
Undangan sudah siap untuk di sebar, Bahkan undangan nya pun bukan undangan yang kaleng-kaleng, Untuk membuat satu undangan saja bisa merogoh kocek yang lumayan mahal
Semua orang yang mendapatkan undangan dari Gray dan Juga Anna di sambut dengan antusias oleh Kolega Dan teman-teman Gray dan juga Anna
Pernikahan akan di gelas Dua hari lagi, Anna sedang menikmati Massage spa di rumah nya dengan di temani Catlin, Karena Anna dan juga catlin sedang hamil mereka tidak bisa tengkurap, Mereka terlentang sambil menikmati pijitan di kaki yang sangat enak membuat Anna tertidur lelap
Sedangkan di bagian punggung Anna akan mengambil posisi duduk agar aman untuk kehamilan " Tolong agak lama di bagian pundak karena aku merasa sangat lelah sekali di bagian pundak " pinta Anna ramah
" Baik Nona " jawab terapis wanita itu
Anna sangat menikmati sentuhan demi sentuhan yang di berikan oleh Terapis tersebut " Anna "
" Iyah " Jawab Anna dengan mata yang terpejam
" Bagai mana perasaan mu setelah mau menikah beberapa hari lagi ?" tanya Catlin
" Perasaan yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata, ada rasa bahagia ada juga rasa takut " Jawab Anna
" Takut?"
Anna menganggukkan kepalanya " Aku takut pernikahan ku tidak sesuai dengan keinginan ku " jawab Anna
" Aku yakin semua nya pasti akan lancar-lancar saja, apa lagi Mom Kak Gray sangat antusias sekali dengan pernikahan kalian " ucap Catlin sambil tersenyum
" Kamu sangat beruntung memiliki calon mertua yang sangat baik sepeti Mom " Kata Catlin " Tidak sepertiku " lanjut nya
Anna melihat ke tanah Catlin " Aku yakin Mom kak Karan Juga akan menyayangi dan menerima mu, Hanya saja kamu membutuhkan waktu untuk mendapatkan nya " jawab Anna merasa iba kepada sahabat nya
Percintaan Catlin yang tidak lurus-lurus saja membuat Anna merasa kasian apa lagi saat ini Catlin sedang hamil
Catlin tersenyum paksa " mudah-mudahan saja " jawab Catlin
__ADS_1
" aku selalu mendoakan yang terbaik untuk mu "
" Terimakasih " jawab catlin sambil tersenyum
Pijitan yang di berikan oleh Terapis itu sangat memuaskan sehingga kedua wanita itu tertidur pulas, Bukan hanya pijitan yang mereka lakukan tapi perawatan full body pun mereka lakukan agar terlihat cantik ketika hari H nanti
Widia berjalan ke arah Anna dan juga Catlin " apa kerjaan kalian telah usai?" tanya Widia
" Sudah Nona " jawab kedua wanita itu
" Kalo begitu biarkan mereka tidur dan tolong pijit kan aku juga karena aku merasa lelah sekali hari ini " pinta Widia yang sudah mengambil posisi Tengkurap
akhirnya ketiga wanita itu tertidur di kursi dekat kolam renang
~ Rumah Gray
Saat ini Gray juga tidak jauh beda dengan Anna, Gray melakukan perawatan untuk laki-laki, seumur hidup nya ini pertama kali dirinya melakukan perawatan padahal tanpa perawatan pun Gray sudah terlihat tampan hanya saja wajah nya yang seperti es balok Yang selalu dingin
" Lakukan dengan benar karena saya ingin Istri saya nanti pangling melihat saya " ucap Gray yang Sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur
Sedangkan Mom saat ini sedang di sibukkan dengan hadiah yang akan di berikan kepada Anna nanti nya " Aku tidak ingin calon mantu ku nanti merasa jika aku tidak menyayangi nya " Ucap Mom
" Ngapain di beri yang mahal-mahal bukan nya Calon mantu mu itu kaya " ucap Mom Karan
Ya semalam Mom Karan baru sampai di rumah Gray, Mom Karan akan menginap di sana Samapi acara usai, Mom Karan sengaja nginap di rumah Gray agar tidak bertemu dengan Catlin, wanita yang di benci oleh nya.
Mom tersenyum sinis " mau dia model atau bukan tapi tetap saja aku ingin memberikan yang terbaik untuk Anna, lagian kaya atau tidak tidak jadi maslah bagi ku selama Anna menyayangi dan mencintai Putra ku " jawab Mom
Jawaban Mom membuat Mom Karan tercubit selama ini dirinya selalu ingin yang wah dan bahkan calon istri Karan pun harus yang berbobot
" Hm.. " jawab Mom Karan sambil memalingkan wajah nya ke arah lain
" benar yang di katakan oleh Adik ipar ku, Yang penting itu kebahagian, percuma banyak harta tapi tidak membuat Anak kita bahagia, memaksakan ke hendak itu kurang bagus bukan nya bagai eh malah sengsara " lanjut Mami Arnold yang ikut duduk di sopa
__ADS_1
" Tetap saja, pendidikan dan martabat itu penting, Jika kita menikah dengan orang yang berbobot maka harga diri kita juga akan di jung jung tinggi oleh mereka " Jawab Mom Karan yang tidak ingin kalah
Mom Johana dan Mom Arnold saling pandang Meraka sudah tau apa yang di lakukan oleh Mom Karan kepada Putranya dan juga Catlin yang membuat mereka sudah untuk bersama " Terserah kamu saja " Balas Mami Arnold
Mom Karan malah memutarkan bola mata nya dengan malas
" Sudah-sudah, kenapa kalian malah jadi ribut sih " Tegur Mom Johana
" Jangan Ribut di rumah ku, aku tidak ingin Acra spesial Untukku dan putra ku gagal karena kalian " keluh Mom Johana yang sedang melihat Berlian yang kemarin ia beli untuk Anna
" Wah, berlian nya mewah sekali jeng " Puji Mom karan, Baru kali ini Mom Karan melihat berkain yang begitu indah
" Apa aku boleh Mencoba nya ?" tanya nya
pluk
Mom Johana menepuk tangan Mom Karan yang mau mengambil berlian " Itu untuk menantuku jadi jangan kamu sentuh " tegur Mom Johana
" Is, apa-apa untuk menantu mu, jangan sampai saja menantu mu itu menjadi parasit di keluarga kalian, Apa lagi latar belakang Anna yang dulunya..."
Bugh..
Mom Johana melempar bantal ke arah Mom Karan " Berani nya kamu menjelek-jelakkan Mantu ku hah!!, Aku bukan kamu yang memaksakan ke hendak apa lagi memaksa anak untuk menikah dengan orang yang belum tentu Akan membuatnya bahagia " Tegur Mom Johana
Mom Johana bukan tipe Wanita yang memikirkan latar belakang seseorang bahkan jika harus di bilang Mom Karan itu belum ada apa-apa nya dengan Mom Johana, walaupun seorang janda beranak satu tapi Mom Johana sudah terkenal sebagai pengusaha sukses
" Memang benar kan, ucapan ku jika dulu Anna miskin, baru sekarang saja dia sudah jadi model dan kaya " ucap Mom Karan tanpa bersalah
" Pergi dari rumah ku, aku tidak butuh wanita seperti mu yang bisanya hanya menghina calon istriku!!" Bentak Gray dengan wajah yang sudah memerah menahan amarah
" Gray, sayang " Ucap Mom Johana dan Mom Karan bersamaan
Mom Karan langsung menciut melihat Gray yang tampak sangat marah
__ADS_1
" Gray, Aunty.."
" Keluar dari rumah ku, aku tidak Sudi rumah ku di injak oleh wanita picik sepeti mu"