Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 105 : Tiwi dan Joni


__ADS_3

Setelah kepulangan Anna dan juga yang lain nya Tinggallah Arnold dan juga Cus Cahra di apartemen Arnold


" Sus, kamu istirahat saja baby Jasmine biar sama saya saja " kata Arnold


" Nanti kalo saya butuh sesuatu saya akan panggil kamu " lanjut Arnold


Cus Cahra menganggukkan mengerti " baik Tuan " jawab nya yang langsung keluar dari kamar Arnold


Setelah kepergian Cus Cahra, Arnold berjalan ke Box bayi ia melihat putri nya yang sedang tertidur lelap, Baby Jasmine akan bangun jika ia haus atau popok nya yang basah


Arnold Membaringkan tubuh Baby Jasmine di tempat tidur. Arnold menatap wajah sang putri yang sangat lekat dengan wajah miliknya


" Kamu sangat mirip sekali dengan pipih Apa Mimih sangat mencintai Pipih " ucap Arnold menoel pipi sang putri sambil tersenyum


" Andai saja jika Mimih masih di sini pasti kita tidak akan merasa kesepian karena Mimih mu itu sangat bawel sekali hehehe.. " mulut mungkin bisa tersenyum tapi air mata tidak bisa Arnold bohongi jika dirinya merindukan Via berada di sisi nya


Gray dan Anna baru saja sampai di rumah, Anna melihat Baby Vareel sedang di gendong oleh pelayan, Anna tidak langsung mengambil Baby Vareel karena ia ingin membersihkan tubunya dulu sebelum Menggendong dan menyusui Baby Vareel


Setelah usai membersihkan diri Anna langsung menghampiri sang suami yang sedang duduk dengan Laptop nya


" Dad. Aku ngambil Baby Vareel dulu ya " ucap Anna


" Iyah sayang, kasian Baby Vareels sudah di tinggal sama kita dari pagi " jawab Gray


" Iyah Dad " Anna langsung keruangan keluarga


" Bi, Baby Vareel dimana? " Tanya Anna


" Ada Non, di rumah hewan " jawab Bibi


Anna mengerutkan kening nya " ngapain di sana? " Tanya Anna heran


Tanpa menunggu jawab Dari Bibi Anna langsung ke rumah hewan benar saja Baby Vareel yang sedang di gendong oleh pelayan ada di sana. Pelayan itu sedang ngobrol dengan penjaga Di sana


" Kalian di sini " ucap Anna berjalan ke arah pelayan itu


" Nyonya " palayan dan penjaga Langsung menunduk takut


" Sedang apa di sini, baby Apa Anakku rewel sehingga di bawa ke sini? " Tanya Anna


" Maaf Nyonya, Saya salah " lirih Pelayan itu sambil menunduk


Anna melihat Pelayan wanita lalu ke arah penjaga pria sambil mengambil Baby Vareel

__ADS_1


" Apa kalian berhubungan.? " Tanya Anna penuh selidik


Dua orang lawan jenis itu tidak ada yang buka suara mungkin mereka takut jika jujur


" Saya lebih senang kalian jujur dari pada membohongi saya dengan suami saya " ucap Anna tegas


" Maaf Nyonya. Jangan pecat kami " lirih penajga itu sambil menjatuhkan tubuhnya di bawah kaki Anna


" Jangan pecat kami nyonya, maafkan kami karena telah membohongi Nyonya "


Anna membuang napas nya pelan


" Saya tidak bisa memberikan keputusan tapi suami saya yang akan memberikan keputusan kepada kalian, jadi siap-siap lah " ucap Anna yang langsung pergi meninggalkan pasangan itu


Tiwi dan Joni adalah pasangan dari Indonesia yang sedang mengadu nasib di Negara K. Mereka Berhubungan baru beberapa bulan, mereka saling tertarik setelah mereka banyak mengobrol apa lagi mereka Sama-sama dari Indonesia


" Bagai mana ini Kang, saya takut di pecat " lirih Tiwi


" Akang juga bingung Neng, kita pasrahkan saja ya " ucap Tiwi dan Joni


Setelah kepergian Anna Joni dan Tiwi duduk di kursi depan rumah Ros " Saya takut di pulangkan Kang, mana di kampung Saya lagi bangun rumah milik ibu hiks.." Tiwi Terisak ia benar-benar takut jika dirinya di pulangkan


Joni mengusap Pundak tiwi, Joni juga sama takut nya namun Joni sebisa mungkin menutupi ketakutan nya agar Sang kekasih Tidak semakin menangis


Gray memanggil Tiwi dan juga Joni untuk datang keruang kerja nya


" Duduk " kata Gray dingin


Joni dan Tiwi langsung duduk dengan wajah yang masih menunduk apa lagi Bos mereka di kenal Di siplin dan tegas


" Jadi kalian ada hubungan? " Tanya Gray


Pasangan kekasih itu langsung menganggukkan kepalanya " maafkan Kami Tuan " lirih Joni


Gray Mengetuk-ngetuk jaringan ke meja dengan tatapan yang sangat dingin


" Kalian tau kan jika saya tidak suka sama orang yang tidak di siplin, Dan kalian sudah melanggar aturan di rumah ini " ucap Gray


" Jadi apa menurut kalian saya harus memaafkan kalian? " Tanya Gray lagi


" Maafkan kami tuan, jika Tuan ingin memulangkan Kami, kami terima karena ini memang kesalahan kami berdua yang telah melanggar peraturan yang ada di rumah ini " ucap Joni dengan takut. Mau membela diri pun percuma memang inilah kenyataannyaa


" Dad. " Anna yang sedari tadi ada di sana mendengarkan pembicaraan Sang suami dengan Tiwi dan Joni

__ADS_1


" Iyah sayang " jawab Gray


" Langsung saja Dad, jangan bikin mereka menunggu " kata Anna


Gray membuang napas nya lalu menatap kedua orang yang ada di hadapan nya


" Oke langsung saja saya tidak suka banyak basa basi. Besok kalian saya pulangkan ke kampung halaman kalian "


Tiwi langsung terisak menangis ia tidak menyangka jika hubungan nya bisa mengakibatkan dirinya di pecat Dan di pulangkan, apa yang harus ia jawab jika Orang tua nya bertanya kepada bisa di pulangkan..


Joni masih menatap Lantai " baik Tuan " jawab Joni pasrah


" kalian pulang Dan langsunglah Menggelar resepsi pernikahan. saya kasih kalian waktu satu bulan untuk cuti " kata Gray tegas


Joni dan Tiwi langsung mengangkat wajah nya lalu menatap Tuan mereka


" Terimakasih Tuan, Nyonya Terimakasih " ucap kedua nya


Anna yang melihat itu hanya tersenyum, Anna menyruh mereka menikah karena Anna tidak ingin Di rumah nya ada yang berpacaran apa lagi satu rumah, bukan nya kalo orang muslim tidak boleh tinggal bersama jika tidak ada Ikatan pernikahan


" Saya akan beri kalian tiket pulang dan bonus juga, anggap saja Ini Adalah kado pernikahan dari kami " kata Anna sambil tersenyum


" Terimakasih Nyonya hiks.. " Tiwi benar-benar tidak menyangka jika dirinya dan Sang kekasih tidak di pecat malah di suruh menikah


Anna dan Gray masuk ke kamar setelah melakukan Makan malam


" Apa putra kita sudah tidur? " Tanya Gray


" Sudah Dad " jawab Anna


Gray dan Anna naik ke atas tempat tidur. Anna memeluk tubuh sang suami


" Sayang, kenapa kamu tidak memecat Mereka? " Tanya Gray


Anna yang tau siapa yang di maksud oleh sang suami langsung tersenyum " karena Aku tidak ingin mereka saling menyalahkan lalu putus. Aku tidak ingin mereka mengalami apa yang pernah aku Alami dulu, harus berpisah dengan orang yang aku cintai karena sebuah keadaan " jawab Anna


Gray tersenyum " kamu memang paling paling teh best sayang " ucap Gray dengan tangan yang sudah merayap-rayap ke gunung kembar


Plak..


Anna memukul tangan Gray pelan " tangan nya di kondisikan Dad " tegur Anna


" Hehehe.. boleh ya sayang, malam ini terasa dingin sekali " keluh Gray

__ADS_1


Anna menggelengkan kepalanya " kalo begitu Ayolah " Jawab Anna sambil tersenyum


Tidak butuh waktu lama Gray langsung melahap sang istri sampai Anna Teriak keenakan...


__ADS_2