Half Of My Soul

Half Of My Soul
Bab 26 : Raja restoran


__ADS_3

Di pesawat mungkin saat ini sedang ada yang berbahagia walaupun ada juga yang merasa malu karena tingkah kedua sahabat nya itu, namun di tempat Anna saat ini dua pria yang berbeda usia dan berbeda Pekerjaan sedang saling pandang memberikan tatapan membunuh satu sama lain " Jadi ini pria yang ada dalam Vidio.?" tanya Marco


" Kalo iya, memang nya kenapa? Apa ada yang salah.?" tanya Gray tidak dengan suara dinginnya


" Aku pikir pria yang selalu menemani mu masih kalangan Kita tapi nyata nya, dia bukan saingan ku" ucap Marco


Anna yang sedari tadi hanya memperhatikan Dua pria ini merasa bingung harus melakukan apa


Gray tersenyum sinis " tanpa pengusaha sepeti ku, kau bukan lah apa-apa dan tanpa pengusaha seperti ku kau hanyalah pria biasa, Ingat siapa yang menyewa mu dan siapa yang sudah membayar mu" ucap Gray " Itu semua dari pengusaha seperti ku " lanjut Gray sombong


Marco berdesisi sebal, ternyata lawan nya bukan lawan yang main-main bahkan bisa saja Marco saat ini juga di pecat dari agensi nya karena telah melawan pengusaha no satu di Setiap Negara


Ya Tadi Marco datang ke ruangan Anna dengan membawa buah-buahan bahkan banyak makanan untuk Anna. semula senyumnya mengambang karena ingin mencari perhatian dari Anna tapi semua itu telah berlalu ketika melihat siapa yang sedang duduk di samping Anna KRISTIAN GRAY pengusaha no satu yang selalu di takuti oleh para model. para model akan selalu menjaga sikap jika sedang bekerja sama dengan perusahaan Gray karena mereka takut akan di pecat Dan di asing kan.


" Makanya ku bilang, kau bukan tandingan ku" jawab Marco " Kalo begitu aku permisi, Anna semoga kamu cepat sembuh dan mulai aktivitas kembali " Ucap Marco


" Iyan kak, terimakasih sudah mau menjenguk ku ke sini dan terimakasih atas buah-buahan dan makanan nya " Ucap Anna tulus


lalu Marco membisikan sesuatu di telinga Anna " Kamu sangat pintar mencari pria " Setelah berbisik Marco langsung pamit pergi Tidak mungkin dia berlama-lama diam di sana apa lagi melihat tatapan Gray yang tidak bersahabat dengan nya.


Anna merasa lega karena Marco sudah pergi namun Anna harus menghadapi Gray yang sedang menatap nya saat ini.


" Ah sial, ternyata yang setia akan di kalah kan dengan yang kaya " Gumam Marco memijit pelipisnya

__ADS_1


Di ruangan Anna, Gray menatap Anna dengan lekat " Siapa pria itu.?" Tanya Gray dengan tangan yang masuk kedalam saku celana nya


" itu kak Marco " Jawab Anna


Grey membuyarkan bola mata nya " Maksud ku, siapa Marco di hidup mu, kenapa harus dia yang datang menjenguk mu " tanya Gray mulai kesal


" Dia kak Marco, laki-laki yang mencintai ku sejak dulu, Kak Marco juga yang selalu menemani ku di saat sedang ada undangan di televisi, Kak Marco adalah...."


Anna tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Gray membekam mulut Anna " sudah cukup jangan di lanjutkan lagi karena itu akan membuat ku sakit hati " ucap Gray mendekat ke arah Anna


Anna memainkan bola mata nya karena Gray sangat dekat sekali dengan dirinya " Buang pria itu karena sekarang hanya ada aku dan hanya aku yang akan selalu ada di samping mu, aku akan menemani mu dan mencintai mu sampai kapanpun " ucap Gray. Gray mengecup bi_r Anna dengan di batasi telapak tangan itu membuat Anna tidak bisa berkata apa-apa lagi, Anna seperti di hipnotis oleh Gray.


Gray melepaskan dekapan dari mulut Anna, dengan lekat Gray menatap Anna " kamu harus ingat ini, Kamu adalah belahan jiwa ku jadi jangan Coba-coba untuk berpaling dari ku " Anna mengangguk mengerti. Gray tersenyum melihat kepatuhan Anna kepada dirinya


Karan dan Caltlin keluar dari pesawat dengan bergandengan tangan, senyum mereka terus mengembang di pipinya, Membuat Arnold muak melihat itu semua " kalian sungguh keterlaluan " ucap Arnold yang langsung meninggalkan pasangan itu


Karan dan Caltlin saling pandang mereka heran melihat Arnold " ada apa dengan nya " tanya Caltlin


Karan mengangkat kedua bahu nya tanda tidak mengerti " Mungkin dia kesambet hantu pesawat " jawab Asal Karan " sudah ayo tidak perlu kamu pikirkan dia, mending kita cari makan sebelum kita pulang ke rumah, karena aku masih ingin bersama mu " ucap Karan mengecup punggung tangan Catlin


Caltlin menganggukkan kepalanya " Let's go " ucap Catlin


Di sebuah mobil Seorang pria yang sedang patah hati dan bahkan di patahkan oleh Kedua sahabat nya " Kalian memang keterlaluan, kenapa kalian jadian di saat hatiku sedang hancur " keluh Arnold meremas rambut nya sendiri

__ADS_1


" Tuan, apa kita langsung pulang " tanya supir Arnold


" hm.." jawab Arnold. Arnold Menyenderkan Tubuhnya di jok mobil Arnold menutup mata nya namun tiba-tiba Wajah Via terlintas di pikiran nya bahkan menari-nari di kepalanya " ah sial, kenapa harus wanita itu yang menari di kepala ku " Gumam Arnold yang masih bisa di dengar oleh Supir


Supir Arnold melirik ke arah kaca spion, Pak supir merasa khawatir dengan Arnold yang sedari tadi marah-marah gak jelas dan memaki orang lain " Apa tuan Arnold kesambet setan Negara lain ya, ko aku jadi ngeri melihat nya, Mudah-mudahan tuan Arnold tidak berkelanjutan ". batin Pak supir


Bugh..


Arnold menendang Kuris depan " Jangan menatap ku sepeti itu, aku masih waras, bawa mobil dengan benar " tegur Arnold yang sadar di perhatikan oleh pak supir


" Iyan Tuan " jawab pak supir langsung fokus kemabli ke depan.


Sesampai nya di rumah, Arnold tidak melihat kedua orang tua nya mungkin sedang pergi karena ini hari Sabtu pasti mereka menikmati malam Minggu berdua di luar sana, Arnold langsung masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan mata nya, rasa lelah membuat Arnold cepat terlelap untuk tidur


Karan dan Caltlin saat Ini sedang menikmati malam Minggu pertama bagi mereka " apa kamu suka dengan makanan nya.?" tanya Karan


Caltlin menganggukkan kepalanya " Suka, malah sangat suka makanan nya sangat enak " ucap Caltlin jujur


" Siapa dulu dong yang masak " jawab Karan bangga


" Jadi ini kakak yang masak " tanya Caltlin terharu " terimakasih kak Karan kamu memang kekasih ku yang paling Pengertian " lanjut Caltlin


" Sama-sama sayang" jawab Karan mencubit pipi Caltlin

__ADS_1


Ya saat ini Caltlin dan Karan sedang berada di salah satu restoran milik Karan, Karan membuka usaha di bidang restoran karena sedari dulu cita-cita nya ingin memiliki restoran bahkan menjadi raja restoran.


__ADS_2