Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 42 : Selalu bersama


__ADS_3

~ Pagi hari


Para pelayan yang biasa nya meraka akan melakukan aktivitas sepeti biasa nya harus terhenti karena melihat Max dan widia yang sedang berpelukan di sopa tanpa sehelai benang pun


" Aku pikir mereka tidak akan berjodoh karena mereka seperti kucing dan tikus yang selalu berantem "


" Kamu benar, aku pun sama mereka itu seperti air dan minyak yang tidak bisa ber satu tapi nyata nya pikiran kita salah " jawab nya


" Sudah lah, ayo kita pergi dari sini keburu mereka bangun dan kita yang akan kena imbas nya " ajak Nya


" Iyah, kamu Benar "


Para pelayan membiarkan Max dan Widia untuk tidur, mereka tidak ingin mengganggu.


" eum " Lengguh Widia dengan tangan yang memegangi pisang


Widia mengerjapkan mata dengan tangan yang masih di pohon pisang " kenapa dia menjadi Keras padahal tadi kenyal "


Karena semakin keras Widia langusng membuka mata, kedua bola mata Widia membulat sempurna ketiak melihat pisang yang sudah berdiri tegak di sana


" aaahhhhh!!!!!" Teriak Widia


Bugh..


Max langusng terjatuh karena Widia mendorong Tubuh max " Auh.. kau Apa-apan sih " keluh Max


" kau, Yang Apa-apan kenapa kamu berada di sini Dan ini Huaaaaaa" Widia menangis kencang karena melihat Tubuh mereka yang polos


Max yang merasa kesakitan langusng bangun dan mengambil pakaian miliknya " sadarkan lah pikiran mu, jika sudah sadar mari kita bicara " ucap Max yang langsung pergi meninggalkan Widia


" Dasar wajah triplek!" teriak Widia kesal


" Huuuaaaa apa yang sudah aku lakukan dengan nya kenapa aku tidak ingat apa-apa, ahhh ini pasti gara-gara minuman ini " keluh Widia


Widia memukul-mukul kepalanya agar sadar dan mengingat apa yang terjadi semalam namun nihil " sebaiknya aku mandi dulu sebelum para pelayan bangun dan menertawakan ku "


Widia langsung masuk kedalam kamar nya untuk membersihkan diri dan mencerna pikiran nya


~ Di Kantor


Pagi ini Anna di sibukkan dengan bulak balik kedalam kamar mandi, Anna benar-benar lemas " Sayang, apa masih mual?" tanya Gray

__ADS_1


Anna menganggukkan kepalanya " Aku sudah tidak kuat, rasanya perut ku di kocok-kocok " Keluh Anna menyenderkan kepalanya ke kloset


Gray langsung membawa Anna ke tempat tidur " Aku ambilkan air hangat ya "


" Iyah sayang " jawab Anna membaringkan tubuhnya


Tak lama kemudian Gray menghampiri Anna " Minum lah sayang " Ucap Gray


" Terimakasih sayang " Jawab Anna


setalah meminum air hangat, Anna memberikan kembali tubuhnya " Tidur lah " ucap Gray


Setalah melihat Anna tidur, Gray langusng membersihkan tubuhnya karena ada rapat pagi ini


Sebelum Rapat Gray tidak lupa meminta OB untuk membelikan sarapan untuk dirinya dan Juga Anna tidak lupa buah-buahan entah kenapa pagi ini Gray menginginkan makan buah-buahan


Anna bangun dari tidur nya lalu mencari keberadaan Gray, namun pandangan nya beralih ke selembar kertas yang ada di atas meja


...Sayang aku pergi rapat dulu, kamu sarapan lah terlebih dahulu, aku sudah menyuruh OB untuk membelikan sarapan untukmu ♥️ ...


Anna tersenyum ia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya


Dua puluh menit kemudian, Anna keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian yang sudah lengkap, Anna berjalan keluar dari ruang pribadi milik Gray, benar saja di meja sudah ada buah-buahan dan juga sarapan untuk dirinya dan Gray


Catlin dan Karan baru saja menyelesaikan sarapan nya di restoran hotel, entah kenapa pagi ini Catlin tidak merasa mual bahkan Catlin sangat rakus dalam malam


" apa kamu biasa makan sepeti tadi yang porsi nya begitu banyak?" Tanya Karan


Catlin menggelengkan kepalanya " Tidak, bahkan bisanya aku sulit sekali untuk makan " Jawab Catlin


" benar kah?"


" Iyah, entah kenapa pagi ini aku sangat rakus dalam makan, mungkin karena ada kamu yang menemani ku " ucap Catlin malu-malu


" jika itu membuat napsu makan mu banyak maka mulai saat ini aku akan selalu menemani mu untuk makan, agar kamu bisa makan dengan tenang dan tidak merasa mual lagi " Balas Karan


Catlin menganggukkan kepalanya " Kalo begitu ayo kita pulang ke rumah Anna " ajak Catlin


" baik lah, tapi kita harus mengambil barang-barang Kita dulu di kamar "


" Oke " jawab Catlin

__ADS_1


Catlin sangat senang hari ini karena dirinya telah di temani oleh Karan sejak kemarin, Entah karena bawaan Calon anak mereka tau karena memang Catlin sangat merindukan Karan sehingga catlin tidak rela melepaskan Karan untuk pergi


Apa lagi Karan akan menjamin jika perusahaan milik keluarga nya tidak akan bisa di sentuh oleh Mom nya Karan, membuat Catlin bisa bernapas lega.


" ayo sayang " ajak Karan meraih tangan Catlin


" Karan "


sontak saja Karan dan catlin langusng menoleh ke arah suara " Noni?" gumam Karan


" siapa dia?" tanya Catlin


Noni berjalan ke arah Karan dan langusng memeluk Karan begitu saja " Kamu kemana aja sih, aku lelah tau mencari mu sejak kemarin, Dan Mommy juga dari kemarin terus menelpon ku untuk segera membawa mu pulang "


" Wanita ini siapa Karan ?" Kata Catlin


Noni langsung mengulurkan tangan nya " Hai, Aku Noni calon istri Karan " ucap Noni yang langsung merangkul lengan Karan


" Oh " Jawab Catlin menatap Noni lalu beralih kepada Karan


" Sayang aku bisa jelaskan" ucap Karan


Catlin tersenyum " Tapi sayang nya, dia adalah calon ayah dari anak yang sedang ku kandungan " Kata Caltlin yang langsung menjauhkan Tubuh Noni dari Karan


" Hahaha jangan ngehayal kamu, kamu hanya wanita mur_n yang di bayar oleh calon suamiku kan" Tuduh Noni


plak..


" Kau!" Tunjuk Noni karena Catlin telah menampar dirinya


" Tamparan ini tidak seberapa dengan apa yang sudah kau tuduhkan kepadaku, jika kau menuduh ku jala_g Lalu sebutan yang pantas untuk perempuan yang mengaku-ngaku calon istri Karan dari ayah calon Ankku apa hah!! " kesal Catlin


Catlin tidak ingin di rendahkan lagi kali ini, Catlin ingin menunjukan kepada mereka bahwa dirinya tidak lemah, Cukup sekali catlin mengambil keputusan yang buntu tapi tidak untuk sekarang dan seterusnya, Catlin akan memperjuangkan Karan demi Anak nya.


" Sayang lihat lah dia yang sudah berani menampar ku " keluh Noni yang mencoba meraih tangan Karan


Bukan nya merasa iba kepada Noni, Karan malah langsung merangkul pinggang Catlin " kamu hanya wanita yang di bayar dengan tender oleh ibu ku, jadi jangan melebihi batas mu, Aku bisa saja mengambil apa yang sudah ibuku berikan kepadamu " Ancam Karan " dan satu lagi, pergilah jauh-jauh dari hadapan ku jika kau tidak ingin perusahaan mu jatuh bangkrut " lanjut Karan yang langsung meninggalkan Noni di sana


Tamu hotel yang melihat drama itu langusng saking bisik dan menatap jijik ke arah Noni


Kedua tangan Noni sudah mengepal amarah nya sudah di ubun-ubun " awas saja kalian, akan aku balas penghinaan ini " Ucap Noni tidak terima

__ADS_1


" apa kalian lihat-lihat hah!!" bentak Noni


__ADS_2