Half Of My Soul

Half Of My Soul
Bab 18 : Terbang


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Anna langsung Membaringkan tubuhnya lalu terlelap Tidur, saking lelah nya Anna lupa jika dirinya belum memberi kabar kepada Para sahabat dan juga Gray karena handphone nya mati.


Widia yang baru saja habis mandi tiba-tiba Handphone nya berdering berkali-kali " Siapa sih berisik banget, gak tau apa kalo ini sudah malam " kesal Widia


Widia language mengambil Handphone dan melihat siapa yang mengirim pesan dan menelpon dirinya Samapi Berkali-kali


Halo


..


Ini siapa.?


..


Oh..


Hah siapa.?


..


Ah maaf, aku kira siapa


..


Mungkin dia sudah tidur karena di sini sudah malam


..


Widia mematikan telpon nya lalu mengirim gambar kepada Orang yang menelpon dirinya Samapi Berkali-kali



Widia. : Dia sedang tidur, mungkin kelelahan, dan besok juga harus ke rumah sakit untuk pemeriksaan


Gray. : Kenapa kak Widia tidak bilang kalo besok mau ke Rumah sakit ?


Widia. : apa Anna tidak bilang padamu, kalo besok dia akan mulai pemeriksaan.?


Gray. : Tidak! dia tidak bilang apa-apa, dia hanya bilang akan ada jadwal pemotretan


Widia tidak tau jika, Anna tidak memberitahu Gray soal pemeriksaan nya, Widia pikir Anna sudah memberitahu Gray

__ADS_1


Widia. : Doakan saja mudah-mudahan Anna Kondisi nya baik dan bisa langsung di Operasi


Gray. : Kabari aku jika semua nya sudah lancar


Widia. : Ok


" Waduh gawat nih kalo sampe Anna tau kalo aku yang memberitahukan Gray soal pemeriksaan " Widia benar-benar tidak tau jika Anna tidak memberitahu Gray " Bagai mana ini, ah gimana nanti saja lah " Gumam Widia yang langsung mengambil pakaian nya.


~ Di negara Y


Gray memejamkan mata nya ia harus bagai mana sekarang, tidak mungkin besok Gray harus menyusul Anna, Kalo Gray pergi sama saja Gray membenarkan Kehamilan Celina " Aku harus menghubungi mereka " gumam Gray


Gray menghubungi para sahabat nya untuk pergi menemani Anna besok, dan Gray akan menyusul ke sana setelah urusan nya di sini selesai


Sesudah menghubungi para sahabat nya, Gray merasa gundah gulana " Mudah-mudahan semua nya berjalan lancar, Aku janji setelah kamu bangun nanti, aku akan ada di samping mu Anna " Ucap Gray


Tok.. tok.. tok..


" Masuk " Jawab Gray


" Tuan, sudah saat nya untuk memulai Rapat " Ucap Max kepada Gray


" Hm.."


Catlin, Arnold dan juga Karan sedang ngumpul, tadi ketiak Gray menghubungi mereka, mereka langsung kumpul di Butik milik Catlin " Jadi bagai mana, kita berangkat kapan .?" Tanya Karan


" kita berangkat sore nanti " Jawab Catlin


" Baik lah " jawab Arnold " apa kak Gray ikut.?"


" Tidak, dia sedang mengurus masalah nya dengan wanita gila itu, katanya besok dia dan wanita gila itu akan melakukan tes DNA jadi tidak mungkin Gray melewati nya" jawab Karan


" Semoga semua nya berjalan dengan lancar ya " lanjut Catlin


" Amin " Ucap Arnold dan juga Karan


Mereka merasa prihatin melihat Gray sedang di landa masalah, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, mereka hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Gray


Sore pun telah Tiba, Catlin, Karan dan juga Arnold mereka sudah berada di dalam pesawat, Catlin duduk bersebelahan dengan Karan sedangkan Arnold memilih untuk duduk sendiri " kak "


" Hm.. " Jawab Karan

__ADS_1


" Apa kakak pernah ke negara K.,?" tanya Catlin


" Belum pernah, ini pertama kalinya untukku " jawab Karan jujur, selama ini Karan terus menetap di negara Y karena Karan tidak ingin jauh dari Catlin


" oh, berarti aku beruntung dong bisa pergi bareng kakak, ini juga penerbangan pertama ku " Ucap Catlin


" Benar kah " Tanya Karan


Catlin menganggukkan kepalanya " serius, Karena Aku tidak ingin jauh-jauh dari gebetan ku hehehe " jawaban Caltlin jujur sambil melihat kearah lain


lagi-lagi hati Karan merasa di tusuk jarum, mendengar kejujuran Catlin, Jujur boleh tapi Liat liat dulu kepada siapa ngomong jujur nya


Karan Tidak ingin melanjutkan pembicaraan, Karan pura-pura untuk tidur agar Catlin tidak melanjutkan Ucapan nya " Pantas saja gak ada jawaban, ternyata tidur " Gumam Caltlin, Karena tidak ada teman ngobrol Catlin pun ikut tidur


Sedangkan Arnold saat ini sedang melamun, apa dia akan sanggup jika wanita pujaan nya telah menikah dengan orang lain, dan apa Arnold bisa menerima Wanita itu sebagai sepupunya kelak. Arnold membuang napas kasar sambil menggaruk kan kepala yang tidak gatal " Kenapa harus kamu yang menjadi sepupu ku "


" Itu tanda nya bukan jodoh mu " jawab Wanita yang ada di samping Arnold


Sontak saja Arnold melirik ke samping " Ikhlas kan dia agar hati mu lega " Ucap Wanita itu


" Siapa kamu, berani-beraninya nya kamu menasehati ku " Ucap Arnold tidak terima


" aku bukan siapa-siapa, hanya saja aku pernah ada di posisi mu, mencintai dengan diam itu sangat menyakitkan bahkan membuat hati dan pikiran kita menjadi tidak sehat " ucap nya


Arnold melihat wanita itu dengan lekat " Kamu masih kecil tapi sudah cinta-cintaan " Sindir Arnold


plak


" Aw.." Gadis itu memukul lengan Arnold karena tidak terima di sebut anak kecil


" Usai ku sudah dua puluh tahun, aku bukan anak kecil lagi " keluh gadis itu " hanya postur tubuhku saja yang imut " lanjut nya langsung melihat ke arah lain


" Hahaha.. aku tau kenapa kamu mencintai dalam diam, pasti kamu tidak PD kan dengan postur tubuh mu yang imut itu, sedangkan dia pasti tinggi gagah dan juga tampan " Ledek Arnold


" Jangan, Meledek orang lain, apa kabar nya dengan mu, percuma punya postur Tubuh yang tinggi tampan dan gagah tapi Cemen, tidak berani mengungkapkan isi hati mu sendiri kepada wanita itu, Cih " Gadis itu berdesis sebal kepada Arnold


Arnold terdiam mendengar ucapan Gadis di samping nya " Benar kata mu, aku ini Cemen tidak berani mengungkapkan isi hati ku kepada nya, Coba kalo dulu aku mengungkapkan nya mungkin saat ini aku sudah bahagia dengan nya " Ucap Arnold


" Sabar, Cinta itu tidak harus memiliki dengan kita melihat dia bahagia dengan orang lain saja kita harus ikut bahagia, Itu lah Cinta " Ucap gadis itu so bijak, padahal Dulu ketika dirinya mencintai dalam diam dan mengetahui kenyataan bahwa lelaki impian nya telah menikah dengan wanita lain, dia sampai mabuk-mabukan dan tidak sadarkan diri sampai di bawa ke rumah sakit untuk tidak Oper dosis.


" Kamu benar, Cinta itu tidak harus memiliki " lanjut Arnold " mungkin ini saat nya aku melupakan mu, Semoga kamu bahagia dengan sepupuku, dan semoga kalian akan di berikan momongan yang tampan dan juga cantik " gumam Arnold padahal hati nya perih ketika berucap seperti ini

__ADS_1


" Nama ku Arnold " Arnold mengulurkan tangan nya


" Via "


__ADS_2