Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 114. : Terekspos


__ADS_3

Catlin membawa ember yang berisi ikan ke dapur untuk di serahkan kepada Anna


" Bawa apa kamu cat? " Tanya Anna


" Ini di suruh suamimu untuk membawakan ini kepada mu " Jawa Catlin sambil memberikan ikan


Anna tersenyum " kalo begitu simpan saja di sana nanti aku oleh " ucap Anna yang sedang membersihkan Dot milik baby Vareel


" Ok " jawab Catlin menaruh ikan di wastafel serta ember-ember nya juga


Setelah Anna membersihkan ikan Anna menaruh ikan ke tiga tempat


" Loh ko di bagi tiga Anna " tanya Widia


Anna tersenyum " untuk di bawa pulang ke rumah masing-masing, soalnya Aku tadi sudah masak dan sudah di bawa ke belakang " ucap Anna


Tadi Anna sudah memasak Untuk mereka makan di pinggir danau jadi lebih baik ikan nya di bawa pulang ke rumah masing-masing saja


" Oohh gitu " jawab Widia


" Iyah kak, ayo kita ke belakang kita makan siang di sana " ajak Anna kepada widia


" Ok " jawab nya sambil mengikuti Anna dari belakang


Anna dan Widia ke halaman belakang benar saja di sana sudah di tata rapih oleh Cus Cahra dan bibi yang lain nya


" Wah kamu hebat Anna bisa masak sebanyak ini " ucap Widia


" Aku tidak masak sendiri, aku di bantu sama Cus Cahra " Kata Anna sambil melirik kearah cus Cahra


Tadi Anna sempat meminta Cus Cahra untuk mengajarkan masakaan Indonesia, terus Cuz Cahra juga meminta di ajarkan makanan khas negara ini jadi mereka saling bertukar resep


" Wah, kamu hebat Cus bukan hanya bisa mengurus baby tapi kamu juga bisa memasak juga. Pasti calon suamimu itu bangga kepadamu karena bisa memasak " seru Catlin dengan nada tinggi agar Arnold mendengarkan


" Nona bisa saja " ucap cus Cahra menunduk karena malu


" Gak usah malu-malu gitu, Kamu mempunyai keahlian itu sangat bagus jadi bisa nyenengin calon suamimu nanti " kata Widia ikut berkomentar


Cus Cahra hanya bisa tersenyum simpul karena malu


" Ayo kita makan dulu " ajak Anna kepada para pria

__ADS_1


Arnold menghiraukan Cus Cahra ia pura-pura tidak mendengarkan ucapan para sahabatnya


" Silahkan Tuan " ucap Cus Cahra membiarkan Arnold mengambil makanan terlebih dahulu


Sedangkan yang lain saling lempar senyum melihat Arnold dan juga Cus Cahra yang kaku


" Mari kita taruhan, menurut mu di antara mereka siapa yang akan jatuh cinta terlebih dahulu? " Kata Anna kepada Catlin


" Kalo menurutku sih sudah pasti Arnold duluan yang akan jatuh cinta kepada Cus Cahra. Karena aku lihat Cus Cahra orang nya cuek dan apa adanya "


" Kamu benar banget, aku setuju dengan pilihan mu apa lagi si Arnold itu gampang jatuh cinta " ucap Anna


Anna dan catlin saling tos karena mereka mendapatkan jawaban yang sama


" Ada apa dengan kalian? " Tanya Gray heran


" Tidak apa-apa Dad " jawab Anna


" Aaaaa..." Anna menyuapi Gray agar Gray tidak banyak tanya lagi


" Terimakasih istriku " ucap Gray tersenyum


" Cih, jijik aku melihat kalian seperti itu " keluh Karan. Ini pertama kalinya Karan melihat kebucinan Anna dan juga Gray apa lagi dengan tampang Gray yang dingin mana mungkin bisa berkata semanis itu kepada Anna


" Hahahaha.. biasa saja kali gak usah kaya gitu juga " Ucap Catlin


" Kamu aja Pih, yang gak pernah berkata manis seperti itu makanya kamu merasa jijik " lanjut Catlin yang sedang memakan makanan nya sambil menyuapi baby Kevin


" Bukan gitu Honey " Karan salah ngomong lagi dia menggaruk kepala yang tidak gatal


" Makanya Bro, jangan ngomong yang tidak-tidak nanti kalo tidak bisa masuk kandang singa baru tau rasa " ejek Arnold


Karan langsung menatap Arnold " dan kau macan nya makanya bisa jadi baby Jasmine " sebal Karan


" Hahahah... Itu hasil buah cinta mamanya " bela Arnold


Gray hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Arnold. Apa dia gak berfikir dengan ucapannya sendiri, gara-gara dirinyalah Via di usir dari rumah dan gara-gara dia juga Via meninggal


Hari semakin sore mereka sudah ijin untuk pulang apa lagi rumah mereka masih baru jadi harus banyak yang di benah dan di bersihkan


~ Rumah Arnold

__ADS_1


Arnold menaruh baby Jasmine di sopa yang lumayan luas " aku mau mandi dulu tolong jagain Baby Jasmine " ucap Arnold


" Baik tuan " jawab Cus Cahra yang langsung duduk di karpet bulu sambil menatap Baby Jasmine yang sedang tertidur di sopa


Karena merasa lelah cus Cahra tertidur di sana sambil memegang tangan Baby Jasmine


Arnold yang baru beres mandi ia langsung membereskan kamar nya tidak lupa menaruh Box baby Jasmine di samping tempat tidur nya


Setelah usai Arnold Langsung turun ke bawah ia ingin memindahkan baby Jasmine ke dalam kamar nya namun pemandangan yang cukup indah untuk tidak di lihat, Jari-jari cus Cahra yang di pegang oleh Baby Jasmine seolah Baby Jasmine tidak rela jika cus Cahra pergi


Arnold mendekat ke Sopa dan mengusap wajah cus Cahra entah ada dorongan dari mana namun Arnold menyunggingkan senyuman nya


" Eum.. " cus cahra Mulai terusik karena merasakan ada tegangan dingin di pipinya


Arnold langsung menarik tangan nya lalu beralih ke baby Jasmine " sudah bangun, pergilah ke kamar mu biar putriku aku yang jaga " ucap Arnold langsung biar cus Cahra tidak banyak tanya


" Eum.. ia Tuan " jawab Cus Cahra yang langsung berdiri namun ia kembali duduk


" Ada apa? " Tanya Arnold heran


" Kamar saya di mana tuan? Terus kapan kita bisa mengambil barang-barang soalnya saya gak bawa pakaian banyak " tanya Cus Cahra sambil mengedipkan mata nya


Arnold membuang napas " besok barang-barang kita baru Samapi jadi kamu pakai baju yang ada saja duku, dan kamar mu ada di sebelah kamar ku " jawab Arnold


" Tapi baju saja sudah pada kotor semua Tuan " lirih Cus Cahra jujur karena tadi sehabis Membantu Anna memasak dia langsung mandi agar bau asap tidak terhirup oleh baby Jasmine


" Jaga dulu anak ku " ucap Arnold yang langsung berdiri lalu pergi ke kamar miliknya


Tak lama kemudian Arnold membawa kemeja yang sudah di siapkan di lemarinya


" Kamu bisa pakai kemeja ku dulu " ucap Arnold


" Tapi... "


" Tapi apa lagi Cahra!!!! " Ucap Arnold mulai kesal


Karena takut kena semprot Cus Cahra Langsung pergi meninggalkan ruang tv dan masuk kedalam kamar nya


" Bagai mana bisa aku menggunakan kemeja ini, nanti Paha mulus ku akan terekspos terus tuan Arnold..." Cus Cahra menggelengkan kepalanya dan membuang pikiran yang tidak-tidak


" Tidak mungkin Tuan Arnold tertarik kepadaku, kan dia bilang sendiri mana mungkin dia tertarik kepada pengasuh seperti ku ini " gumam Cus Cahra

__ADS_1


__ADS_2