Half Of My Soul

Half Of My Soul
Kebenaran Untuk Arnold


__ADS_3

Arnold dan Max tidak menunggu Anna Gray keluar dari kamar karena sudah bisa mereka tebak jika saat ini pasangan itu pasti sedang menikmati olahraga pagi nya


Sudah tidak aneh bagi Max atau pun Arnold meleihat pasangan itu yang telat untuk sarapan dan pergi ke kantor


" Kak, nanti aku pergi lebih dulu ya "


" Iyah " jawan Max. Nasib jomlo dan nasb kerja sama orang ya gini harus sabar menunggu atasan nya


" Oh iya kak, bagai mana dengan Tirani apa Wanita itu masih suka teriak-teriak?" Tanya Arnold


" Sekarang wanita itu sudah tidak pernah terdengar teriakan nya lagi bahkan kata Penjaga Tirani sekarang jadi pendiam dan tidak banyak omong " jawab Max


" Benarkah? Wah bagus dong biar dia bisa menyesali kesalahan nya sendiri " ucap Arnold


" Kamu benar, biasanya jika kita sedang sendirian pasti akan sadar dengan Kesalahan sendiri " jawab Max


" Mudah-mudahan saja kak "


Setelah sarapan Arnold langsung pamit pergi kepada Max untuk ke perusahaan terlebih dahulu


Di dalam Mobil Arnold teringat dengan Dompet yang ia simpan kemarin


" Sebaiknya aku melihat identitas pemiliknya agar tau dimana alamat rumah nya agar bisa mengembalikan dompet " Gumam Arnold


Arnold mengambil dompet di dalama klopak mobil, Dompet berwarna pink, Arnold membuka Dompet itu yang berisi beberapa lembar uang, kartu identitas, kartu bus dan kartu Atm


Deg..


Bola mata Arnold membulat sempurna ketika melihat nama siapa yang tertera di Kartu identitas itu


" VIA " Ucap Arnold kaget


" Kenapa aku harus bertemu lagi dengan nya dengan cara seperti ini, dia pikir dia Cinderella yang meninggalkan spatu kaca nya agar sang pangeran bisa mencari nya " Kata Arnold Terkekeh


" Ok via mungkin saat ini sudah waktunya kita bertemu kembali setelah kejadian malam itu " gumam Arnold tersenyum simpul lalu melajukan mobil ke Alamat yang ada di kartu identitas itu


Butuh satu jam lebih untuk mencari Alamat rumah Via, cukup sulit karena Rumah Via yang bisa di bilang padat penduduk bahkan Jalanana nya pun tidak bisa di lalui oleh mobil


Arnold berjalan cukup jauh bahkan Rumah Via dekat bukit sehingga Arnold harus melalui jalanan yang menanjak


" Gila rumah si Via jauh banget sih, dan kenapa Dia bisa ada di danau jika rumah nya di sini, Jarak dari sini ke danau sangat jauh bahkan dari ujung ke ujung " keluh Arnold mengusap keringat yang kelaur dari dahi nya

__ADS_1


Arnold masih berjalan dengan Kancing Kemeja yang sudah ia buka satu


Di sinilah Arnold berada Rumah minimalis yang bisa di bilang biasa saja oleh Arnold


" maaf Anda mau mencari siapa ya? " Tanya wanita paruh baya dengan sinis


" Oh iya Maaf Bibi, Apa benar ini Alamat rumah nya Via ? " Tanya Arnold


Wanita paruh baya itu melihat Arnold dari atas sampai bawah


" Ada apa kamu mencari dia ? " Tanya nya dengan angkuh


" Saya ada perlu dengan Via Bibi "


" Wanita jala**g itu sudah tidak tinggal di sini lagi, Dia sudah kami usir " ucap nya


" kami sudah tidak ada urusan lagi dengan dia, kami tidak tau dia ada dimana sekarang.. " Ucapan Nya dengan tatapan sinis


Arnold kaget mendengar jawaban dari wanita paruh baya yang ada di hadapan nya, mana mungkin keluarga tidak mengetahui dimana Anggota kuarga nya yang lain


" Baik kalo begitu saya permisi bibi " pamit Arnold yang tidak ingin berlama-lama lagi


" Hm.."


Arnold terkejut ketika ibu-ibu oaruh baya itu membantingkan pintu


Sutt.. sut..


" Astaga, punya rumah Segede biji jagung saja sombong " gerutu Arnold yang berniat meninggalkan Rumah itu


" Apa tuan mencari Via? " Tanya seorang gadis yang seumuran dengan Via


Arnold langsung menoleh kearah gadis itu " Maaf apa kamu sedang bertanya kepadaku? "


Gadis itu memutarkan bola mata nya " ya iya lah, memang nya siapa lagi yang ada di sini selain Tuan "


" Oh iya, Saya lagi cari Via kira-kira di mana dia sekarang ?" Tanya Arnold


Gadis itu membuang napas nya " Via itu sahabat ku, Dia di usir oleh bibi nya ketika via ketahuan hamil " lirih gadis itu


" Maksud mu " tanya Arnold Bingung

__ADS_1


Gadis itu menatap Arnold " Waktu itu omah nya Via masuk rumah sakit dan membutuhkan biyay operasi, Via dengan nekat menjual keper**n untuk biyaya operasi Omah nya " ucap gadis itu Sambil menunduk


Deg..


Arnold tiba-tiba saja teringat dengan kejadian malam itu yang di mana dia telah mengambil kesucian milik Via


" Lalu " lanjut Arnold penasaran karena Arnold tidak ingin mendengarkan setengah-setengah takut salah paham


" Via datang kerumah sakit dengan membawa uang yang cukup banyak tapi sayang Omah Via tidak bisa di selamatkan, Via telat datang dan yang barusan adalah adik dari orang tua via, Bibi sangat jahat kepada Via dia selalu memarahi Via dan mengancam akan membunuh omah nya jika Via tidak membawa uang " gadis itu terisak ketika mengingat bagai mana perjuangan Via untuk omah nya


" Satu bulan setelah kepergain omah, Via di nyatakan hamil, Bibi nya sudah memaksa Via untuk mengatakan siapa ayah dari bayi yang sedang di kandung oleh Via tapi Via tidak berkata jujur hiks.. "


" Smapai Akhirnya Via di usir oleh Bibi nya karena di anggap Via adalah wanita mur**n padahal itu semua tidak benar, Via hanya melakukan itu hanya sekali dimana malam kepergian Omah Via " jujur wanita itu


Wajah Arnold memucat bahkan saat ini Arnold merasa Di remas jantung nya " ternyata Aku sudah salah menilai mu Via, maafkan aku yang telah menuduh dan menghina mu malam itu. Dan apa anak uang sedang kamu kandung itu anakku? Aku harus mencari nya dan meminta penjelasan dari nya "


" Kasihan dia, Dia pasti sedang ke bingungan mencari tempat tinggal dan pasti perutnya sudah mulai membesar, Jika tuan sudah menemui nya, tolong bilang padanya jika aku Sangat Merindukan dirinya, Dan jika dia tidak punya tempat tinggal dia boleh tinggal dengan ku, pintu rumah ku selalau terbuka untuknya hiks.." gadis itu menunduk ia tidak bisa menahan air mata nya lagi


Arnold menepuk bahi gadis itu " Doakan aku agar aku bisa menemukan nya, Aku janji aku akan mencari Via sampai ketemu "


Gadis itu langsung menoleh kearah Arnold " Tuan serius akan mencarinya sampai ketemu? "


" iyah " jawab Arnold mengangguk


" Terimakasih tuan Terimakasih " ucao Gadis itu memegangi tangan Arnold karena bahgia akhirnya ada juga yang peduli kepada Via


" Sama-sama, saya juga beruvap Terimakasih karena kamu sudan menceritakan tentang Via kepada saya, jika tidak ada kamu mungkin saya tidak akan tau tentang kebenaran nya " ucap Arnold


" Kalo begitu saya permisi "


" Iyah tuan, Dan jika sudah ketemu dengan nya tolong sampaikan pesan saya "


Arnold tersenyum lalu pergi meninggalkan wanita itu


Di dalam Mobil Arnold memukul stir mobilnya berkali-kali, Arnold menyesali dengan apa yang sudah ia perbuat di malam itu


" Maafkan aku Via, maafkan aku "


Bug.. bug..


Arnold memukul stir mobil dengan kepala nya dia merasa menjadi pria bodoh dan pecundang

__ADS_1


" Aku harus meminta bantuan kak Gray untuk menemui Via, kak Gray pasti akan sangat mudah menemukan Via "


__ADS_2