
Sesampainya di rumah, Anna langsung masuk ke kamar nya ia tidak melihat keberadaan putra dan juga suaminya
" Loh pada kemana? " Gumam Anna yang menaruh barang belanjaan nya di kursi lalu pergi ke kamar Vareel namun Anna masih tidak menemukan keberadaan Vareel dan sang suami di sana
" Bi... Bibi " panggil Anna
" Iyah Non " jawab bibi yang keluar dari dapur
" Tuan dan tuan muda kemana ya, ko gak ada? " Tanya Anna
" Oh itu, Tuan muda sedang di bawa jalan-jalan sama Pelayan Non, tapi Kalo tuan Bibi tidak tau " jawab Bibi sambil menundukan kepalanya
" Oh kalo begitu bibi boleh kembali lagi ke dapur " kata Anna
Anna pergi ke ruang kerja Sang suami namun lagi-lagi tidak melihat ada suaminya
Karena gerah Anna memutuskan untuk mandi terlebih dahulu baru ia akan mencari suaminya lagi namun ketika Anna membuka pakaian Tiba-tiba Ada tangan yang melingkar di pinggang Anna
" Apa kamu mencariku heum.." bisik Gray sambil menggigit telinga Anna
" Dad.." lirih Anna
" Malam ini milik kita berdua sayang, aku sudah titipkan putra kita kepada pelayan agar tidak mengganggu malam panjang kita " kata Gray berbisik di telinga Anna
Anna tidak bisa menjawab ucapan sang suami karena bi_r nya sudah di bungkam rapat oleh BI_ r Gray mereka saling berbelit lid_h..
# Skip
Cahra pulang ke rumah dengan membawa paper bag yang berisi belanjaannya. Cahra menaruh belanjaannya di atas sopa lalu '' Sayang '' Panggil Cahra ketika melihat Arnold yang sedang mengajak Putrinya bermain di ruang Tv
Walaupun Arnold selalu sibuk dengan kerjaan nya tapi ia selalu menyempatkan untuk bermain bersama dengan sang putri. Setiap Hari libur Arnold akan selalu bersama putri dan juga istrinya Walaupun terkadang suka ada saja pengganggu namun Arnold bisa saja mengakalinya.
Arnold tersenyum ia tau siapa Yang memeluk nya dari belakang '' Dah pulang? '' Tanya Arnold sambil menoleh kearah Cahra
__ADS_1
Cahra berjalan dan memeluk sang suami dari belakang
Arnold merasa heran kepada sang istri yang tidak biasanya ia memeluk dirinya '' Ada apa? kenapa tiba-tiba kamu memeluk suamimu ini '' Tanya Arnold sambil tersenyum
Cahra memeluk Arnold dan menenggelamkan kepalnya di pundak Arnold
'' Tidak ada apa-apa hanya ingin memelukmu saja '' Kata Cahra
Arnold memutarkan tubuh Cahra agar bisa saling berhadapan
'' Yakin kamu tidak apa-apa? '' Tanya Arnold lagi untuk meyakinkan Cahra
Cahra menghelaikan napasnya '' Di Mol Aku bertemu dengan pria brengsek itu '' Lirih Cahra yang masih memeluk Arnold
Awalnya Cahra tidak ingin berkata jujur namun setelah di pikirkan lagi, Cahra lebih memilih untuk jujur demi kelangsungan rumah tangganya. Cahra tidak ingin ada kebohongan di dalam pernikahannya makanya ia memberanikan diri untuk berkata Jujur
Arnold tersenyum ia tidak menyangka jika sang istri akan berkata jujur kepada dirinya, padahal tadi kata Anak buah nya Jika Sang istri meminta Kedua sahabat nya untuk merahasiakan tentang kejadian di Mol
'' Benarkah, Lalu apa yang sudah ia lakukan kepadamu? '' Tanya Arnold pura-pura tidak tau padahal Arnold sudah mengetahuinya dari Anak buah yang sengaja Arnold bayar untuk menjaga dan melindungi Cahra dari kejauhan
'' Apa kamu sedih karena tidak bisa bersama dia lagi? '' Tanya Arnold sambil mengelus rambut sang istri
Cahra menatap sang suami dengan lekat '' Untuk apa aku sedih? Aku sudah tidak punya prasaan apa-apa lagi terhadap dirinya bahkan Aku merasa menyesal karena telah mencintanya. Jujur saja Aku saat ini sudah sangat bahagia dengan kehidupanku yang baru, Bertemu dengan orang-orang baik dan menikah dengan pria tampan yang sudah memberikanku Seorang Putri yang begitu cantik '' Kata Cahra sambil melirik kearah Jasmine yang sedang main boneka
'' Walaupun Jasmine bukan terlahir dari rahimku tapi bagiku Jasmine akan tetap menjadi putriku putri cantik kita '' Lanjut Cahra sambil tersenyum
Apa yang harus Cahra Sesali dia sudah memiliki Keluarga yang utuh, Di berikan suami yang tampan dan rupawan dan bergelimang harta Apa lagi yang Harus Cahra cari, Hidupnya sudah sempurna tidak ada kesedihan lagi di hidupnya bahkan Cahra merasa sudah menjadi Cinderella saat ini yang telah menikah dengan pangeran tampan
Arnold sungguh bahagia karena di berikan seorang istri yang sangat bisa menerima dirinya dan juga Putri cantiknya
'' Terimakasih ya Sayang karena sudah mau menerima kita dengan tulus'' kata Arnold mencium kening Cahra
Jasmine yang melihat kedua orang tua nya sedang berpelukan ia langsung berlari kearah Cahra dan juga Arnold
__ADS_1
'' Mine juga ingin peyuk '' Kata Jasmine sambil merentangkan kedua tangan nya agar Arnold memeluknya
Arnold menggendong Jasmine dan mereka saling berpelukan
'' Anak Pipih dan mimih sudah berat '' Ucap Arnold sambil terkekeh
'' Mine kan di beli makan ama Mih jadi Mine belat '' Jawab Jasmine dengan suara khas anak kecil
'' Apa putri pipih ingin memiliki Adik? Tanya Arnold kepada sang putri
sedangkan Cahra ia hanya bisa menunduk karena dua bulan setelah menikah cahra belum ada tanda-tanda kehamilan
Jasmine mengangguk '' Mau, Apa pih mau belikan mine adik? '' tanya Jasmine sambil menatap Arnold
Arnold terkekeh '' Mana Ada adik di beli sayang, Adik akan tumbuh di perut mimih, jadi JIka Jasmine ingin segera punya Adik, Jasmine harus sering berdoa Sama Tuhan agar Jasmine segera di berikan seorang adik '' jawab Arnold
'' Pih, Jasmine, Mimih mandi dulu ya, mimih gerah '' Pamit Cahra yang langsung pergi meninggalkan suami dan juga Anak nya di ruang tv
Arnold dan James mengangguk lalu melanjutkan Bermain boneka nya
Cahra pergi sambil menutupi rasa sedihnya bahkan Cahra sempat menghapus air mata yang sempat menetes di pipinya
Arnold tidak menaruh curiga kepada sang istri karena hal yang biasa bagi Cahra jika habis dari luar rumah langsung pergi mandi
Di kamar mandi Cahra mengguyur tubuhnya dengan Air Shower, Cahra menangis dalam diam ia tidak tau kenapa dirinya belum juga di berikan keturunan padahal pernikahan mereka sudah masuk bulan ke tiga
'' Apa aku sakit? tapi waktu itu pas pemeriksaan baik-baik saja '' Lirih Cahra
Sebelum menikah Cahra sempat memeriksakan kondisi rahimnya karena ia takut jika rahimnya ada apa-apa Namun hasil sangat bagus bahkan semuanya bagus tidak ada kendala
'' Kamu pasti bisa hamil Cahra mungkin Tuhan belum mempercayai mu untuk memiliki seorang anak ''
Tok... tok... tok...
__ADS_1
'' Sayang apa masih lama? '' Tanya Arnold di luar pintu kamar mandi
'' Sebentar lagi Pih '' Jawab Cahra. Cahra yang mendengar ketukan dari sang suami ia langsung mempercepat mandinya