Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 36 : Seandainya


__ADS_3

Gray kembali ke kamar dengan membawa Nampan berisi Sup dan juga Buah-buahan yang lain nya " Sayang " Gray berjalan ke arah Anna yang baru saja beres mandi " Ayo makan dulu "


Anna tersenyum dan langsung duduk di sopa " Siapin " Pinta Anna manja


" aku tidak menyangka jika dirimu sangat manja seperti ini " Ucap Gray namun walaupun begitu Gray tetap menyuapi Anna Dengan telaten


" Aku manja kepada pacar ku sendiri, Jika tidak boleh biar aku manja kepada pria lain saja " Goda Anna sambil tersenyum


Gray langsung melotot " Sekali lagi kamu ngomong seperti itu jangan harap kamu bisa melihat Ku lagi " Ancam Gray


Wajah Anna langsung berubah pias mendapatkan Ancaman dari Gray " Hahaha Bukan hanya manja sekarang aku jadi tau kalo kamu itu cengeng " ledek Gray


Anna membuang wajah nya ke arah lain dan pura-pura ngambek " Uluh, pacar nya siapa sih ini Manis nya, Aaaaa" Gray memberikan satu suapan kepada Anna


" Habis kakak menyebalkan " Jawab Anna


" Tapi aku suka melihat kamu marah begitu, jadi tambah cantik dan imut " Kata Gray Terkekeh


" Taulah, Ini kakak makan ini " Anna memberikan satu anggur ke dalam mulut Gray dengan bi_r nya


Sudah pasti Gray tidak akan membuang kesempatan langka ini " Ini sangat manis ketika aku memakan nya dari mulut mu " Jawab Gray yang sudah berhasil mengambil Anggur dalam mul_t Anna


Anna Masih membulatkan kedua mata nya karena tidak menyangka jika Gray akan mengambil nya " Kakak ! "


Sesudah menyuapi Anna, Gray dan Anna bersantai dia atas tempat tidur sambil menonton Film yang mereka Gemari


Kepala Anna yang menyender di dada bidang Milik Gray dan Gray yang mengelus kepala Anna dengan lembut membuat mereka sangat nyaman " Kak, Kakak sejak kapan menyukai Aku?" tanya Anna


" Em, sejak kapan ya " Gray pura-pura berfikir


" Kalo tidak ingin jawab juga tidak apa-apa " Lanjut Anna yang langsung melihat ke arah Tv


Gray mengelus kepala Anna dengan lembut " Entah sejak kapan perasaan ini muncul untuk mu, Namun Aku senang jika sedang bersama mu, walaupun kamu tidak banyak bicara dan sangat irit bicara tapi jika kamu sedang tersenyum, kamu sangat manis dan aku suka itu " Jawab Gray " Dulu kamu sangat Imut dengan tidak banyak bicara tapi sekarang Kamu sangat imut ketika sedang cemberut hahaha "


" ia kakak "


" Cup " Gray mengecup Anna " itu hukuman untukmu karena masih memanggilku kakak"


Anna mengerjapkan mata nya " Lalu aku harus panggil Kakak dengan sebutan apa?" Tanya Anna


" Honey, sayang, baby, darling atau Apa saja yang pasti tidak kakak, aku tidak ingin ketika kita sedang di luar kamu memanggil ku kakak karena orang pasti beranggapan kalo aku ini Kakak mu bukan pacar mu " Protes Gray

__ADS_1


" Heum Baiklah, Sayang " Jawab Anna


Senyum Gray mengembang ketika Anna memanggil nya dengan kata sayang " nah gitu dong " Ucap Gray mencubit hidung Anna


" au, sakit " rengek Anna memegang hidung nya


" Hidung mu aslikan bukan oplas?" Tanya Gray


plak


Anna memukul dada Gray " Ini asli ya kak, walaupun teman-teman ku banyak yang bilang hidungku ini oplas tapi ini benar-benar Asli, mana mungkin aku melakukan itu karena aku tidak ingin suatu saat nanti ada masalah dengan hidung ku " Jelas Anna


" Aku hanya bertanya tapi jawaban mu sangat panjang sekali " Ucap Gray Terkekeh


" Biar jelas, makanya di jelaskan " lanjut Anna


" Lalu apa yang kamu oplas?" tanya Gray " Apa si kembar juga oplas?"


" Tidak ada, Semua nya masih murni, buktinya kemarin ketika kakak bermain sama si kembar mereka baik-baik saja tidak ada keluhan apapun " Jawab Anna polos


Gray semakin Terkekeh " Habis si kembar membuat aku gemas dan Bentuk nya juga di luar dugaan ku " Goda Gray


" Kakak ini pikiran nya malah ke oplas, memang nya hanya oplas saja yang mempunyai bentuk Yang indah dan menggemaskan " keluh Anna " Eh tunggu "


" Kenapa kakak malah ngomongin ini sih, Ih Menyebalkan " Ucap Anna


Cup


" Itu hukuman untuk mu karena memanggil ku kakak " Ucap Gray yang mendaratkan Kecupan di bi_r Anna


" Maaf lupa, mungkin aku belum terbiasa sayang "


" Nah itu bisa"


" keceplosan " Anna terkekeh


" Di biasakan sayang, agar menjadi biasa " Ucap Gray


" Iyah, yank " Jawab Anna memakan cemilan nya


Di kamar Anna dan Gray sedang menikmati masa bersama nya Namun beda hal nya dengan Catlin dan juga Widia Yang sedang berenang karena tidak ada kegiatan

__ADS_1


" Wah kakak hebat " Puji Catlin


" Biasa saja " Jawab Widia cuek


" Heum " Catlin mengambil handuk nya lalu duduk di kursi " Apa yang sedang mereka lakukan seharian di dalam kamar kak?" tanya Catlin


" Entah lah, mungkin membuat anak " Jawab Widia mengangkat kedua bahu nya


" Is kakak ini, mana mungkin Anna mau buat anak "


" Siapa tau saja, Lagian demi orang yang terkasih apa yang tidak di berikan, Ini negara Bebas jadi itu bukan hal yang tabu " Jawab Widia " Lagian kalo pun Anna hamil memang nya kenapa, toh ada laki nya "


Catlin Langsung Menundukkan wajah nya, Catlin baru ingat jika ketika dirinya bermain dengan Karan tidak menggunakan pengaman dan Karan melakukan nya Samapi berkali-kali, Catlin mengelus perut nya


" ada apa dengan perut mu?" tanya Widia yang melihat Catlin mengelus perut nya


" Tidak ada apa-apa" Jawab Caltlin


" Oh iya kak, Menag nya jika bermain tanpa pengaman bisa hamil ya?" tanya Catlin menatap Widia


" Jiak si wanita sedang di masa subur pasti akan hamil tapi jika si wanita sedang tidak di masa subur maka kehamilan Tidaka akan terjadi " Jawab Widia


" oh " Catlin langsung mengingat apa malam itu dirinya sedang masa subur atau tidak


" Ada apa, Apa kamu sudah melakukan nya ?" tanya Widia penuh selidik


" Bu..bukan begitu maksud ku " Jawab Catlin gugup


" Oh, aku pikir kamu sudah melakukan nya dengan Karan, Jika iya, lebih baik kamu priksa ke dokter takut nya kamu sedang hamil "


" ah kakak Ada-ada saja mana mungkin aku hamil orang aku main cuman semalam " Ceplos Catlin yang langsung menutup mulut nya


" Hahaha, Ketahuan kan kalo kamu sudah melakukan nya hahaha " ledek Widia


" Kak, aku jadi takut, bagai mana jika aku hamil?" Tanya Catlin


Akhirnya Catlin berani membuat aib yang beberapa hari ini dirinya tutupi


" Kalo hamil ya tinggal di besarkan apa susah nya " Jawab Widia enteng


" tapi "

__ADS_1


" anak itu tidak memiliki salah dan yang salah itu adalah Keuda orang tua nya, lagian di sini yang salah itu kamu, kamu yang sudah merayu Karan lebih dulu untuk melakukan nya "


Catlin langsung menunduk mendapatkan Ceramah dari Widia " Jangan sia-siakan anak itu, Anak adalah anugrah banyak orang yang menginginkan seorang anak "


__ADS_2