
Satu Minggu kemudian
Anna dan Gray sudah sampai di rumah Anna. Tadi pagi Anna merengek meminta untuk pulang karena sudah tidak betah berada di rumah sakit
Gray hanya bisa pasrah dengan keinginan Anna " Sekarang istirahat lah, Walaupun di rumah kamu tetep harus banyak Istirahat Ucap Gray kepada Anna
" Tapi aku gak ngantuk " ucap Anna " Bukan nya sehat yang ada aku malah tambah sakit " keluh nya
Gray membuang Napas " Lalu sekarang kamu mau apa.?"
" Mau menonton Drama " ucap Anna semangat
" Yasudah tapi kamu tetap harus di atas tempat tidur jangan turun dari tempat tidur " Ucap Gray
" ok "
Gray memberikan remote Tv kepada Anna, Dan Gray ikut duduk di samping Anna sambil membuka Laptop nya untuk memeriksa kerjaan karena sudah beberapa hari ini Gray Tidak masuk kerja bahkan Max sampai keteteran gara-gara Gray tidak masuk kerja
Di bawah Widia sedang duduk santai dengan secangkir Coklat dengan Handphone di tangan nya, setiap hari setiap saat Widia harus memeriksa pekerjaaan Anna apa lagi Anna sudah menunda kontrak kerja yang seharusnya Saat ini sudah Anna selesaikan " Sampai kapan laki-laki itu akan diam di sini, kalo begini terus bisa-bisa Anna tidak bisa melakukan aktivitas nya kembali " keluh Widia menggeleng kepalanya
Widia sangat tau betul bagai mana posesif nya Gray terhadap Anna, apa lagi kalo Anna sedang meringis kesakitan Gray pasti akan langsung membuat heboh orang lain.
Di pertengahan Drama yang Anna Tonton, Anna malah tertidur dengan posisi yang nyaman " Ini bukan kamu yang nonton drama tapi malah Drama yang menonton Mu " Ucap Gray tersenyum sambil membenarkan rambut Anna yang menghalangi Wajah Anna
Gray menaruh Laptop nya dan langsung mendekat Anna ke dalam pelukan nya " Aku ingin segera kita bersama agar aku tidak menahan lagi yang sedang aku rasa " Ucap Gray, Bagai mana Tidak saat ini di bawah Gray sudah mulai sesak karena melihat Gunung kembar yang terpang-pang jelas di sana " Godaan yang sangat Sulit untuk lelaki hindari " Gumam Gray menatap gunung kembar
~ Di negara Y
Caltlin dan juga Karan sedang berjalan-jalan di sebuah Mol besar, mereka baru usai menonton bioskop, pasangan ini terus saja menebar kebahagian di wajah nya apa lagi setelah habis menonton tadi membuat mereka senyum-senyum sendiri
__ADS_1
Apa yang di lakukan Keren tadi membuat Catlin merubah wajah nya menjadi merah, Ciu_n yang di berikan oleh Keren sekali terkesan di benak Catlin
" kita makan dulu ya " ajak Karan
Catlin menganggukkan kepalanya " Kita makan di sana saja " Tunjuk Caltlin
Hubungan Catlin dan Karan berjalan dengan mulus bahkan Karan sudah mengenalkan Catlin kepada Kedua orang tua nya, Yang awal nya Karan mengenalkan Catlin sebagi sahabat sekarang Berbah menjadi seorang kekasih
Di meja Karan sudah memesan makanan untuk mereka " oh iya, aku sudah lama gak ketemu Arnold kemana dia.?" tanya Karan
" Mungkin sedang sibuk dengan kuliah nya kan dia tahun ini harus selesai " jawab Catlin
" Iyah, mungkin ya " Ucap Karan " aku takut nya dia masih galau "
" Galau kenapa.?" tanya Caltlin
" Apa kamu tidak tau, jika selama ini Arnold memendam rasa kepada Anna.? " ucap Keren
Karan menganggukkan kepalanya " Dia menyukai Anna ketika kita dia di kelas 11 bahkan, Makanya ketika Anna pergi tanpa kabar hanya dia yang mencari seperti orang Gila " Lanjut Keren menggelengkan kepalanya
FLASHBACK ON
Malam itu Arnold ke rumah Anna karena no Anna yang sudah tidak aktif lagi, Arnold cemas takut terjadi apa-apa namun siapa sangka ketika Arnold ke rumah Anna dia di kejutkan dengan pemilik rumah Anna yang baru
Arnold berjalan di bawah guyuran Hujan karena ia ingin mencurahkan rasa kekhawatiran nya " Kenapa kamu pergi, kenapa kamu meninggalkan ku ketika aku sudah mulai menyayangimu " Arnold mengusap wajah nya lalu memesan Taksi untuk ke sebuah Klab malam
Sesampai nya di Klab malam, Arnold memesan ruangan VVIP dan Arnold juga sempat menelpon Karan untuk membawakan nya baju ganti karena baju yang Arnold kenakan saat ini sudah basah Kuyup
Arnold memesan Minuman yang akan menghangatkan tubuhnya dan Arnold juga memesan dua wanita untuk menemani nya
__ADS_1
Karan datang ketika Arnold sudah tepar di atas sopa dengan enaknya yang sedang mengenakan pakaian nya " Keluar kalian " ucap Karan mengusir dua wanita itu
" Lo kenapa? ko bisa seperti ini " ucap Karan kepada Arnold yang sudah tepar
Arnold mengucapkan kata namun suara yang di dengar Karan tidak jelas, Karan menggelengkan kepalanya " Ganti pakaian mu, setalah itu kita pulang " ucap Karan namun Lagi-lagi Arnold tidak menggubris ucapan Karan, Arnold malah tertidur di sopa
Mau tidak mau, Karan harus menyuruh orang untuk membawa Arnold ke dalam mobil nya " Kita pulang, Lo nyusahin gue " kesal Karan " Apa wanita itu sangat istimewa membuat Lo jadi sepeti ini " keluh Karan
Arnold meracau tidak jelas bahkan Arnold sesekali menangis membuat Karan Iba " Mungkin dia bukan jodoh Lo, jadi sudah cukup Lo menangis dan menyiksa diri sendiri sepeti ini "
Bukan hanya malam itu, Arnold hampir setiap hari datang ke Klab malam untuk hura-hura dan menghabiskan waktunya dengan para wanita, Cinta nya yang telah pergi membuat Arnold menggila
FLASHBACK OFF
" Kasian ya dia " ucap Caltlin
Karan menganggukkan kepalanya " Ketika Anna kemabli dia malah harus tau kenyataan yang sangat pahit kalo Anna menyukai Kak Gray dan sudah menaruh perasaan nya di kak Gray " lanjut Catlin
" itulah cinta bisa membuat kita gila " Ucap Karan " sudah ayo makan nanti keburu dingin "
Caltlin menganggukkan kepalanya dan menyantap makanan yang ada di hadapan nya " Kakak sejak kapan mulai menyukai ku.?" tanya Catlin sambil memasukan makanan nya ke dalam mulut
Karan tersenyum " semenjak Kiya kena dan semenjak kamu tidur di pangkuan ku ketika kita saat itu sedang piknik di pinggir danau dengan yang lain " Jawab Karan " semenjak itu, aku mulai menyukai mu dan mulai ingin dekat dengan mu bukan sebagi sahabat tapi sebagai seorang Pria yang akan selalu ada untuk mu tempat keluh kesah mu dan tempat menaruh hati ku di hati mu "
Wajah Catlin bersemu merah, baru kali ini ada yang menggombali nya " ah kakak bisa saja " ucap Catlin yang malu-malu
" Aku serius " jawab Karan " Sekarang Giliran mu, sejak kapan kamu menyukai ku.?"
__ADS_1
Caltlin sedikit berpikir dan menompang dagu dengan ke dua tangan nya " Entah sejak kapan aku mulai mencintai kakak yang jelas aku ingin sekali dekat dengan kakak dan ingin selalu bersama kakak " Jawab Catlin jujur.