
~ DI INDONESIA
Resti Arnold dan juga Jasmine baru sampai di rumah, Arnold menidurkan Jasmine di kamar nya lalu ia menyusul sang istri ke dalam kamar
" Mih " panggil Arnold
Chara keluar dari kamar mandi dengan Menggunakan Handuk Nya
" Iyah Pih ada apa? " Tanya Cahra sambil berjalan ke arah Meja rias
Arnold Mendekat ia memekik Cahra " Kamu wangi sekali Sayang " Arnold mencium pundak sang istri lalu...
" Maaf Pih, aku belum bersih " Tolak Cahra ketika Arnold ingin memulai aksinya
Arnold menggaruk kepala yang tidak gatal " Mih, sebenarnya ada apa dengan mu, kenapa beberapa hari ini kamu selalu bersikap Baisa saja Kepadaku Bakan Jika aku tidak menegur mu kamu pun tidak akan menegur ku?! " Tanya Arnold heran
Cahra tersenyum " apa Aku begitu? Perasaan Aku Biasa saja Pih, kan papih tau sendiri kalo aku Sedang PMS " jawab Cahra tenang
" Kamu yakin, hanya Karena PMS? Bukan karena ada hal yang lain? " Tanya Arnold
" Loh, ko papih bilang gitu? Memang nya ada yang papih Sembunyikan dari ku sehingga Pipih ngomong seperti itu? " Tanya Balik Cahra dengan tatapan yang tenang
Arnold menelan ludahnya ia tidak menyangka akan terjebak oleh ucapannya sendiri
" Tidak ada, jangan aneh-aneh " kata Arnold yang langsung masuk kedalam kamar mandi
Sedangkan Cahra dia tertunduk ia merasa sangat sakit ketika tidak mendapatkan ke jujuran dari sang suami, Cahra Meneteskan air mata lalu ia hapus
" Aku akan pura-pura tidak tau Pih Samapi Aku tau dengan mata kepala ku sendiri bahwa kamu telah Bermain di belakang ku, Dan entah samapi kapan kamu akan merahasiakan nya " batin Cahra yang langsung pergi naik ke atas tempat tidur namun langkah nya terhenti ketika melihat ada pesan masuk kedalam handphone milik Arnold
Ting...
Ronal. : Papih Jangan lupa besok kita jalan-jalan ya, Aku sudah tidak sabar ingin bertemu sama papih, mami juga Merindukan papih, Love you papih
Hati Wanita mana yang tidak sakit hati melihat ada pesan masuk ke handphone milik suami
lagi-lagi Cahra harus meneteskan air mata nya " Ternyata benar dugaan ku Pih, jika kamu pergi bukan untuk kerjaan tapi untuk mereka " gumam Cahra yang langsung merebahkan tubuhnya
" Apa karena aku tidak bisa memberikanmu keturunan makanya kamu tega kepada ku Pih "
Sedangkan di kamar mandi, Arnold merasa bersalah kepada Sang istri yang karena telah meninggikan suara dan Telah membohongi nya lagi
__ADS_1
" Maafkan aku sayang, maafkan aku " lirih Arnold di bawah guyuran air shower
Arnold benar-benar di lada kebingungan entah apa yang harus ia perbuat saat ini
" Apa aku cerita saja kepada kak Gray, agar kak Gray membantuku " Gunma Arnold yang tiba-tiba teringat kepada kakak nya
" Baiklah, setelah Aku mengikuti ke mau'n nya aku akan menghubungi kak Gray untuk membantu ku mencari jalan keluar "
Tak lama kemudian Arnold keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap. Arnold melihat sang istri yang sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan membelakangi Bantal miliknya
Arnold naik ke atas ranjang lalu memeluk Cahra dari belakang
~ KEESOKAN HARINYA
Setelah kepergian sang suami yang akan ke luar kota, Cahra mengantarkan Jasmine ke sekolah nya
" Sayang, nanti seperti biasa ya, Jangan kemana-mana jika Mimih belum datang " kata Cahra
" Siap Mih " jawab Jasmine sambil hormat
Cahra tersenyum " ya sudah sekarang masuk lah, Dan jangan lupa bekal nya di habiskan ya sayang "
" Ok Mih, Jasmine masuk dulu ya Mih, dadah..." Kata Jasmine yang melambaikan tangan nya ke arah Cahra
Cahra tidak langsung pergi ia Malah termenung di sana " Hanya kamu kekuatan Mimih sayang, Mimih takut, sangat takut, takut jika Mimih tidak bisa bertemu dengan mu lagi. Mimih tidak peduli jika Mimih harus terus sakit hati yang penting Mimih Bisa dekat dengan mu " kata Cahra sambil menatap Foto Cahra, Arnold dan jasmine yang sedang Berpelukan bertiga
~ APARTEMEN
Ting..nong...
Ceklek
" Papihh..." Teriak Ronal ketika membuka pintu
" Hai boy " kata Arnold mengelus kepala Ronal
" Ayo masuk Pih, Mom sudah menunggu di dalam " ajak Ronal sambil menarik tangan Ronal
Tirani langsung berdiri dengan senyum manis nya " kamu sudah datang. Terimakasih ya " kata Tirani
" Aku datang bukan untukmu tapi untuk anak mu " kata Arnold duduk di sopa
__ADS_1
Tirani tidak peduli dengan perkataan Arnold
" Mau minum apa, Biar aku ambilkan? " Kata Tirani yang masih berdiri
" Pih Cobain ini, ini Buatan Mamih loh dan aku sangat suka dengan makanan ini " kata Ronal yang membawa satu piring Makanan
" Papih sudah makan tadi di rumah " tolak Arnold sambil tersenyum
Wajah Ronal langsung berubah cemberut karena Arnold menolak makanan nya
Arnold yang merasa kasihan kepada Ronal akhirnya memakan makanan yang di bawakan oleh Ronal
" Ya sudah nih papih makan " kata Ronal memainkan makanan nya
Wajah Ronal langsung bahagia " enakkan Pih " kata Ronal
" Heum lumayan " kata nya terpaksa
Tirani datang dengan membawakan minuman kaleng
" Nih minum lah nanti seret " kata Tirani memberikan Minuman kaleng nya
" Ya " jawab Arnold singkat
" Papih, nanti siang jadi kan kita akan main di Mol? Aku ingin sekali bisa main di sana sama papih dan mami " kata Ronal
" Iyah " jawab nya
" horee.... Akhirnya Aku bisa jalan-jalan sama mamih dan papih horeee...." Seru Ronal sambil berlari kesan kemari
" Lihatlah sebahagia itu Ronal ketika kamu meng iya kan keinginan nya, jadi tolong jangan lukai hatinya karena aku tidak tahan jika harus melihat nya bersedih " kata Tirani sambil melihat putra nya yang masih ke hidangan
Arnold bisa merasakan apa yang di rasakan oleh Tirani. Arnold juga seorang ayah, Arnold selalu melakukan apapun asalkan bisa melihat putrinya Bahagia.
" Seharusnya kamu cari ayah kandung nya, bukan mencari ku yang jelas-jelas bukan ayah kandung nya " keluh Arnold
" Aku tidak tau diman yah nya, makanya aku mencari mu karena kita juga masih berstatus suami istri " ucap Tirani
Arnold tersenyum sinis " tapi aku sudah melayangkan gugatan cerai kita, jadi tunggulah Pengacaraku mendatangi mu " kata Arnold dengan tatapan sinis nya
Kemarin ketika Arnold baru Samapi di kampung Cahra, Arnold langsung menghubungi pengacara nya untuk mendaftarkan perceraian dirinya dengan tirani
__ADS_1
" Tidak, itu semua tidak akan pernah terjadi " kata Tirani menatap Arnold
" Kenapa tidak, toh kita juga sudah lama tidak bertemu. Dan yang jelas dia bukan anakku, tapi anak mu dengan pria lain " ucap Arnold