
" Pipih juga boleh makan ko, Nenek dan Abah juga boleh " jawab Jasmine
" Terimakasih sayang " kata Arnold mengelus kepala putrinya
" Sudah ayo kita makan dulu, nanti keburu dingin " Ajak Ibu
Cahra sudah menyiapkan makanannya di bale-bale yang Ayah buat di atas Kolam Ikan
Jasmine Duduk di samping Cahra " Mih, Mine mau itu " tunjuk Jasmine ke Cah kangkung
" Tapi ini agak pedas sayang, nanti kamu sakit perut " kata Cahra
" Mine pikir gak pedas yaudah ini aja " kata Jasmine ke lobster yang tidak pedas
Cahra dengan telaten Membukakan kulit Lobster untuk Jasmine karena Jasmine tidak bisa memisahkan kulit nya
Arnold merasa hangat ketika bersama Keluarga Cahra
" Ayo di makan Pih " kata Cahra kepada suaminya
" Iya sayang " kata Arnold. Arnold bukannya Memakan makanan nya ia malah menyuapi Cahra yang sedang membukakan kulit Lobster untuk putrinya
" Aaa.. di buka mulut nya Mih " pinta Arnold
Cahra tidak keberatan dengan sikap sang suami karena Cahra juga tidak ingin membuat kedua orang tuanya curiga dengan sikap dirinya yang agak dingin kepada Sang suami
Ibu dan ayah saling pandang mereka senang melihat Putrinya yang di perlakukan begitu baik oleh Arnold
" Udah Pih, papih makan " kata Cahra
" Iyan sayang " jawab Arnold
Mereka makan dengan lahap bahkan sambil di selingi canda tawa dan celotehan Jasmine
Setelah makan Mereka tidak langsung beranjak dari bale-bale, Arnold dan ayah malah lanjut ngomongin bisnis, Arnold ingin Jika ayah mengembangkan hobi nya yang suka dengan ternak Ikan dan juga Lobster
__ADS_1
" Iyah Yah, kan lumayan jika ayah bisa Mengembangkan bakat Ayah, nanti sisa nya aku yang urus " kata Arnold
" Bukan ayah tidak mau Nak, tapi itu semua kan butuh modal dan modalnya pun tidak sedikit, Tabungan ayah tidak akan cukup jika harus mengembangkan hobi Ayah " kata Ayah jujur
Ayah selama ini memang hobi ternak Ikan dan juga Lobster, Bahkan Ayah memasang plang di depan rumah nya kalo ayah jual Ikan dan juga Lobster ya walaupun tidak terlalu banyak tapi Adalah buat sehari-hari dan untuk menabung
" Ayah tenang saja, Biar aku yang memberikan modal untuk ayah, itung-itung kita bantu para tetangga mencari nafkah untuk keluarga nya Yah " kata Arnold
Ayah terdiam sejenak, Sebenar nya ayah merasa tidak enak jika harus menerima tawaran dari Menantunya itu tapi Ayah juga setuju dengan ide Arnold yang membantu Para tetangga untuk mencari nafkah, apa lagi ayah tau betul jika saat ini Banyak yang jadi pengangguran.
" Berikan ayah untuk berfikir ya Nak, Ayah harus Obrolkan dulu sama ibu " kata Ayah yang tidak ingin mengambil Keputusan sendiri
" Iyan yah, Jika ayah sudah setuju kabari Aku saja, dengan senang hati Aku akan membantu " kata Arnold
Ayah tersenyum " terimakasih ya Nak, sudah memikirkan warga yang ada di sini, Ayah bangga kepadamu " kata Ayah memeluk bahu Arnold
~ KEESOKAN HARINYA
Pagi ini Cahra Jasmine dan juga Arnold jalan-jalan pagi dengan jalan kaki di daerah rumah nya sekalian mencari sarapan untuk mereka makan soalnya Ayah dan Ibu sudah pergi aktivitas jadi di rumah tidak membuat sarapan
" Mih, lihat itu " tunjuk Jasmine kearah Bebek yang sedang berenang di kolam ikan yang cukup besar
Cahra tersenyum " Iya sayang, mereka lucu, mereka itu kemana-mana pasti selalu bersama Sayang " kata Cahra
" Benar kah? " tanya Jasmine
Cahra menganggukkan kepalanya " iya sayang, mereka saling melindungi "
Cahra melihat sang suami yang asik dengan handphone nya " apa sepenting itu? Sehingga pipih menghiraukan kita " batin Cahra yang langsung mengalihkan pandangan nya kearah lain
" Sayang.." panggil Arnold
" Heum.." jawab Cahra singkat sambil menoleh ke arah Arnold
" Nanti sore Kita jadi pulang kan? Soalnya Aku ada kerjaan yang tidak bisa di tinggalkan lama-lama " kata Arnold
__ADS_1
Cahra tersenyum " iyah Pih, Jika ada yang lebih penting ngapain juga kita lama-lama di sini, lagian Besok kan Jasmine harus masuk sekolah " kata Cahra
Arnold mengangguk " maafkan Aku ya sayang, karena tidak bisa lama-lama di sini " kata Arnold yang merasa bersalah kepada istri dan juga anak nya
" Tidak apa-apa Pih " jawab Cahra
" Tuh ada tukang bubur, kita makan bubur saja ya " kata Cahra mengalihkan pembicaraan
Setelah sarapan Bubur, Arnold Cahra dan jasmine langsung pulang ke rumah karena cuaca yang tidak mendukung untuk mereka jalan-jalan lebih jauh lagi
" Mih, apa boleh Mine tinggal di sini? " Tanya Jasmine yang membaringkan Tubuhnya di paha sang Mimih
Cahra mengelus lembut kepada sang putri " Apa Jasmine Betah tinggal di sini sayang? " Jasmine menganggukkan kepalanya
" Tapi sayangnya Pipih sibuk sayang, jadi kita tidak bisa berlama-lama di sini, tapikan kapan-kapan kita bisa ke sini lagi " kata Cahra
Arnold mendengarkan ucapan sang istri, ia merasa tersindir namun Arnold tidak ingin mempermasalahkan itu semua karena nyatanya memang dirinya yang so sibuk
" Nanti jika Jasmine liburan sekolah Jasmine Bisa liburan di sini sayang " kata Arnold mencium pipi putrinya
" Mih " panggil Arnold
" Iya Pih " jawab Chara lembut namun tidak melirik ke arah Arnold. Cahra masih mengelus kepala Putrinya yang ternyata tertidur
Arnol Menghelakan napas nya ia melihat sang istri " Pipih besok harus pergi ke Luar kota karena ada kerjaan di sana, Mimih gak apa-apakan Jika pipih tinggal berdua di rumah, pipih janji jika kerjaan nya sudah beres pipih akan langsung pulang " kata Arnold dengan hati-hati agar Cahra mengijinkan
sebenar nya, Arnold besok bukan untuk pergi bisnis tapi melainkan Ia harus memenuhi janji nya untuk mengajak Ronal untuk jalan-jalan. Arnold tidak bisa menolak karena Tirani yang selalu mengancam dirinya
Cahra tersenyum " Pih, selama pipih benar-benar melakukan pekerjaan, Mimih gak jadi masalah Pih, Mimih akan selalu mendoakan ke sukseskan pipih dan kelancaran aktivitas pipih di sana " kata Cahra
" Apa Mimih curiga sama pipih jadi Mimih ngomong seperti itu? " Tanya Arnold menatap sang istri
" Pih, Mimih bukan tidak percaya sama pipih tapi kan Hanya perumpamaan saja Pih, lagian pipih gak usah khawatir karena aku Percaya sama pipih kalo pipih selalu setia sama Mimih " jawab Cahra lembut
Entah Samapi kapan Cahra memendam semua, Ingin rasanya Chara Bertanya kepada sang suami tapi ia masih takut, takut dengan kenyataan yang akan ia ketahui.
__ADS_1
Arnold merasa dirinya sudah sangat Dalam menyakiti istrinya apa lagi Cahra yang begitu pengertian kepada dirinya
Jika bukan karena Ancaman Tirani, Arnold juga tidak akan pernah menyakiti Sang istri.