
Malam ini begitu riuh di rumah Gray yang baru suara tangis bayi yang saling bersautan namun hanya Baby Vareel yang diam dan Ateng. Mungkin karena rumah baru mereka belum terbiasa dengan suasana baru membuat Baby Kevin dan Baby Jasmine rewel
" Aduh Anak mom memang paling pintar ya, kamu tidak rewel seperti Baby Kevin dan juga Baby Jasmine " puji Anna mencium pipi si gembul
" Dia itu anak yang kalem, sama seperti Daddy nya pendiam tapi mematikan " Balas Karan sambil bergidik ngeri
" Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, Tapi aku berharap sipatnya seperti Anna lemah lembut jangan kaya Daddy nya garang membuat semua orang takut " lanjut Arnold
" Kalo Jasmine dia seperti Itu nya cengeng dan cerewet " gumam Arnold sambil menyunggingkan senyum nya dikala ia ingat pertama kali Arnold ketemu dengan Via di pesawat
Gray menepuk bahu Arnold " yang penting jangan seperti mu yang suka celap celup sembarangan " kata Gray di balas tawa oleh Karan
Ya Arnold sudah menceritakan semua nya kepada Gray dan Karan, Walaupun Arnold tidak bicara pun Gray pasti akan tau apa yang sedang di lakukan Adik sepupunya itu di luar, dari pada di bilang munafik mending Arnold mengaku lebih dulu.
" Iya, kau berharap Siapat nya mirip seperti Ibunya yang Hambal dan ramah kesemua orang " kata Arnold meminum minuman nya
Karan menatap Sahabatnya dengan iba " sabar ya, tuhan pasti sudah merencanakan Sesuatu yang indah untukmu " kata Karan
Arnold menganggukkan kepalanya " Amin.. gue berharap begitu "
" Sudah ayo-ayo kita bakar-bakaran keburu semakin malam " kata Anna kepada para pria
Gray dan yang lain nya langsung beranjak, para pria seperti biasa mereka akan membakar Daging dan yang lain nya sedangkan para wanita hanya duduk manis menunggu masakan nya Mateng
" Cus, apa kamu betah kerja dengan Arnold? Dan bagai mana dia kalo di apartemen " tanya Anna kepo
__ADS_1
" Saya sih betah-betah saja Nona apa lagi ada baby Jasmine yang membuat saya semakin betah " kata Cus Cahra " kalo Tuan Arnold dia baik bahkan tidak pernah memarahiku walaupun aku sering menghabiskan makanan nya hehehe " cus Cahra terkekeh
Anna bersyukur karena Arnold baik kepada cus Cahra. Anna menatap Cus Cahra dengan lekat " apa kamu menyukainya? " Tanya Anna
Cus Cahra langsung membulatkan kedua bola mata nya " Mana mungkin Nona, mana mungkin Saya menyukai Tuan Arnold, dia terlalu sempurna untuk saya yang hanya Baby sister saja. Di luar sana masih banyak yang lebih sempurna dan yang lebih segalanya dari saya, saya mah hanya butiran debu saja " ucap Cus Cahra
" Kalo jodoh siapa yang tau cus " kata Catlin sambil melirik Anna
" Hahaha.. jodoh dalam mimpi kali ya " cus Cahra tidak ingin menanggapi pertanyaan yang di berikan kepada nya apa lagi soal Arnold. Siapa yang tidak suka dengan pria tampan kaya dan tanggung jawab Tapi Kita harus sadar diri terlebih dahulu sebelum Kita jatuh
" kalian ngobrol apa sih, ko serius sekali sayang " tanya Gray yang memeluk Anna dari belakang
" Dad, ini hanya obrolan wanita " kata Anna sambil tersenyum kepada suaminya
" Heum.. kalo gitu ayo kita ke sana, Biarkan para baby di tungguin oleh pelayan " kata Gray
Anna menyuruh pelayan untuk menjaga para baby sedangkan mereka menikmati BBQ. Cuaca yang mendukung membuat mereka sangat menikmati, termasuk cus Cahra ia juga ikut dalam pesta kecil-kecilan ini karena Catlin dan Anna yang mengajak nya
" Ayo Dad, Daddy sudah banyak minum Ayo kita kembali ke kamar " ajak Anna yang melihat suaminya yang sudah terlalu banyak minum
Hanya para pria saja yang minum karena para wanita harus Menyusui jadi mereka tidak ikut minum
Gray tersenyum melihat sang istri " aku sangat mencintaimu Aleta " ucap Gray
" Aleta aku mencintaimuuuuu!!!!!!! Teriak Gray yang langsung memeluk Anna dan mengecup bi_r Anna
__ADS_1
" Is kalian, lakukanlah di kamar kalian jangan di sini " tegur Arnold yang sama-sama banyak minum
" Iya Ayo Dad, kita lanjut di kamar saja " ajak Anna
Setelah kepergian Anna dan juga Gray. Catlin dan karan pun ikut masuk kedalam kamar tamu
Tinggallah Cus Cahra dengan Arnold yang masih duduk di sana. Arnold yang sudah banyak minum hanya bisa Menyenderkan tubuhnya di kepala Sopa
" Jiak kau ingin pergi ke kamar pergi lah, Aku sedang ingin sendiri " usir Arnold
" Tapi Tuan Anda sedang tidak baik-baik saja mana mungkin Saya meninggalkan Anda sendirian " kata Cus Cahra
Arnold tersenyum simpul " saya sudah biasa sendiri jadi kamu jangan khawatir "
" Via, aku sangat merindukan mu sangat-sangat merindukan mu Vi hiks.. andai saja kau masih di sini mungkin aku dan putri kita akan sangat bahagia " lirih Arnold pelan tapi masih bisa di dengar oleh Cus Cahra
Cus Cahra mengerutkan kening nya " sepertinya Tuan Arnold sangat mencintai istrinya " batin Cus Cahra menatap Arnold
" Vi.." Arnold menghentikan ucapannya dan melihat arah cus Cahra
" Via kamu di sini sayang " kata Arnold kepada Cus Cahra
" Saya Cahra tuan bukan Nyonya Via " kata Cus Cahra kaget
Namun Arnold menahan tangan Cus Cahra ketika cus Cahra akan pergi " duduklah di sini temani saya, maaf jika barusan saya memanggil mu via karena saya pikir kamu adalah Via ku " kata Arnold menyadarkan dirinya
__ADS_1
Cus Cahra mengangguk mengerti ia duduk di samping Arnold dengan harap-harap cemas karena takut Arnold melakukan yang bukan semestinya apa lagi kesadaran Arnold yang setengah sadar