Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 30 : Orang rakus


__ADS_3

Angin pagi berseliweran melewati celah-celah Jendela mata hari yang mulai naik ke atas menandakan hari mulai Pagi, namun ke dua manusia ini malah masih asik tidur di atas tempat tidur dengan saling berpelukan


Wida yang tadinya ingin membangunkan pasangan itu ia urungkan karena takut mengganggu mereka yang masih terlelap tidur " Hm mereka benar-benar " Ucap Widia


" Bagai mana apa Tuan sudah bangun?" Tanya Max yang baru saja datang membawa paper Bag untuk Gray


" Belum, mereka masih tertidur malah terlihat sangat nyaman saat ini, aku tidak berani untuk membangunkan nya, kalo mau kamu saja " ucap Widia langsung duduk di meja makan


Max ikut duduk di meja makan mana mungkin Max berani membangunkan Gray yang sedang tidur lebih baik telat dari pada membangunkan singa yang sedang tidur


" Kenapa kamu ikut duduk, bukan nya kamu mau membangunkan Tuan mu?" Tanya Widia


" Aku mau sarapan dulu " Jawab Max yang langsung mengambil makanan


Widia menggelengkan kepalanya " ku pikir kau tidak hanya bermuka Triplek tapi kamu juga ternyata penakut " ucap Widia menyantap makanan nya


Max tidak menghiraukan ucapan Widia dia malah asik dengan sarapan nya bahkan sampai nambah


Widia yang melihat itu langsung membulatkan mata nya " Kau itu laper apa rakus " tegur Widia


" Makanan nya sih tidak enak mungkin karena laper " jawab Max


Widia language mengambil Piring milik Max " kalo tidak enak jangan di makan mending di kasih ke kucing " ucap Widia


" Sayang kalo di kasih ke kucing mending aku makan untuk mengisi perut ku, balikkan piring ku " Pinta Widia, namun Widia tidak bergeming ia malah membawa piring milik Max ke dapur dan mencuci nya, siapa yang tidak sakit hati jika masakan nya di bilang tidak enak tapi masih di makan


Max mendengus kesal lalu pergi ke ruang tamu untuk mengecek kerjaan lewat laptop nya

__ADS_1


~ Di kamar


Gray baru saja bangun dari tidurnya, Bibir Gray mengembang melihat pemandangan pagi ini, Anna yang memeluk tubuhnya Gray dan Menyenderkan Kepalanya di dada bidang milik Gray karena saat ini Gray sudah terbaring di samping Anna " Sedang tidur saja kamu sangat cantik " Gumam Gray Mengelus wajah Anna


" Eum, Kenapa bantal ku sangat nyaman sekali dan em sejak kapan Bantalku berubah menjadi Kotak-kotak " Ucap Anna yang masih memejamkan mata, namun tangan nya sudah bermain-main di Dada bidang Milik Gray


Gray yang sudah tidak bisa menahan geli nya dia malah tertawa " Hahaha.. Geli stop Anna " ucap Gray


Anna langsung membuka mata nya karena kaget Anna langsung Mengambil Posisi duduk " Kakak sedang apa di sini?" Tanya Anna kaget " Dan kenapa tidur di kamar ku "


Gray mengambil posisi duduk " Kamu yang menarik ku untuk tidur di samping mu " jawab Gray


" tidak mungkin " Ucap Anna


" Kalo tidak percaya ya sudah, aku mau mandi dulu " ucap Gray turun dari tempat tidur lalu masuk kedalam kamar mandi


Anna menatap kepergian Gray yang sudah tidak memakai apa-apa hanya Dalaman saja, Anna langsung melihat Tubu nya sendiri yang masih menggunakan pakaian Lengkap " Huh, apa yang sudah aku lakukan semalam dengan kak Gray" Gumam Anna menggaruk kepala yang tidak gatal " Dan tadi.." Anna tiba-tiba tersenyum ketika Ia mengingat bisa meraba Dada bidang milik Gray " Tangan ini " Anna memperhatikan tangan nya sendiri lalu kembali masuk kedalam selimut karena merasa malu


Caltlin yang sedang sibuk dengan gaun-gaun pesanan milik pelanggan harus di kejutkan dengan ke datangan Ibu dari Karan " Aunty " Ucap Catlin tersenyum dan menyalami Mami Karan " Silahkan duduk Aunty" ucap Catlin


Mami Kara bukan nya duduk ia malah melihat-lihat dress yang bergantungan di Ruang kerja Catlin " Berapa pendapatan mu setiap bulan dan tahun nya?"


Catlin tidak menjawab karena untuk apa Mami Karan ingin tau" Kenapa tidak menjawab" tanya nya


" Maaf Aunty " Ucap Catlin


Namun langsung mendapatkan senyuman sinis dari Mami Karan " Aku tidak tau kenapa Anak ku bisa menyukai mu padahal aku sudah menyiapkan wanita yang lebih dari mu " Ucap Mami Karan

__ADS_1


Catlin yang awal nya menunduk tiba-tiba saja langsung menatap Mami Karan " Maksud Aunty?"


" Mungkin dulu, aku bisa diam saja kepada mu karena kamu adalah sahabat Anakku tapi ketika Anakku membawa dan memperkenalkan mu sebagai ke kasih nya sepertinya Aku harus mulai bertindak " ucap Mami " Tinggalkan putra saya " ucap Mami Karan


Deg..


" Kenapa Aunty?" Tanya Catlin yang menahan tangis nya


" Karena kamu bukan wanita yang kami inginkan, Karan harus menikah dengan wanita yang lebih dari kamu " Jawab Mami Karan " saya kasih waktu dua hari, jika kamu masih tidak meninggalkan Anakku maka kamu harus menerima akibat nya, Bukan hanya butik ini yang bisa gulung tikar Tapi perusahaan milik keluarga mu pun akan kena dampak nya " ucap Mami Karan yang langsung pergi meninggalkan Catlin


Catlin terjatuh ke atas sopa hatinya merasa di cubit oleh ucapan Mami Karan, Air mata nya sudah tidak bisa di bendung lagi, Catlin tidak menyangka jika jalan percintaan nya akan melwan benteng yang belum tentu bisa ia lalui " Aku harus bagai mana? Aku kalo hanya butik ku saja yang hancur mungkin aku masih bisa diam, tapi jika perusahaan orang tua ku, mana mungkin aku membiarkan nya " Gumam Catlin


Mana mungkin Catlin harus mengorbankan Perusahaan Orang tau nya apa lagi Catlin sangat tau betul bagai mana perjuangan kedua orang tua nya bisa Samapi saat ini.


Catlin mengambil Handphone nya dan mengirim pesan kepada Karan " Semoga keputusan yang aku ambil Sidan benar " ucap Caltlin


Malam ini Catlin sudah menyewa satu kamar dengan nuansa yang sangat romantis " Kenapa tempat nya di sini?" tanya Karan


" Hanya ingin saja " jawab Catlin tersenyum " Ayo masuk " Ajak Catlin



Karan dan Caltlin duduk di sopa, Catlin mulai menuangkan minuman di gelas Milik Karan " Minum lah Dulu " ucap Catlin


Tanpa rasa curiga Karan meminum minuman yang di tuangkan oleh Catlin " Oh iya bagai mana kerjaan mu hari ini?" tanya Catlin kepada Karan


Karan merangkul Catlin dan mencium pundak Catlin " Semua nya baik-baik saja karena aku melalui nya dengan mu " jawab Karan yang mulai terbuai dengan malam ini, Karan memutarkan Tubuh Catlin agar mereka berhadapan lalu mereka berdansa dengan di iringi Musik yang sangat romantis

__ADS_1


Karan menahan tengkuk Catlin lalu menc_m bi_r Catlin dengan lembut " Love you Catlin " bisik Karan membawa Catlin ke atas tempat tidur


" Love you To "


__ADS_2