
Pagi ini Anna masih tertidur di bawah selimut, semalaman dia tidak bisa tidur karena memikirkan Gray yang tidak membalas semua pesan yang dikirim nya, bahkan telpon nya pun tidak di angkat oleh Gray
" Anna bangun, ini sudah hampir siang " Ucap Widia membuka selimut Anna
" Kak aku masih ngantuk " jawab Anna
" Bagai mana mungkin kamu masih ngantuk, matahari sudah mulai di atas kepalamu dan semalam pun kamu masuk kamar dari Jam Tujuh malam Samapi melewati makan malam mu" keluh Widia
" Lima menit lagi ya kak " ucap Anna menunjukan kelima jari nya
Widia menggelengkan kepalanya " Jangan aneh-aneh Anna, Bangun sekarang atau aku akan membawa mu ke kolam ikan biar kamu di kelitik oleh ikan-ikan kecil "
" Oh Big No!! Kakak jahat sekali kepada ku " Anna langsung bangun dari tidur nya dengan mata yang sembab
" Ada apa dengan mata mu?" tanya Widia
" Entah lah, mungkin di pipisi Kecoa " jawab Asal Anna yang sadar bagai mana kedua mata nya
Widia tidak habis pikir dengan Anna mana mungkin ada kecoa di kamar nya " Bilang saja jika kamu rindu Tuan Gray kan " Tebak Widia
" Apaan sih kakak, sudah sana kakak keluar dari kamar ku " usir Anna mendorong Widia agar keluar dari kamar nya lalu mengunci kamar
Widia yang di usir dari kamar Anna langsung ke meja makan " Ada apa lagi kak" tanya Catlin
" Lihatlah dia, kalo sudah tidak ada saja baru dia tangis, dia pikir aku bisa dia bohongi dengan bilang di pipisi oleh Kecoa " keluh Widia
Catlin melihat Widia dengan lekat " Kak, aku baru sadar ternyata kakak sangat cerewet beda ketika awal-awal kita ketemu kakak hanya diam dan akan membalas jika ada yang nanya " Ucap catlin
Widia langsung mencabik bibir nya " Kalian sama saja " keluh Widia yang langsung meninggalkan Carlin di meja makan
." Hahaha " Catlin tertawa melihat kekesalan Widia " Ternyata aslinya sangat cerewet " teriak Catlin
" Diam!!" Balas Widia Yang sudah pergi ke kamar nya
Tinggallah Catlin yang berada di meja makan, Raut wajah nya seketika berubah ketika ingat Karan yang selalu cerewet kepada dirinya " Aku merindukan mu kak, bagai mana dengan kabar kakak di sana? apa Kakak baik-baik saja dan apa kakak.." Tes, air mata Catlin membasahi pipi cantik nya, Catlin merindukan sosok Karan yang selalu ada untuk nya.
~ Di negara Y
Karan Dan ibu nya sedang kesayangan Tamu spesial, Tamu yang di undang oleh Ibu Karan karena ingin memperkenalkan Putri sahabat nya " Sayang kenalkan ini nama nya Noni, Dia adalah gadis yang sangat pintar bahkan di usia muda nya Noni sudah menjadi wanita karir " ucap Ibu Karan
__ADS_1
" Halo Karan " ucap Noni mengulurkan tangan nya namun Karan sangat enggan untuk membalas uluran tangan Noni
" Karan " tegur Ibu Karan
" Ini yang, Mom bilang tamu spesial? " Tanya Karan dengan tatapan tajam nya lalu pergi meninggalkan Noni dan Ibu Karan di rumah tamu
Mom Karan langsung meraih tangan Noni " Maafkan Karan ya sayang, Karan baru saja putus cinta sepertinya Karan memang membutuhkan mu untuk melupakan gadis itu " Ucap Mom Karan
" Iyah, aunty tidak apa-apa " jawab Noni tersenyum manis
" Kamu sangat manis sekali, tidak salah Aunty memilih mu untuk menjadi Calon istri Karan " Puji Mom Karan
" Andai dia tidak kaya dan tidak akan membantu perusahanan ku lebih baik aku mencari laki-laki lain yang akan menjadi Suami ku dari pada dia laki-laki yang sedang sakit hari karena telah di tinggalkan oleh wanita nya " batin Noni
" Kamu susul lah Karan ke kamar nya dan hibur dia " Noni Mengangguk Dan langsung naik ke lantai atas untuk menemui Karan di kamar nya
Karan yang sedang membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dikagetkan dengan ke datangan Noni " Sedang apa kau di sini, dan siapa yang memberikan mu ijin!?" Banyak Karan tidak terima
" Uh, calon suamiku sangat galak sekali, Aku ke sini karena di suruh oleh Aunty " jawab Noni yang langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur
Noni yang mengunakan Dress yang cukup seksi membuat tubuhnya semakin terekspos ketika dirinya sudah terbaring " pergi kau dari sini " Usir Karan
" Kamar mu lumayan nyaman, dan pasti nya aku akan sangat betah tinggal di kamar ini, benarkah calon suamiku" Ucap Noni
" Dengar ya, Samapi kapan pun aku Tidak akan pernah menikah dengan wanita seperti mu, Aku sangat tau betul kau wanita seperti apa " Ucap Karan mencekik leher Noni
Noni yang sudah kehabisan napas langsung terbatuk-batuk memegangi leher nya yang sakit
Uhuk..Uhukk..
" Pergi kau dari sini, karena aku bukan lah calon suami mu " Ucap Karan
" tapi kamu tidak bisa mengelak lagi karena Minggu depan kita akan menikah, dan kamu akan menjadi suami ku " Ucap Noni yang langsung keluar membawa tas kecil nya
Brug..
Karan meninju pintu dengan begitu keras " siapapun tidak akan bisa menggantikan Catlin di hidupku, aku tau suatu saat nanti catlin akan kembali kepadaku " Gumam Karan meyakinkan Dirinya.
" Gray, kenapa kamu pulang tiba-tiba, dan kenapa kamu pulang tanpa membawa Anna?" tanya Mom Gray heran
__ADS_1
Gray duduk di sopa dan menyenderkan tubuhnya " Aku laper Mom " ucap Gray tidak ingin membalas ucapan Mom nya
" kalo begitu makan lah, Mom sudah masak masakan ke sukaam mu" ucap Mom
" Baiklah, aku ingin makan dulu" Gray langsung ke meja makan untuk mengiri perut nya
Gray makan dengan lahap bahkan sampai nambah beda hal nya dengan Anna yang saat ini sedang sakit " Sudah ku bilang makan dulu " ucap Widia
" Aku tidak lapar " jawab Anna
" apa kamu semakin bodoh hah! lihat tubuhmu sangat panas sekali " kesal catlin
" Aku baik-baik saja, hanya butuh istirahat " Ucap Anna dengan Sura lemas " Lagian aku tidak akan mati "
" Jika kau mati, maka jangan memaksa ku untuk mengantarkan mu ke pemakaman " Ucap Catlin kesal lalu pergi meninggalkan kamar Anna
" dengar kata sahabat mu barusan, bahakan dia tidak ingin mengantarkan mu ketika kamu mati " Widia ikut kesal karena Anna begitu keras kepala
" hiks.. Aku baik-baik saja kak " Anna menangis Septi anak kecil yang tidak ingin minum obat
" kita ke rumah sakit sekarang" ajak Widia
" Tidak mau hiks.."
Widia sudah habis ke Saharan nya, membuat Widia harus mencari akal mengambil handphone nya dan menelpon seseorang
Halo..
...
Kau puas, sudah membuat Anna terbaring sakit hah!!
...
Bahkan dia tidak ingin pergi ke rumah sakit, dia malah membuat kepala ku pusing karena tangisan nya
" Huuuaaaaaaaa....." Anna semkin menangis ketika Widia meledeknya
Apa kau dengar itu
__ADS_1
...
TUT..