Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 54 : Sesal


__ADS_3

Mom sangat bagai karena Gray sangat memanjakan Anna dari hal kecil sampai yang besar " semoga kalian selalu di berkati kebahagian Amin "


" Ayo di makan nanti keburu dingin " ucap Gray


" Makasih yank " Jawab Anna tersenyum kearah Gray


" Sama-sama sayang " Balas Gray


Semua mata tertuju kepada Pasangan pengantin itu mereka merasa iri Dan bersyukur karena yang menikah dengan Gray adalah wanita yang di cintai nya bukan wanita ular yang sudah menipu keluarga nya


" Kapan kalian akan balik ke Negara Y ?" tanya Mami Arnold


" Mungkin nanti jika kita sedang tidak ada kerjaan baru ke sana " jawab Gray menyuapi Anna


" Sering-sering lah meluangkan waktu untuk pulang ke negara Kita, Ingat kalian juga lahir di sana jadi jangan betah di sini " nasehat Uncle


Anna tersenyum " Jika Anna sih bagai mana Kak Gray aja, bukan nya seorang istri harus mengikuti suami nya "


" Kamu benar sayang, Seorang istri itu harus selalu nurut kepada suami tapi kamu juga berhak menolak jika suami mu menyuruh Yang tidak masuk di akal, Mommy titip Putra Mom yang nakal ini kepada mu, jika dia nakal cubit saja perut nya " Ucap Mom mengelus lengan Anna dengan lembut


" Baik Mom " balas Anna


Mereka melanjutkan sarapan dengan gembira bahkan Sepasang pengantin itu tidak luput dari Godaan para saudara Gray


Yang di goda malah cuek menikmati sarapan mereka


Setelah sarapan, Mom dan yang lain langsung pamit untuk kembali ke Negara Y karena banyak kerjaan yang sudah tertunda


Rasa nya Anna sangat sedih, baru saja Anna merasakan yang namanya keluarga namun dengan sekejap Anna harus merasakan ke sunyi kembali


" Sudah, ayo kita kembali ke kamar, Ada yang harus kita selesai kan " ajak Gray dengan senyuman nakal nya


" Aw.. " Gray langsung kesakitan ketika Anna mencubit perut nya " Sakit sayang "


" Habis nya, pikiran nya yang aneh-aneh Mulu, gak Malu apa jika di dengar orang lain " Ucap Anna yang sambil meninggalkan Gray untuk ke kamar nya

__ADS_1


~Di kamar Hotel Marco


Noni baru saja bangun Dari tidur nya setelah semalam menghabiskan malam panjang dengan seorang yang di kagumi nya selama ini


" Auh, kepala ku pusing sekali " keluh Noni sambil memegang kepal nya


Noni melihat ke sekitar dia merasa asing dengan kamar ini " Aku di Mana " Ucap Noni sambil mengingat-ingat


" Marco " Kata Noni ingat jika semalam dirinya telah minum bersama Marco. Noni turun dari tempat tidur namun Noni kaget ketika melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang dan bagian bawah nya yang terasa perih


" Apa yang sudah aku lakukan dengan pria itu " Noni mencoba mengingat, Air mata nya seketika mengalir begitu saja tangan nya menutup mulut nya


" Tidak, tidak mungkin aku melakukan nya dengan seorang pria yang baru ku kenal hiks "


Noni adalah tipe wanita yang selalu menjawab kehormatan nya, walaupun dirinya matre tapi Noni selalu menjaga nya untuk calon suaminya kelak nanti


Hati Noni merasa di tusuk oleh belati ketika melihat Selembar kertas di tas Nakas


...Terimakasih servis nya, aku sangat puas dengan pelayanan mu, Aku sudah menaruh Bayaran di dalam amplop Coklat semoga itu cukup. ...


" Kau bajingan, kau pikir aku ini wanita murah**n!!" geram Noni dengan tatapan yang tajam


Noni, turun dari tempat tidur dengan kaki yang ia sered karena merasa perih di bawah sana, Noni melangkah melewati uang yang masih berserakan di bawah lantai


Di kamar mandi Noni mengguyur tubuhnya di bawah shower, Air mata yang masih mengalir di pipi, Tubuh yang ia gosok dengan air sabun karena merasa jijik dengan tubuh nya sendiri


~ Di kamar Gray


Gray dan Anna baru saja usai melakukan olah raga nya setelah banyak Drama dari Anna yang selalu menggoda Sang suami


" kamu semakin nakal sayang "


" Itu kan kamu yang ajarin yank " Jawab Anna


"Kamu bisa saja " Gray mencubit dagu sang istri

__ADS_1


" Oh iya yank, Nanti Kita pulang kemana?" tanya Anna


" Sudah pasti kamu harus pindah ke rumahku sayang, biarkan rumah mu di isi oleh kak Widia " Jawan Gray memeluk sang istri


" Oh baik lah, tapi nanti barang-barang ku bagai mana?"


" Barang-barang mu sedang di pindahkan oleh Max dan juga Kak Widia, Nanti kita tinggal pulang saja " Anna mengangguk mengerti


~ Di ruamh Anna


Widia dan dan Max masih beradu argument, Max yang kekeuh ingin tanggung jawab tapi Widia menolak nya mentah-mentah


" Jangan ke pedean kamu, Lagian aku sudah bilang jika aku tidak hamil anak mu, dan itu tidak akan pernah terjadi " Ucap Widia dengan tatapan tajam nya


" Kenapa kamu bisa dengan seyakin itu " Ucap Max


Widia terdiam Entah apa lagi yang harus membalas ucapan Max


~ Widia hari itu


Widia saat itu baru saja usai dari rumah sakit, Widia di rawat beberapa hari di rumah sakit setelah menjalani operasi, karena ada gangguan di rahim Yang akan mengakibatkan susah hamil


Sudah di tinggal oleh kedua orang tua, kini Widia telah di timpa cobaan yang sangat berat, siapa yang ingin menjadi seorang wanita yang kurang sempurna , setiap wanita pasti menginginkan buah hati dan ingin menjadi wanita yang sempurna seperti wanita yang lain nya


Makanya Widia selalu menutup hati nya untuk pria karena Widia sadar diri kalo dirinya tidak sesempurna wanita lain, Widia tidak ingin pria yang di nikahi nya merasa kecewa kepada dirinya, jadi lebih baik hidup sendiri dari pada mengecewakan orang lain.


~ balik ke cerita


" Karena tidak semua wanita habis berhubungan bakalan langsung hamil, setiap wanita ada masa subur dan waktu itu bukan masa subur ku makanya aku tidak hamil " elak Widia


" Mulai sekarang anggap saja jika kita tidak pernah melakukan nya, Lupakan malam itu dan berhentilah mengucapkan ingin bertanggung jawab karena di sini tidak ada yang harus kamu pertanggung jawab kan, kita sama-sama menikmati nya. " Jawab Widia panjang lebar " Dan satu lagi, jangan Samapi Anna dan Tuan Gray mengetahui ini semau karena jika Meraka tau akan membuat kita semakin canggung, Mulai sekarang kita pasti akan sering bertemu karena Anna telah menikah dengan Tuan Gray jadi aku minta kita bekerja dengan Profesional tanpa saling egois "


Max langusng pergi begitu saja tanpa menjawab ucapan Widia


Widia merasa lega karena Max akhirnya pergi walaupun hanya untuk sementara karena mereka pasti akan sering bertemu, tapi setidak nya saat ini Widia bisa bernapas lega.

__ADS_1


__ADS_2