
Keesokan hari nya, Anna sudah bersiap untuk pergi ke Negara K bersama Widia, para sahabat Anna ikut mengantarkan Anna ke Bandara termasuk Gray Ikut mengantarkan Anna. Gray berjalan ke arah Anna " Tunggu aku di sana, Aku janji setelah Urusanku di sini selesai aku akan segera menyusul mu " Ucap Gray sambil membenarkan Anak rambut Anna
Anna tersenyum dan menganggukkan kepalanya " Anna " Caltlin Langsung merajuk kearah Anna lalu memeluk Anna " Kita baru ketemu tapi kamu sudah pergi saja " Keluh Catlin Melik Anna
" Nanti kan kamu bisa main ke sana, Atau di saat aku lagi senggang aku bisa main ke sini " Ucap Anna yang masih Memeluk Catlin
Catlin melepaskan pelukan Anna " Benar ya, kamu akan datang ke mari jika sedang senggang " tanya Catlin
" Iyah " jawab Anna " kalian juga bisa ko datang ke tempat ku nanti " Ucap Anna kepada Arnold dan juga Karan
" iya. Siap nanti kapan-kapan kita akan main ke sana " jawab Arnold
" Anna ayo " ajak Widia kepada Anna karena sudah waktunya untuk terbang
Anna menganggukkan kepalanya " Kak, Anna pergi dulu ya " ucap Anna kepada Gray. Gray menganggukkan kepalanya dengan tangan yang tidak ingin lepas
Gray mulai melepaskan tangan Anna walaupun ia tidak rela " Sudah ayo, kita pulang " ajak Karan kepada Gray
" Gue ko, gak rela melihat Anna pergi " ucap Gray
" Itu nama nya cinta, Kalo cinta itu memang begitu " ucap Karan merangkul Bahu Gray
Gray, dan yang lain nya langsung pergi melakukan aktivitas seperti biasanya
Di pesawat Anna sangat sedih harus berpisah dengan para sahabat nya terutama Dengan Gray, Baru juga mereka bertemu tapi Sudah harus di pisahkan oleh jarak dan waktu.
__ADS_1
~ Di rumah Mom Johana
Di rumah Mom Johana sudah ada orang tua Celina dan juga Celina yang sedang ingin meminta pertanggung jawaban kepada Gray, beberapa Hari Ini Celina berdiam diri di rumah bukan berarti dia akan pasrah dengan ke adaan, bahkan Celina sudah menyusun rencana Untuk mendapatkan Gray kembali, Celina tidak terima jika dirinya Berpisah dengan Gray " Mom pokonya harus memaksa Gray untuk menikahi Ku" ucap Celina
" kami ini bagai mana sih, Sudah ku katakan bukan, Jika kami ingin Gray tanggung jawab ya harus Ada bukti bahwa Anak itu adalah anak Nya Gray, Jika tidak ada bukti buat apa saya memaksa anak saya untuk menikah dengan mu, Bukan nya bahagia nanti malah sengsara " ucap Mom Johana membuat Celina membulatkan Kedua bola mata nya. Dulu Mom Johana sangat pro kepada dirinya sekarang malah sangat sinis bahkan lebih sinis
" Ingat joana tentang perjanjian kita, jika benar Anak yang di kandung oleh Celina itu anak Gray maka harta kalian 59% Jatuh ke anak ini " ucap Dwen
"Tidak masalah bagi ku. bukan nya anak nya Gray cucuku juga " balas Mom Johana
" Kalian datang ke sini mau minta pertanggung jawaban atau mau memanfaatkan keadaan.,?" tanya Gray yang baru saja tiba di rumah Mom
" Gray " ucap Celina berdiri dan Melangkah maju ke arah Gray " aku sudah merindukan mu, bahkan Anak ini juga merindukan mu " ucap Celina manja sambil mengusap perut nya yang rata
" Lihatlah, Anakku saja enggan untuk menyentuh tangan nya bagai mana Mungkin Gray bisa melakukan yang tidak senonoh " ucap Mom Johana kepada Kedua Orang Tua Celina
Tangan Ayah Celina sudah mengenal dia tidak terima jika anak nya di perlakuan seperti itu, Gray terlihat sangat Jijik kepada sang putri.
" Jika sedang mabuk, nama mungkin tidak tergoda dengan Tubuh indah anakku " ucap Sinis Dwen sambil memutarkan Bola Mata nya
Mom Johana tersenyum " berarti Anak mu yang sudah menggoda anakku, Apa Anakmu waktu itu masih suci.?" Tanya Mom Johana
" kau!" tunjuk Dwen kesal
" Diam!!" Teriak Gray " Dan kau " Tunjuk nya kepada Celina "
__ADS_1
" Iyan sayang " jawab Celina manja
" Lusa kita akan ke rumah sakit untuk melakukan Tes DNA " ucap Gray
" Mana bisa sepeti itu, anak kita baru seumur jagung " Protes Celina " Aku tidak ingin anak ini kenapa-kenapa " ucap Celina
" Aku banyak uang, dengan uang aku bisa melakukan apa saja " ucap Gray di depan wajah Celina " Jangan anggap aku ini bodoh " lalu Gray meninggalkan Mereka yang masih bersih tegang di ruang tamu
" Kalian dengar itu, Lusa kita akan ke rumah sakit Untuk Tes DNA, jadi sekarang kalian pergi lah " usir Mom Johana " dan satu lagi, jangan datang ke mari lagi sebelum semau nya terbukti " Mom Johana langsung Pergi meninggalkan mereka
Celina dan kedua orang Tua Celina langsung pergi meninggalkan kediaman Gray
Di dalam mobil, Daddy Celina langsung menatap sang anak karena Celina terlihat Cemas " Apa benar itu Anaknya Gray.?" tanya Nya
" Sudah pasti anak nya Gray, lalu anak siapa lagi, Selama ini putri kita hanya berhubungan dengan Gray saja " ucap Dwen
" iya, lagian Pertanyaan Daddy ada-ada saja, apa jangan-jangan Daddy sudah tidak percaya kepada Putri Daddy ini " ucap Celina ngibas-gibas tangan nya di leher " Aku hanya bermain dengan nya, Daddy tau Itu bukan, Kadi tidak mungkin aku bisa bermain dengan laki lain "
" Daddy percaya kepadamu " Ucap Daddy, walaupun hati nya berkata lain. Yang Daddy khawatir adalah bagai mana jika Itu bukan anak Gray, dari perlakuan gray kepada Putri nya sangat terlihat bahwa Gray tidak suka di sentuh oleh Sang putri, jika Samapi kecurigaan nya benar maka tamat lah Riwayat Keluarga Celina mereka akan kehilangan Harta mereka yang sudah mereka rintis dari Nol
Celina sedang memutar otak bagai mana cara nya agar hasil nya positif " aku harus menghubungi Dokter yang akan menangani ku nanti, aku akan bayar berapapun yang dia minta asalkan habis nya positif
Sesampai nya di rumah, Celina langsung Menghubungi Dokter yang akan mereka Tuju lusa, untung, Tadi gray telah memberitahukan Siapa dokter Yang akan mereka datangi, jadi Celina bisa dengan mudah menghubungi Dokter itu
Di rumah, Gray Membaringkan Tubuh nya di atas tempat tidur, rasanya kepadanya sangat pusing menghadapi maslah yang sedang di jalani nya saat ini, baru juga dirinya bertemu dengan Anna, namun harus menyelesaikan masalah nya dengan Celina " Aku harus segera mengurus mereka semua, agar aku bisa menemui Anna secepatnya " Gray benar-benar sudah di buat gila oleh Anna. rasa cinta nya kepada Anna membuat Gray tidak karuan.
__ADS_1