
Pagi ini Anna bangun pagi untuk menyiapkan sarapan " Bi, tolong di kupas ya " Pinta Anna
" Baik Non " jawab Bibi
Awalnya bibi melarang Anna untuk masuk ke dapur karena ini sudah menjadi tugas bibi namun Anna kekeuh ingin Memasak dan menyiapkan nya sendiri
" Bi, Mom suka sarapan apa kalo pagi" tanya Anna
" Nyonya besar jarang sarapan Non, paling makan buah sama jus "
Anna mengangguk mengerti " Kalo begitu kita bikin salad buah saja ya Bi, itu juga bagus buat di jadikan sarapan "
" baik Non "
Bukan hanya salad buah yang di buat Anna, ada juga beberapa menu sarapan yang lain nya.
Tirani masuk ke dapur dengan membawa makanan yang di buat oleh Mami tadi pagi. Tirani melihat Anna yang sedang sibuk di dapur " Mentang-mentang lagi di rumah mertua so sibuk " Gumam Tirani
" Non tirani " Ucap pelayan itu
" Eh, iya Bi, Ini Aku di suruh Mami Buat bawain ini ". Ucap Tirani langsung memberikan Makanan nya kepada pelayan
Anna yang melihat ada ke hadiran Tirani langsung tersenyum " Terimakasih Tirani " Ucap Anna sambil tersenyum
" Hem.." Jawab Nya yang langsung pergi meninggalkan dapur
Anna yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya " Bi ini sudah usai, tolong di tata di meja makan ya, aku mau bangunin Suamiku dulu "
" Iyah Non " jawab Bibi
Anna Langsung ke kamar Gray yang ada di lantai dua.
Ceklek..
" Eh Daddy sudah bangun?" ucap Anna yang melihat Gray sudah beres mandi
Gray tersenyum lalu merangkul sang istri " Bagai mana aku bisa tidur jika kamu tidak ada sayang di samping ku " Jawab Gray menggigit pundak Anna
" Auh.. Kamu kebiasaan Dad " Keluh Anna yang meringis kesakitan
__ADS_1
" Habis aku gemas sama kamu sayang " Gray membawa Anna ke atas tempat tidur dan membaringkan nya
" Lain kali jangan ninggalin aku masih tidur karena aku tidak bisa tanpa mu sayang " Gray merengkuh Anna dan mel_t bi_r Anna dengan lembut
" Eumm.." lengguhan Anna
Gray tersenyum lalu menghentikan aksi nya " Ini sudah siang Dad, ayo turun " ajak Anna tersenyum
" Apa kita tidak akan ada satu ronde?" goda Gray
" Tidak enak Dad, Mom pasti sudah nunggu di bawah " elak Anna
" Hem, baik lah, pagi ini aku melepaskan mu tapi tidak untuk nanti malam "
Anna menganggukkan kepalanya. Anna dan Gray turun ke bawah benar saja jika di meja makan sudah ada Mommy menunggu ke datangan mereka
" Morning Mom " Sapa Gray mencium pipi sang Mommy
" Morning juga sayang " jawab Mom
" Mom, Maaf tadi Anna pakai dapur nya buat bikin sarapan "
" Kalo begitu ayo kita sarapan, Mom sudah tidak sabar ingin mencicipi Salad buah buatan mu "
Anna tersenyum lalu mengambilkan salad buah untuk Mom, dan mengisi piring Gray dengan roti panggang karena Gray tidak terlalu suka buah
" Ini enak sayang " Puji Mom
" Benar kah?" tanya Anna
" Lain kali Ajar kan Mom ya buat bikin yang seperti ini "
" Iyah Mom, kalo begitu mari kita sarapan dulu, oh iya itu tadi ada Tirana mengirimkan makanan itu kata nya dari Aunty " Ucap Anna memberitahu Mom
" Wah ternyata dia benar-benar buatin, Mom pikir Aunty mu hanya becanda semalam hahaha"
Bagai mana tidak heran, Mami Arnold itu paling anti membuat makanan, Karena takut kuku-kuku patah dia paling menyuruh Para pelayan untuk masuk dapur.
~ Di rumah Arnold
__ADS_1
Kelurga ini sedang menikmati sarapan nya,. Arnold tirani, mami dan papih mereka Sarpan bersama.
" Tirani, tadi siapa yang menerima masakan dari Mami?" tanya Mami
" Kak Anna yang terima, seperti nya Aunty masih belum bangun " Jawab Tirani sambil mengunyah makanan nya
Arnold mengerutkan kening nya, dia belum tau jika Anna dan Gray telah pulang, kemarin Arnold sibuk dengan wanita nya di sebuah Klab malam
" Apa mereka sudah Samapi, kenapa tidak ada yang memberitahu ku?" tanya Arnold
" Kak Anna dan Kak Gray baru Samapi kemarin siang, Dan kak Arnold juga kemarin seperti nya sedang sibuk soalnya ketika aku telpon-telponan kakak tidak mengangkat nya " jawab Tirani
" Memangnya kemarin kamu kemana Arnold?" tanya Mami
" Ada cara kampus MI " jawab Arnold asal
" Kamu ini baru lulus tapi malah masih main-main, Segera lah turun ke perusahaan sudah cukup kamu main-main, sebentar lagi kamu akan menikah kamu harus bekerja untuk memberikan uang bulanan kepada Tirani " tegur Papi menatap Putra nya itu
" Iyah Pih " Jawab Arnold singkat, Arnold paling malas jika harus membahas soal perusahaan apa lagi jika dirinya harus kerja untuk Tirani.
Tirani hanya diam saja ketika melihat Arnold sedang di tegur oleh papi nya, dia tidak ingin ikut campur lagian ada benar nya juga ucapan papi jika Arnold harus segera bekerja
Seusai sarapan Tirani dan juga Mom langsung ke taman untuk menyiram tanaman sambil mengobrol santai, sedangkan Arnold dia masuk ke dalam kamar nya nya lagi beda hal nya dengan papi yang sudah pergi ke perusahaan
" Nanti jika kamu sudah menjadi seorang istri, kamu harus nurut kepada suami ikuti perintah nya dan jangan melawan selama itu masih di jalan yang benar, Rumah tangga sangatlah tidak mudah pasti ada saja perselisihan namun kita harus menanggapi nya dengan tenang jangan sambil sambil emosi "
" Baik Mam, aku pasti akan ingat terus nasehat Mami " jawab Tirani sambil tersenyum
" Bagai mana aku akan menjadi seorang istri yang patuh jika di hati calon suamiku masih ada wanita lain dan masih menyukai nya " Tirani menatap ke arah lain memikirkan bagai mana nasib pernikahan nya nanti
" Kemarin Arnold cerita jika setelah menikah kalian akan tinggal di negara K dan memulai bisnis baru di sana, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Mami
Tirani tersenyum " Aku ikut kemana pun suamiku pergi Mom, lagian di sana juga kan ada para sahabat kak Arnold jadi aku pasti ada teman " Jawab Tirani
" Sukur deh kalo gitu Mami tenang dengar nya, lagian di sana nanti akan Ada Anna jika kamu membutuhkan sesuatu katakan saja kepada Anna, Dia wanita yang baik dan juga sopan pasti dia akan sekali membantu mu " kata Mom
" Iyah Mom " jawab Tirani singkat, Tirani sangat sebal jika Sudah membahas soal Anna
" Sehebat apa sih wanita itu sehingga semua orang memuji nya, apa karena dia seorang model ?" batin Tirani
__ADS_1
Sedangkan di kamar Arnold sedang Foto yang berada di dalam handphone " Apa kabar kamu, Aku ingin menemui mu tapi aku takut, takut tidak bisa menahan diri ku " Gumam Arnold