Half Of My Soul

Half Of My Soul
Bab 32 : Pagi yang indah


__ADS_3

Pagi yang indah, bahkan sangat indah bagi Gray dan juga Anna, Bagai Mana tidak mereka menghabiskan satu malam penuh di ruang rawat Anna tanpa ada yang mengganggu, Senyum Gray terbit ketika membuka mata melihat ada sosok yang ia cintai


Gray mengelus pipi cantik Anna dengan lembut " Eum" Anna mulai membuka mata nya dengan perlahan, Senyum Anna juga terbit di pagi itu, Mereka saling menatap sampai jarak yang bisa di hitung dengan Senti. Gerai menahan tengkuk Anna namun...


" Ahm.. " Karan berdehem membuat pasangan itu langsung sadar dengan apa yang akan mereka lakukan


Gray dan Anna langsung menatap ke orang-orang yang sudah berdiri di dekat sopa " Morning" Sapa Catlin sambil melambaikan tangan dan menunjukkan gigi rapih nya


" Morning to " Balas Anna malu-malu


" Tau akan ada pertunjukan mending tadi kita ke sini agak siangan " Keluh Arnold yang langsung duduk di sofa


Widia menyusul Arnold untuk duduk " benar kata kamu " lanjut Widia


" kalo begitu, kalian bisa balik lagi " Ucap Gray turun dari tempat tidur dan mengambil air putih untuk dirinya Minum


Bagai mana Arnold tidak kesal, dia sudah berusaha untuk bangun lebih pagi agar bisa ke rumah sakit untuk menemui Anna tapi yang ada Malah hati nya yang di bakar oleh cemburu


Ya, semenjak sekolah Arnold sudah mulai menyukai Anna, Namun siapa sangka jika hati nya akan patah sebelum mengucapkan isi hati kepada Anna, Mulai saat ini Arnold harus melatih perasaan nya agar tidak terlihat oleh Anna bahwa Arnold telah menyukai nya.


Arnold hanya diam, dia akan berbicara jika ada yang bertanya kepadanya " ada apa dengan mu " tanya Karan menepuk bahu Arnold


" Aku tidak apa-apa " jawab Arnold


" Jangan bohong Sama aku, Aku tau apa yang sedang kamu rasakan saat ini "


" jangan so tau " elak Arnold


Karan Terkekeh " Hei bung, Kau dan aku itu sama, Sama-sama tidak berani mengungkapkan isi hati kita kepada wanita yang kita sukai " ucap Karan " Mulai sekarang buang lah perasaan mu mu itu jauh-jauh, sebelum Gray mengetahui nya, Ingat persahabatan kita itu lebih penting dari pada Cinta " ucap Karan memperingati Arnold


" Cih, kau so bijak sekali, sedangkan dirimu saja belum bisa melupakan nya " Ledek Arnold tersenyum sinis


" Semua itu akan ada waktu nya bro " Jawab Karan santai


Widia dan Catlin yang sedari tadi duduk di hadapan Keuda laki-laki itu hanya menggelengkan kepalanya " Apa kalian tidak menganggap kita berada di sini "


" Bisakah kalian ngomong tanpa bisik-bisik " kesal Caltlin melipatkan kedua tangan nya di dada

__ADS_1


Karan menggaruk kepala yang tidak gatal " Ini urusan laki-laki, perempuan tidak perlu tau " elak Arnold


" is, kalian ini, mau mulai rahasia-rahasiaan " kesal Catlin


" Sudah lah, tidak perlu meladeni mereka mending kita keluar mencari angin " Ajak Widia kepada Catlin


" Kakak benar " jawab Catlin. setelah kepergian Caltlin dan juga Widia. Tinggallah Arnold dan juga Karan yang sedang memperhatikan Gray yang sangat posesif kepada Anna


Karan tidak menyangka jika Gray akan segila itu kepada Anna, selama ini Gray yang di nilai sangar, jahat dan dingin namun sekarang malah terlihat sangat Bucin


" Apa kau lihat itu " ucap Karan menunjuk ke arah Gray yang sedang memarahi dokter


" Kenapa?"


" Kamu harus lihat berapa besar kasih sayang Gray yang di berikan kepada Anna, Jika itu ada di posisi mu apa kamu akan melakukan hal gila seperti yang di lakukan Gray, sahabat kita?" tanya Karan


Ucapan Karan menyadarkan Arnold bahwa jika dirinya sedang berada di posisi itu mana berani dirinya memaki dokter hanya karena Anna meringis kesakitan " Kamu benar kak " ucap Arnold


" Jadi lupakan dia, Carilah wanita lain untuk kau jadikan pendamping " Ucap Karan


Arnold Menundukkan kepala nya. Tiba-tiba saja Arnold teringat dengan Gadis yang duduk di samping nya waktu itu " Via "


Arnold menggelengkan kepalanya " Tidak " elak Arnold


Karan melihat kembali ke arah Gray yang baru saja usai memarahi Seorang perawat " Apa kamu sudah gila, memarahi perawat dan juga dokter sekali Gus " ucap Karan berjalan ke arah Gray


" Mereka saja yang tidak becus " kesal Gray


" Bukan mereka yang tidak becus, tapi kakak nya saja yang kelewatan, Jika aku meringis kesakitan kan itu hal yang wajar " ucap Anna, Anna sungguh malu kepada dokter dan juga suster yang telah menghentikan perban di perut nya


Karan menggelengkan kepalanya " Bagai mana keadaan mu.?" tanya Karan kepada Anna


" Aku sudah lebih Baik kak " jawab Anna


" Syukur deh kalo gitu " ucap Karan " Oh iya, Besok Aku, Caltlin dan juga Arnold akan pulang ke negara Y "


" Loh, ko cepat sekali, bukan nya kalian akan mengajakku untuk makan di pinggir danau.?" Ucap Anna memanyunkan bibirnya

__ADS_1


" Hahaha.. kamu masih ingat saja, itu bisa kita lakukan jika kamu sudah sehat nanti " Balas Karan


" Iyah, kak Karan benar, kita bisa melakukan nya ketika kamu sudah sehat nanti " lanjut Arnold berjala ke arah Anna


" Memang nya apa yang sudah mereka janjikan kepadamu sekalian makan di pinggir danau .?" tanya Gray


" Tidak ada, hanya itu " jawab Anna


Gray menatap Arnold dan juga Karan " yakin "


" Iyah "


" Sudah lah, aku bosan diam di sini, aku ingin berjalan-jalan dan membeli oleh-oleh untuk Orang tua ku " ucap Arnold " Apa kau ingin ikut ?" Tanya Arnold kepada Karan


" Sudah pasti, tidak mungkin aku menjadi nyamuk di sini " jawab Karan Terkekeh " Kalo gitu kami pamit dulu ya " Ucap Karan yang sudah membalikan tubuhnya


" Eh kak " panggil Anna kepada Karan


" Iyah " jawab Karan


" Sini mendekatkan " Ucap Anna


Karan pun mendekat ke arah Anna, dan Anna membisiskan sesuatu di telinga Karan. Karan langsung melotot ketika mendengar Ucapan Anna


" Semangat Kak " ucap Anna memberikan semangat ke arah Karan. Karan membalas nya dengan senyuman


Setelah kepergian Karan Dan juga Arnold. Gray mendekat ke arah Anna " apa yang sudah kamu bisikin kepada Karan.?" tanya Gray


Anna tersenyum " Ada deh " jawab Anna


" Jadi kamu sudah mulai rahasia-rahasiaan nih " Ucap Gray


" Ya, memang sejak kapan kita saling terbuka " balas Anna menggoda Gray


" Oh, jadi mainan nya Sekarang ingin buka-bukaan, Ok " Gray langsung berdiri dan membuka kaos yang ia kenakan


Mata Anna membulat sempurna melihat Perut Gray yang kotak-kotak bahkan urat-urat nya sangat terlihat sempurna di sana " Kakak Apa-apan sih " Anna dengan Repleks menutup mata dengan kedua tangan nya

__ADS_1


"Gray tersenyum " tadi kata nya ingin saling buka-bukaan " Jawab Gray Terkekeh


__ADS_2