumah
Tirani sedang duduk di depan kolam renang ia mempercantik kuku milik dirinya yang berwarna merah muda
Haunggg.....
'' Bi, bibi!! '' Teriak Tirani
Salah satu pelayan langsung lari ke arah Tirani '' Ada apa Non? '' Tanya pelayan itu
Tirani langsung menatap pelayan itu '' Suara aneh apa itu.? '' Tanya Tirani
Pelayan itu tidak langsung menjawab karena masih bingung dengan pertanyaan Tirani
Haunggggg....
'' Nah itu suara apa? '' tanya Tirani sambil menunjuk ke arah suara
Bukan menjawab pelayan itu malah mengulum senyum, mungkin di pikirnya masa susah beberapa hari tinggal di rumah Tuan nya tapi tidak tau dengan suara apa itu
Tirani yang melihat pelayan itu malah mengulum senyum langsung melotot '' Kamu berani menertawakan saya hah!! '' Bentak nya sambil melotot
'' Maaf Nona, saya hanya heran saja masa Nona tidak tau dengan suara yang barusan ''
__ADS_1
'' Kalo saya tau buat apa nanya sama kamu bodoh '' kesal Tirani
'' Itu suara peliharaan Nona Anna Non, Di samping rumah ini ada taman yang di khususkan untuk peliharaan Nona Anna '' Jawab pelayan itu
Tirani mengerutkan keningnya '' Peliharaan? '' Tanya Tirani
'' Iya Non '' Jawab pelayan itu
'' Hantarkan aku kesan aku ingin lihat Nona kalian memiliki peliharaan apa saja '' Tirani berdiri dan mengikuti kemana pelayan itu melangkah
Bola mata Tirani seketika merasa terhipnotis bahkan ia tidak mampu untuk berkata-kata melihat apa yang ada di hadapan nya
Wanita yang di kenal lemah lembut nyatanya memiliki peliharaan yang tidak biasa
'' kau lihat itu '' Tunjuk Arnold ke arah singa putih yang sedang duduk manis
'' Dia tidak akan segan-segan memakan mangsanya. jadi aku peringati kau untuk tidak macam-macam kepada Anna jika kau tidak ingin menjadi santapan singa putih itu, karena dia tidak akan membiarkan Nyonya di sakiti oleh wanita yang seperti mu '' Bisik Arnold di telinga Tirani
Tirani seakan kaki nya lemas gemetar bahkan jika tidak ada pegangan mungkin saat ini Tirani sudah terjatuh tersungkur ke lantai
Arnold yang melihat Tirani yang shock hanya tersenyum puas lalu pergi meninggalkan Tirani di sana sendiri, ada niatan Arnold untuk membantu Tirani
Sesampai nya di kamar, Arnold membuka dasi dan juga kemeja lalu melemparkan nya ke sembarang arah, Saat ini dirinya hanya sedang ingin mandi menjernihkan pikiran setelah sekian lama dirinya tidak teringat kepada wanita yang pernah menjadi pacar bayarannya, tiba-tiba saja Arnold melihat Via yang sedang berjualan kue di lampu merah dengan perut yang agak membuncit.
'' Apa dia sudah menikah, dan saat ini sedang hamil anak suaminya ?'' Gumam Arnold mengusap wajah nya di bawah guyuran air shower
'' Tapi kenapa hatiku merasa sesek melihat Dia yang berjualan dengan kondisi hamil seperti itu, apa suaminya tidak bertanggung jawab? '' banyak pertanyaan di benak Arnold tentang Via namun dia juga harus sadar bahwa dirinya saat ini sudah memiliki Tirani, walaupun hanya di atas kertas
Tirani duduk di meja makan dengan wajah yang masih shock '' Kamu kenapa? '' Tanya Anna yang baru saja sampai di rumah dengan di ikuti Gray, Widia Dan juga Max
'' Aku tidak apa-apa '' Jawab tirani memalingkan wajah nya kearah lain
'' Oh aku pikir kenapa '' Anna langsung mengambil piring untuk makanan yang di belinya tadi
'' Sayang aku ke kamar dulu ya, gerah '' ucap Gray
'' Iyah Dad '' Jawab Anna yang sudah tidak sabar untuk melahap makana yang ada di hadapan nya
''Kak Gray '' sapa Tirani sambil tersenyum manis
__ADS_1
Bukan nya membalas Gray malah berlalu begitu saja. Widia dan juga Max mengulum senyumnya.