Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 137 PENYESALAN


__ADS_3

Dengan segala pertimbangan dan demi nama baik keluarga dan juga Istrinya Arnold menyetujui keinginan Tirani apa lagi Publik hanya tau jika Tirani lah istri satu-satunya Arnold


Ketika Arnold menikah dengan Cahra, Arnold hanya mengundang kerabat saja karena jarak yang jauh bahkan menyebrangi lautan yang tidak memungkinkan Arnold untuk mengundang Rekan bisnis orang tuanya


Beda halnya dengan Tirani yang mengundang semua rekan bisnis dari kedua pihak, Apa lagi Media yang menyoroti pernikahan Tirani dan juga Arnold membuat Semau stasiun tv Menayangkan pernikahan nya. siapa yang mau terlewatkan kan oleh pernikahan dari anak Pembisnis sukses.


'' Maafkan Aku sayang karena aku harus harus mengambil keputusan yang seharusnya tidak aku ambil tapi ini semua demi kebaikan kita semua. Maafkan Aku '' Arnold meremas rambutnya ia sungguh bodohnya kenapa dulu dirinya tidak langsung menceraikan Tirani ketika Tirani sudah melahirkan, kenapa Arnold sangat bodoh andai saja Dulu dirinya Langsung menceraikan Tirani mungkin tidak akan pernah ada kejadian yang seperti ini apa lagi Samapi menyakiti hati istri dan putrinya.


Tirani bukan hanya meminta hak untuk anak nya Tirani juga memutuskan untuk sementara akan tinggal di Indonesia. Tirani sudah membeli Apartemen yang jarak nya tidak terlalu jauh dari Perusahaan Arnold agar Tirani dan putranya sering Mengunjungi Arnold. dan Tirani juga berencana ingin merebut Arnold kembali dengan menggunakan putra nya.


Tok..tok..tok...


'' Masuk '' Kata Arnold dari dalam


Ceklek..


'' Pipih.... '' teriak Jasmine berlari kearah Arnold


Hap..


Arnold menangkap Putrinya '' Jangan lari sayang nanti kamu jatuh '' Tegur Arnold yang sudah memangku putrinya


Cahra masuk keruangan Arnold dengan senyuman yang mengambang di wajahnya


'' Loh Ko Mimih dan putri pipih datang tanpa memberi Tau Pipih siah kan Pipih bisa jemput di bawah '' Kata Arnold


'' Untung Tirani dan Ronal sudah pergi kalo tidak bisa-bisa akana da perang dunia ke dua '' Batin Arnold Menghelakan napasnya


'' Kami sengaja ingin memberikan kejutan untuk pipih '' Kata Cahra yang membawa Rantang makanan


" Kalian benar-benar sudah berhasil membuat pipi Terkejut sayang " kata Arnold yang membawa Jasmine ke sopa dengan di Ikuti oleh Cahra

__ADS_1


Cahra menaruh Rantang di atas Meja sopa namun Cahra Mengerutkan keningnya ketika melihat Ada robot-robot di Sopa


" Pih ini milik siapa? " Tanya Cahra sambil menunjukan robot-robot kearah Arnold


Arnold menelan silvernya " o..oh itu Mungkin milik rekan bisnis Pipih karena tadi ada rekan bisnis Pipih yang bawa putra nya, maklum janda " elak Arnold


Cahra menaikan Satu Alis nya ke atas " Memang nya boleh Bawa anak ketika mau ketemu Klien? " Tanya Cahra


Arnold tersenyum " Bagai mana lagi Mih, Dia seorang janda dan dia juga belum ada pengasuh untuk mengasuh Putra nya, awalnya juga pipih heran kenapa beliau membawa Anak kecil namun setelah mendengar penjelasan dari nya Pipih Merasa iba dan tidak mempersalahkan itu semua " kata Arnold


" Maafkan aku sayang, maafkan aku karena sudah Berbohong kepada dirimu " Arnold hanya bisa membatin di dalam hati sambil memejamkan mata nya sejenak dan berharap Cahra percaya dengan perkataan nya.


" Berarti jika Nanti Aku ingin pergi Shoping di hari-hari biasa Aku bisa menitipkan Jasmine dong kepada pipih " seru Cahra dengan senyuman yang mengambang di wajah nya


Arnold tersenyum " kapanpun Aku siap sayang, Lagian tidak jadi masalah Untuk ku jika harus kerja membawa putri kita Asalkan jatah ku bertambah setiap malam nya hihihi " kata Arnold yang menggoda sang istri


" Dih, pipih sekali saja mengambil kesempatan dalam ke sempitan " keluh Cahra


Jasmine tidak menghiraukan ucapan kedua orang tuanya karena Ia asik bermain Handphone


" Kamu bawa apa sayang? " Tanya Arnold mengalihkan pembicaraan


" Tadi Pipih lupa gak bawa rantang yang sudah aku siapin makanya aku membawa putri kita untuk makan siang bersama " Jawab Cahra


Cahra tadinya tidak ada niat untuk ke perusahaan namun karena Arnold meninggalkan bekal makan siang akhirnya Cahra memutuskan untuk makan siang bersama Arnold di perusahaan


" kalo begitu ayo kita makan, pipih sudah laper sekali " kata Arnold sambil mengusap perut nya


Cahra tersenyum ia menyiapkan makanan untuk sang suami lalu dirinya.. Sebelum Cahra makan, Cahra lebih dulu menyuapi Jasmine karena Jiak Jasmine makan sendiri bisa-bisa beresnya tengah malam nanti karena Jasmine paling lambat kalo makan sendiri


" Sayang di kunyah makanan nya, Jagan main handphone terus " tegur Cahra kepada Jasmine

__ADS_1


" Maaf Mih " kata Jasmine yang langsung menaruh handphone dan mengunyah makanan nya


Arnold yang melihat Interaksi Cahra dan juga putrinya ia merasa bersalah, Arnold sangat takut, takut jika Cahra tau jika dirinya telah bertemu kembali dengan tirani dan menjaganya untuk mengakui Anak tirani sebagai Putra nya


" Pih.. " tegur Cahra yang melihat Arnold mengaduk-aduk makanan tanpa memakan nya


" Eh.. iya Sayang " kata Arnold ketika Jasmine mencubit lengan Arnold


" Pipih, kenapa ko melamun? " Tanya Jasmine


" Tidak sayang, pipih tidak melamun ko, pipi hanya Bahagia melihat kalian ada di sini makan siang bersama dengan pipih " jawab Arnold sambil tersenyum


Cahra merasa ada yang aneh kepada Sang suami tidak biasanya Arnold berucap begitu lagian kan setiap hari juga kita makan bersama di rumah jadi apa yang menjadi spesial


" Di makan Pih, nanti makanan nya semakin dingin " tegur Cahra


" Iya sayang " kata Arnold yang langsung memakan makanan nya


Setelah makan siang, Cahra dan Jasmine Langsung pulang ke rumah karena Jasmine yang terlihat kelelahan


~ RUMAH


Sesampai nya di rumah Cahra menggendong Jasmine yang tertidur di mobil


Chara membaringkan Putrinya di atas tempat tidur lalu menyelimuti Sang putri " tidur yang nyenyak ya sayang, Mimih sangat menyayangi mu " kata Cahra mengecup kening Jasmine lalu pergi ke kamar nya untuk membersihkan diri karena badanya terasa lengket apa lagi di luar lumayan panas


Di bawah guyuran air shower Cahra mengusap wajah nya dengan pelan ia ingin mendinginkan pikiran dan hatinya yang sudah mulai gelisah


" Pih, aku tidak tau apa yang sedang kamu sembunyikan dari ku, tapi aku hanya bisa berdoa agar kamu selalu setia dan selalu ada di samping diriku " Gunma Cahra


Cahra bukan orang bodoh yang akan percaya dengan omongan sang suami, ia sangat tau betul jika perusahaan itu memiliki Peraturan yang sangat ketat jadi mana mungkin Rapat dengan membawa seorang anak apa lagi ketika Cahra masuk kedalam perusahaan Cahra mendengar desas desus tentang suaminya namun Cahra sekuat mungkin ia menepis pikiran negatif karena Cahra yakin jika sang suami setia dan tidak akan ada perselingkuhan di rumah tangganya.

__ADS_1


__ADS_2