
Setelah pembicaraan tadi di kolam belakang hotel, Via merasa memiliki teman dan keluarga sekaligus apa lagi Mami dan papi Arnold yang sangat baik kepada dirinya membuat Via merasakan kehangatan sebuah keluarga
Arnold yang sudah berada di depan Hotel bersama Via sambil menunggu Taksi online yang di pesan oleh Via
" Jangan ke GR ran kamu, Kedua orang tua ku memperlakukan kamu seperti itu karena mereka menganggap kamu adalah pacar ku " Ucap Arnold " jangan di masukan ke hati ucapan mereka, karena aku tidak mungkin menikahi mu "
Via tersenyum sini " Aku tau itu jadi jangan khawatir, Mana bayaran ku " Pinta Via langusng, Via tidak ingin berlama-lama bersama Arnold nanti dia merasa tambah sakit hati
" Ini " Arnold memberikan Amplop berwarna coklat yang isi nya lumayan tebal
Via mengambil amplop itu lalu membuka nya " Kerjaan ku sudah beres bukan, jadi aku harap ini terakhir kali nya kita bertemu dan jangan ada pertemuan selanjutnya, Aku tidak ingin terus masuk kedalam perangkap laki-laki yang belum Move on " Ucap Via yang langsung melangkah tapi dia hentikan lalu melihat ke arah Arnold " Dan satu lagi Tidak perlu khawatir, aku tidak pernah menganggap semua ucapan orang tua mu itu benar karena aku sadar diri siapa aku " Lanjut via yang langsung masuk kedalam mobil online nya
Rasa hanya hati Via terasa sakit, setelah di terbangkan ke atas awan namun tiba-tiba dihempaskan begitu saja ke darat, Butiran-butiran air menetes di pipi nya " Jika aku tidak butuh uang aku tidak akan pernah mau melakukan ini semua " Gumam Via menghapus air mata nya
Sedangkan Arnold masih berdiam diri di depan Hotel, Arnold merasa bersalah dengan Via apa lagi ucapan nya yang menyakitkan gadis itu
" Apa aku salah telah berucap seperti itu, kan aku hanya memperingati dia agar tidak terlalu terbawa suasana lagian aku sudah membayar nya, tapi kenapa dia malah terlihat marah kepada ku " Gunma Arnold terasa pusing memikirkan nya
Karena hari sudah malam dan kepalanya pun sudah mulai pusing mungkin efek dari Minuman yang Arnold minum, Arnold langusng masuk kedalam kamar hotel dan membaringkan tubuhnya.
~ Pagi hari
Pagi ini sepasang suami istri yang masih betah berada di bawah selimut tebal mereka seperti enggan untuk bangun dari tidur nya apa lagi ini pagi pertama untuk mereka
Tangan Gray yang sudah berada di semak belukar milik Anna dan tangan Anna yang memegangi pisang yang sudah On namun Mata Anna masih menutup dan terlelap tidur
Entah lah kenapa posisi tidur mereka seperti itu bisa-bisa nya ketiak mereka tidur tapi tau Diaman tempat wisata mereka di saat terbangun
Tok..tok..tok..
Gray merasa terusik dengan ketukan pintu kamar " Siapa sih pagi-pagi sudah berisik " keluh Gray
" Buka lah sayang, aku masih mengantuk " ucap Anna dengan mata yang masih terpejam
__ADS_1
Gray langsung turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah Pintu kamar
Ceklek
" Ada apa.?" tanya Gray langusng
" ada apa dengan wajah mu, pasti karena belum mendapatkan jatah kan " ledek Karan Terkekeh
" Langsung saja apa mau mu, pagi-pagi sudah mengganggu ku?" keluh Nya
" Ok ok, Turun lah ke bawah orang tua Arnold akan pulang hari ini setidak nya kalian menyapa Meraka terlebih dahulu " ucap Karan
" Aku.."
" Oke kami akan turun sepuluh menit lagu " Ucap Anna memotong ucapan Gray suami nya
" Sayang, bukan nya tadi kamu bilang masih ngantuk " Ucap Gray heran kepada sang istri
" Itu tadi, sekarang sudah enggak lagian benar kata kak Karan kita harus menyapa meraka dulu apa lagi kemarin aku balik ke hotel lebih awal " ucap Anna
" Baik lah, tunggu kami di bawah, sebentar lagi kami akan ke bawah " ucap Gray kepada Karan
" Ok " Karan langsung meninggalkan pasangan pengantin baru itu
Di dalam kamar Gray memeluk Anna dan mengec++p BI++r anna dengan lembut
" Eum.. " lengguhan Anna mulai terdengar
Namun Anna segera melepaskan pautan itu " Kita lanjut setelah dari bawah ya yank, gak enak orang-orang sudah menunggu kita di bawah " Ucap Anna yang langsung kabur dari pelukan sang suami
Gray yang merasa di permainkan oleh sang istri hanya bisa menggaruk kepala yang tidak gatal " Tahan Boy, nanti siang kita wisata ok " ucap Gray kepada adik kecil nya yang mulai On
di dalam kamar mandi Anna malah tersenyum puas karena sudah berhasil menjahili Gray " Otak nya mesum terus Sih jadi gitu kan " Ucap Anna Terkekeh
__ADS_1
Anna keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya dengan rambut panjang yang masih basah
Gray berjalan ke arah Anna dan menyuruh Anna untuk duduk di depan kursi rias
" Biar aku keringkan " ucap Gray mengambil pengering rambut
Anna tersenyum " Terimakasih Daddy " ucap Anna
Gray tersenyum " Ini sudah kewajiban ku untuk membantu istri ku yang cantik ini " Ucap Gray
Setalah rambut kering, Gray langsung masuk kedalam kamar mandi buat memberisih diri, tidak perlu waktu lama untuk Gray mandi
" Ayo sayang " Ajak Gray mengulurkan tangan nya
~ Di restoran hotel
Gray dan Anna keluar dari Life dan berjalan ke arah Restoran hotel, Anna melihat semua keluarga Gray sudah kumpul untuk sarapan
" Maaf kami lama " ucap Anna merasa tidak enak
" Tidak apa-apa sayang, ayo duduk sini " ucap Mom Johana menepuk kursi yang Kosong
" Duduk lah, biar aku yang ambilkan makanan untuk mu " ucap Gray
Anna menganggukkan kepalanya lalu duduk di samping Mom " Bagai mana keadaan mu pagi ini, apa masih terasa keram?" tanya Mom
" sudah lebih baik Mom, Mom maaf kemarin aku Langsung meninggalkan acara begitu saja tanpa menunggu tamu sepi dulu " ucap Anna tulus meminta maaf kepada Mom Johana
" Tidak masalah sayang, Lagian kami mengerti dengan kondisi mu, hamil muda itu tidak mudah dan pasti akan sering merasa lelah " ucap Mom
" Benar kata ibu mertua mu, Hamil muda itu tidak mudah, kamu harus banyak istirahat dan minum vitamin agar kamu dan calon Cucu kita sehat, karena di bulan pertama itu masih rentan untuk ke guguran " lanjut Mami Arnold
Anna tersenyum, ia sangat terharu karena keluarga nya sangat Oven kepada dirinya, bahkan Meraka tidak segan untuk memberikan nasehat kepada Anna
__ADS_1
" Terimakasih ya, Mom, Aunty dan yang lain nya sudah memberikan nasehat kepada Anna, Anna pasti akan ingat terus dengan nasehat kalian " balas Anna