Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 76: Berkunjung


__ADS_3

Seperti biasa Anna akan bangun lebih awal, Anna menyiapkan semua nya sendiri tanpa bantuan bibi


" Selamat pagi Non "


" Pagi juga Bi " Jawab Anna ramah


" Maafkan bibi Non, Bibi kesiangan "


" Tidak maslaah Bi, lagian ini juga sudah mau usai " ucap Anna sambil memindahkan Makanan ke dalam mangkuk


" Bi, tolong di pindahkan ke meja makan ya, aku mau bangunin sami ku dulu " Ucap Anna


" Baik Non "


" Oh iya, hampir saja lupa, ini masakan nya di pisah sebagian ya Bi, masukin ke rantang karena nanti akan aku bawa ke rumah sakit " ucap Anna


Anna langsung pergi ke kamar Untuk membangunkan sang suami " Dad " Panggil Anna pelan sambil mengelus pipi sang suami


" Dad, bangun yu ini sudah pagi "


Gray membuka mata lalu membawa Anna kedalam pelukan nya " Aku ingin begini dulu " Ucap Gray


" Badan ku masih bau Dad, aku baru beres masak " kata Anna


" Aku tidak peduli, bagi ku mau kamu bau atau pun harum kamu tetap saja tubuh mu menjadi candu untukku " Bisik Gray


Anna menatap sang suami sambil tersenyum " Dad, lihat perut ku sudah mulai besar jadi jangan banyak gombal "


" Apa urusan nya dengan perut mu sayang "


" Perutku besar kaya gini karena termakan gombalan mu Dad "


Gray Terkekeh " Tapi kamu suka kan sayang, apa lagi jika kamu sedang di atas, uuuhh.. aku selalu melindungi jika melihat mu menari-nari di atas " Goda Gray


" Dad.."


" Hahaha.. Aku semakin cinta sama kamu sayang "


" Sudah ah, sana mandi nanti keburu air nya dingin " ucap Anna


" Baik istriku sayang " Gray segera bangkit dari tidur nya lalu pergi ke kamar mandi


Anna menggelengkan kepalanya, lalu membersihkan kamar


Sedangkan di meja makan, sudah ada Tirani dan juga Arnold " Bi, kak Gray dan Anna dimana?" tanya Arnold


" Oh, Non Anna tadi setelah usai masak langsung pergi ke kamar tuan, kata nya mau bangunin Tuan Gray, paling sebentar lagi juga keluar " jawab Bibi


" Kalo begitu Bibi permisi Tuan " Bibi langsung pamit dan pergi ke dapur


Tirani terdiam ketika mendengar ucapan bibi " Ternyata yang di ucapan kak Gray benar ". batin Anna

__ADS_1


" kamu dengar itu, Itu nama nya seorang istri yang rela bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk sang suami " sindir Arnold


Tirani memalingkan wajah nya ke arah lain, rasanya ia sangat muak mendengar orang-orang yang memuji Anna


Anna dan Gray keluar dari kamar dengan membawa keranjang pakaian kotor " Bi..bibi " panggil Anna


Bibi berjalan ke Anna " Iya Non "


" Ini tolong di simpan di tempat Laundry ya, nanti saya cuci setelah pulang dari rumah sakit " ucap Anna sambil memberikan keranjang kepada Bibi


" Sayang kan ada bibi, jadi biarkan bibi yang mencuci nya " ucap Gray


" Apa lagi lihat perut mu yang mulai membuncit, aku gak mau nanti kamu jatuh karena air sabun " tegur nya


" Iyah, Anna benar kata kak Gray bahaya di usai kandungan mu saat ini masih mencuci " lanjut Arnold melahap makanan nya


" Tidak apa-apa, lagian kan nyuci nya juga pake mesin cuci jadi tidak akan lelah " Jawab Anna " Dan aman hehehe " Anna langsung mengisi piring milik Gray lalu milik dirinya


" Selamat makan Dad " ucap Anna sambil tersenyum


" Iyah sayang, ayo kamu juga makan yang banyak ya apa lagi kamu sedang mengandung buah cinta Kita " Gray mengusap perut Anna dengan lembut


" Iyah Dad "


Sikap Gray kepada Anna tidak luput dari perhatian Tirani Dan juga Arnold


Mereka sarapan dengan tenang bahkan tidak ada suara di meja makan selain suara sendok dan piring


" Terimakasih sayang "


Anna tersenyum lalu duduk kembali " Percuma banyak pelayan tapi apa-apa masih di lakukan sendiri " Oceh Tirani


Arnold dan yang lain menatap Tirani " Tidak semua yang di lakukan oleh pelayan, jika kita bisa melayani suami kita kenapa tidak, karena Kodrat seorang istri itu melayani suami nya " balas Anna santai


" Dengar tuh, seharusnya kamu belajar dari Anna " Ucap Arnold menggelengkan kepalanya


Tirani memutarkan bola mata nya karena malas " Iyah " jawab Tirani malas


" jangan memaksakan istri mu Arnold, setiap orang memiliki versi yang berbeda-beda dalam rumah tangga, dan ini Versi aku " Lanjut Anna


Setelah usai sarapan mereka pun langsung bersiap untuk pergi ke rumah sakit, untuk menjenguk Catlin dan Bayi nya


Mereka memaki dua mobil karena setelah menjenguk Anna ada urusan dengan Widia


" Selamat pagi " Sapa Anna ketika sudah masuk ke ruangan Catlin


" Anna " Ucap Catlin tersenyum dan langsung duduk


" Kalina juga ikut "


" Iyan dong, masa Kita tidak datang, mana Karan?" tanya Gray

__ADS_1


" kak Karan sedang pergi ke kantin untuk membeli kopi " jawab Catlin


Catlin melihat gadis yang ada di samping Arnold " wah apa gadis cantik itu Istrimu Arnold?" tanya Catlin


" Ah iya, kenalkan ini Tirani, tirani kenalkan ini catlin sahabat aku " ucap Arnold memperkenalkan Tirani


" Tirani Kak "


" Catlin " Jawab Catlin sambil membalas uluran tangan Tirani


" Wah ternyata selera mu yang masih muda-muda ya " ledek Catlin


" apaan sih kamu " Arnold berdecak sebal


Ceklek..


Karan masuk ke dalam kamar ia melihat di dalam ruangan yang sudah ada para sahabat nya


" wah kalian sudah Samapi " Karan berjalan ke arah sang istri


" Halo Daddy Kevin " sapa Arnold Sambil memeluk Karan


" Kau ini " Karan memukul bahu Arnold pelan


" Cat, ini aku bawakan kamu Sup di makan ya biar asi kamu lancar " Ucap Anna


" Terimakasih ya Anna, kamu selalu aja perhatian kepada Ku "


" kamu ini sahabat ku, mana mungkin aku membiarkan mu di saat kamu seperti ini "


Catlin tersenyum " Ayo makan, Nih aku sudah ambilkan " Anna memberikan satu mangkuk Sup kepada Catlin


" Bayi nya kemana kak,bukan nya kakak habis melahirkan ? " Tanya Tirani sambil melihat ke setiap arah penjuru


Semua orang langsung memandang tirani dengan tatapan sebal


" Anak ku sedang di rawat karena Kevin lahir sebelum waktunya " jawab Catlin menunduk


Catlin merasa bersalah kepada dirinya sendiri andai saja waktu itu dia tidak lari dan tidak jalan begitu jauh mungkin Saat ini Sang anak masih baik-baik saja dan tidak akan lahir sebelum waktunya.


" Tirani!" tegur Arnold


" sudah tidak apa-apa memang itu kenyataan nya " jawab Karan


" ini semua salah ku, andai saja waktu itu.."


" Stop sayang, jangan menyalahkan dirimu sendiri, ini semua sudah takdir " lanjut Karan yang langsung memeluk Catlin


" maaf kak, aku tidak tau " jawab Tirani menunduk


" Makanya kalo tidak tau, jangan banyak tanya " kesal Arnold

__ADS_1


__ADS_2