Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 38 : Menua bersama


__ADS_3

Selamat pagi dunia yang penuh tipu-tipu, Itulah yang selalu di ucap oleh Anna setiap pagi tapi kali ini Anna tersipu malu di saat dirinya Bangun tidur tapi sudah ada yang memperhatikan dirinya " Good Morning Sayang" sapa Gray yang sudah memperhatikan Anna sedari tadi


Anna langusng sembunyi di dada bidang Gray karena malu " Cup " Gray mengecup pucuk kepala Anna


" Sejak kapan kamu bangun?" tanya Anna yang masih sembunyi di dada bidang Gray


" Kalo ngomong itu lihat orang nya " Ucap Gray " Itu sangat tidak sopan "


Anna langsung menatap Gray " Habis aku malu " Jawab Anna jujur


" Buat apa malu, toh aku sudah tau bagai mana dirimu "


" Heum " Anna membuang muka ke arah lain dan berniat Untuk turun dari tempat tidur


Namun keburu Gray menahan tubuh Anna di bawah Kungkungan nya " Aku suka ketika melihat mu malu-malu seperti itu " Bisik Gray di telinga Anna membuat Anna semakin dag Dig dug jantung nya berubah tidak karuan


Gray mel_t bi_r Anna dengan lembut dan memperdalam Ciu_n nya " Eum..." lengguhan Anna mulai terdengar ketika Gray Menyentuh Gunung kembar Milik Anna


Mata ke dua nya saling berpandangan dan melanjutkan Aksi mereka hingga keringat yang bercucuran dan bahkan Gray mendengar jeritan dari bibir Anna membuat dirinya puas dan bahagia karena wanita yang selama ini di cintai nya bisa menjaga Hal yang paling berharga


" Love you sayang "


" Love you to " jawab Anna dengan Sura lemas nya


Gray menjatuhkan tubuhnya di samping Anna lalu memeluk Anna dengan lekat " Terimakasih kamu mau memberikan nya kepada ku, dan Maaf aku sudah mengambil nya tanpa persetujuan mu "


Anna memeluk erat Gray " Jangan pernah tinggalkan aku, jadilah laki-laki yang pertama dan terakhir dalam hidup ku " Ucap Anna " Aku ingin menua bersama dengan mu Samapi akhir hayat memisahkan kita "


" Maka dari itu, mari kita menikah Agar kita tidak akan ada yang memisahkan lagi dan kita bisa hidup bersama selama nya " Ucap Gray menatap bola mata Anna


Anna menganggukkan kepalanya lalu tersenyum manis " kalo begitu bolehkah aku melakukan nya lagi "


Setelah menerima anggukan dari Anna, Gray langusng melancarkan aksi ke dua nya, Awalnya jeritan sakit dan perih namun lama kelamaan jeritan itu semakin indah untuk di dengar oleh Gray.b


Di bawah Catlin, Widia dan Max yang sedang bersantai di Sopa ruang tv yang awal nya mereka menikmati masa bersantai mereka karena belum menerima tugas apa-apa dari Anna maupun Gray


Mereka bertiga saling pandang dan menutup telinga mereka masing-masing " Apa di kamar nya tidak menggunakan Pengedap suara?"

__ADS_1


" Sepertinya tidak "


" Pagi ini benar-benar pagi yang sangat panas untuk mereka, Bukan hanya sekali bahkan sampai dua kali " Ucap Catlin sambil menunjukan dua jari nya


" Siap-siap lah sebentar lagi kita akan di sibukkan dengan acara pernikahan mereka " ucap Max tiba-tiba


Catlin dan Widia langusng melihat ke arah Max dan mengerjapkan mata nya " Dan selanjutnya kita kan mendapatkan Ponakan " Seru Catlin bersorak bahagia


" Tahun depan kita akan mendapatkan Ponakan dua sekaligus " ucap Widia


" Benarkah, Lalu satu lagi dari siapa?" tanya catlin


" Dari mu " jawab Widia memakan cemilan nya


Catlin langusng cemberut dan langusng menjatuhkan tubuhnya di atas sopa " Kau benar, tapi kan Aku belom pasti " elak Catlin


" Kita lihat saja nanti " Kata Widia


Max mengangguk " Apa mau sekalian ku persiapan acara pernikahan nya?" tanya Max


Widia langsung membulatkan bola mata nya mendengar ucapan Catlin " Kalo ngomong itu jangan sembarangan, jika kamu menikah dengan pria triplek itu bagai mana dengan Karan " sindir Widia


" Iya siapa tau saja kan, Kak Max mau mejadi suamiku " Kata Catlin " Secara aku cantik dan kaya, Iya kan kak Max " tanya Catlin kepada Max


" Kalo aku sih Yes " Jawab Max polos


Bugh


Widia melemparkan bantal kepada Max " Kalo ngomong itu di jaga " keluh Widia


Catlin menatap Widia " Kenapa kakak yang marah?" tanya Catlin


" Aku tidak marah, hanya saja aku kasian kepada calon anak mu yang akan mempunyai Ayah berwajah triplek " elak Widia


" Cieee.. kakak cemburu ya " Goda Catlin menyenggol lengan Widia


" Apaan sih kamu ini, mana mungkin aku cemburu sama laki-laki berwajah Triplek seperti dia " Widia memasang wajah yang jutek

__ADS_1


" Cie cie kak Widia.."


Widia langusng pergi meninggalkan Catlin dan Max dengan beralasan sakit perut


" Kak, seperti nya kak Widia suka sama kakak" Ucap Catlin kepada Max


" Jika itu sampai terjadi maka malam ini akan ada hujan angin badai " Jawab Max dingin dan langsung membuka laptop nya


Catlin malah mengulum senyum melihat tingkah Mas dan juga Widia yang sama-sama jaim


Sedangkan di kamar, Gray dan Anna baru saja beres mandi " Kak, Kaka saja yang bawakan makanan ke sini, Aku malu untuk keluar, Lihat lah jalan ku " Anna langusng berjalan pelan


" Maafkan aku ya sayang, karena sudah membuat kamu kesakitan " Ucap Gray mengelus pipi cantik Anna " Yasudah kalo begitu tunggu di sini, biar aku bawakan makanan untuk mu " Anna mengangguk


Gray langsung turun ke bawah untuk membawakan makanan untuk Anna " Bi, Tolong siapkan makanan Untuk ku dan juga Anna " Ucap Gray kepada pelayan


" Baik tuan "


Gray duduk di sopa dekat Max " Max, apa kamu tidak ada kerjaan jam segini sudah berada di sini?" tanya Gray


" Maaf Tuan, Tadi saya sudah dari kantor dan membawakan berkas ini Untuk Anda " Ucap Max sambil memberikan beberapa berkas kepada Gray


" Hm " jawab Gray yang langsung membaca Berkas dan tandatangani berkas tersebut " sudah, kamu Langsung lah ke kantor dan bereskan ini semua " ucap Gray


" Apa Tuan tidak akan ke kantor bersama saya?" tanya Max, pertanyaan yang sangat konyol " Dan seperti nya anda sedang bagia "


" Sepertinya Kamu harus segara memiliki kekasih agar kau tau bagai mana rasa nya memiliki seorang kekasih " Ucap Gray menyindir Max " Hari ini aku tidak akan pergi ke kantor, urus lah semua nya oleh mu "


Max tidak bergeming ia langsung pamit kepada Gray untuk pergi ke perusaan


Gray berjalan ke dapur untuk melihat apa makanan nya sudah siap apa belum " Bi, apa sudah siap?"


" Sebentar lagi Tuan "


" Hm, cepat lah Anna sudah kelaperan " ucap Gray Mengetuk-ngetuk meja makan


" Bagai mana tidak kelaperan orang kamu yang ngegempur hahaha " ledek Catlin yang tiba-tiba datang dari taman.

__ADS_1


__ADS_2