
Arnold pulang ke rumah Dengan hati yang tidak tenang apa lagi tadi melihat sang istri yang sangat kecewa kepada dirinya
Arnold masuk kedalam rumah ia melihat Cahra yang duduk di ruang tengah dengan remote di tangan nya
" Sayang " Panggil Arnold
" Sudah pulang Pih " kata Cahra dengan nada tenang nya
" Sayang Bisa aku jelasin semua nya " kata Arnold yang duduk di bawah
" Jangan begini Pih " kata Cahra yang merasa tidak enak karena Arnold duduk sambil memegang kaki Cahra
" Aku ngaku salah sayang Aku minta Maaf " lirih Arnold
" Sejak kapan Pih? " Tanya Cahra dengan tatapan masih kearah tv
Arnold memejamkan mata nya lalu menatap sang istri dengan lekat " semua nya terjadi begitu saja sayang, Dan kamu jangan salah paham dulu "
" Pipih bilang aku jangan salah paham, Lalu aku harus bagai mana? " Tanya Cahra menatap Arnold
" Apa aku harus selalu pura-pura tidak tau, dan menganggap semuanya baik-baik saja? " Kata Cahra
" Hatiku sakit Pih, sakit..hiks.." Cahra memegang dadanya
Selama ini dirinya selalu diam dan bersiap Baisa saja tapi sekarang Setelah melihat dengan kedua mata nya Hatinya begitu sakit
__ADS_1
Deg..
Arnold terkejut ketika mendengar ucapan Dari Cahra
" Apa maksud mu, jadi selama ini kamu sudah tau sayang? " Tanya Arnold dengan wajah yang terlihat Shock
Cahra menatap sang suami " wanita mana yang tidak akan curiga jika di kemeja yang di gunakan oleh suaminya berbau wangi parfum wanita, wanita mana yang tidak akan curiga melihat suaminya lebih asik dengan handphone dari pada ke istri dan anak nya dan Wanita mana yang tidak sakit hati ketika melihat pesan masuk dari handphone suaminya dengan kata-kata yang cukup manis " lirih Cahra
Arnold terdiam ia benar-benar menyesali dengan apa yang Telah di lakukan nya
" Aku selama ini pura-pura tidak tau pura-pura semuanya baik-baik saja karena aku tidak ingin di antara kita ada pertengkaran karena aku sangat mencintai kamu dan juga putri kita Pih hiks..." Cahra memegang dadanya yang terasa sakit
" Apa ternyata selama ini Istriku sudah mengetahui nya tapi ia lebih memilih diam saja dari pada Bertanya kepadaku karena ia tidak ingin Ada keributan di dalam rumah tangga nya. kenapa aku bodoh sekali kenapa aku tidak bisa menyadari dengan perubahan sikap istriku sendiri, aku benar-benar tidak layak di panggil suami. dasar laki-laki pengecut karena mempertahankan harga diri keluarga dan Martabat membuat aku mengorbankan Istri dan juga putriku " Arnold hanya Bisa membatin karena dirinya benar-benar merasa menjadi pria yang gagal
" Kenapa Pipih tidak jujur? Bukannya suami istri itu harus saking terbuka dan harus saling jujur satu sama lain? " Kata Cahra dengan wajah yang masih tenang dan lembut sambil menatap Arnold
" Maafkan aku sayang, aku pikir semuanya tidak akan begini " lirih Arnold. Arnold tau kata maaf saja tidak cukup tapi hanya itu yang saat ini ia bisa ucapakan
Cahra mengangkat sudut bibir nya " jadi jika tadi aku dan Jasmine tidak datang, Pipih akan terus berbohong kepada kami? " Tanya Cahra dengan wajah yang tidak percaya
Selama ini dirinya sering Menepis apa yang ada di pikiran nya namun...
" Apa karena aku wanita yang tidak sempurna sehingga pipih mau saja di peralatan oleh nya? " tanya Cahra
" Tidak sayang, Aku melakukan ini semua untuk kita untuk keluarga besar kita. Tirani mengancam ku, Jika aku tidak mengikuti keinginan nya maka Kamu dan Keluarga ku taruhan nya, dia akan menyebarkan gosip yang tidak-tidak tentang kita dan yang akan jadi korban nya bukan hanya kamu Tapi Mamih, papih, dan kak Gray juga " kata Arnold ia menceritakan semuanya kepada Chara tanpa ada yang terlewatkan karena ia tidak ingin ada ke salah pahaman lagi.
__ADS_1
Cahra mengangkat tubuh Arnold agar duduk di sopa karena bagai mana pun Arnold adalah kepala keluarga di rumah ini
Cahra tersenyum ia tidak ingin memperpanjang Maslah ini " Sudah lah Pih, semaunya sudah terjadi bukan, sekarang Pipih pilih saja, Pilih aku dan Jasmine atau mereka " tanya Cahra tutup Poin ia tidak ingin bertele-tele Karena pasti akan ada kebohongan di dalam sana
" Aku akan tetap memilih mu dan juga putri kita sayang. bagai mana pun kamu adalah wanita yang paling aku cintai, kamu wanita penyembuh Luka ku kamu juga wanita yang sudah menjadi ibu dari Putri kita, Jasmine " kata Arnold memegang tangan Cahra
" Aku sudah mengurus surat perceraian ku dengan nya, Aku terlalu bodoh sehingga dulu aku telah mengabaikan perceraian ku dengan Dia, maafkan aku Sayang Maafkan aku " Arnold benar-benar merasa bersalah kepada sang istri apa lagi Cahra meminta dirinya untuk memilih sudah pasti Arnold akan memilih Cahra sebagai istrinya bukan Tirani
Cahra menghelaikan napas nya " Apa pipih yakin dengan keputusan pipih? Apa pipih sudah sanggup menerima kenyataan yang akan pipih hadapi? jika tidak Pipih bisa balik lagi kepada Tirani dan biarkan aku untuk pergi, apa lagi aku ini banyak ke kekurangan Pih " kata Cahra masih melihat Arnold
Arnold membawa tubuh Cahra ke pelukan nya " Jangan ngomong begitu sayang, Samapi kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan mu karena kamu adalah wanita yang sangat Ku cintai. Tetaplah di sisiku sampai tua memisahkan kita, Aku janji aku akan menerima semua masalah yang akan aku hadapi nanti " kata Arnold meyakinkan Cahra
Cahra tersenyum, ternyata apa yang menjadi ke takutan nya selama ini hanya ilusi nyata nya Arnold masih memilih dirinya dari pada tirani
Mungkin selama ini Cahra juga sudah salah paham, Cahra pikir Arnold telah selingkuh dari nya tapi nyatanya Itu hanya sandiwara
Sedangkan di Apartemen Tirani sedang memukuli putra nya karena sedari tadi Ronal terus mendesak dirinya untuk memberitahukan siapa ayah kandung nya
" Diam!!! " Bentak Tirani dengan wajah yang sangat menakutkan
Ronal yang ketakutan hanya bisa meringkuk dengan Tangis nya
" Kamu anak bodoh, melakukan hal yang begitu saja kamu tidak bisa sampai-sampai Arnold Pergi begitu saja " keluh Tirani menunjuk-nunjuk Ronal
Ronal yang mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari Tirani hanya bisa diam dan merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya karena tirani telah memukulnya dengan kemoceng
__ADS_1