Happy Story In High School

Happy Story In High School
KEKOMPAKAN ALWAYS SHINE


__ADS_3


KEKOMPAKAN ALWAYS SHINE



Bel berbunyi waktu menunjukkan pukul 2 siang, dimana jam tersebut menandakan seluruh siswa-siswi SMA Tunas Bakti telah usai dengan kegiatan belajar mengajar nya.


Tak terkecuali di kelas 11 A, kelas di mana Davita dan para sahabat juga geng yang super duper menyebalkan telah bersiap untuk pulang. Guru pun telah menyudahi materi pembelajaran yang telah di sampaikan oleh nya kepada muridnya, dan setelah semua nya sudah siap maka berakhirlah materi pelajaran untuk hari ini.


Ketua kelas memimpin yang di pimpin oleh Teguh salam kepada guru sebagai tanda berakhir nya belajar hari ini.


" Bersiap !! beri salam." Ucap ketua kelas dengan tegas


" Assalamualaikum wr wb." Sambung murid serempak.


" Wa'alaikumsalam wr wb." Jawab guru.


Mereka pun berbaris dan bersalaman kepada guru dan keluar kelas untuk pamitan pulang.


" Hati-hati pulang nya ya nak, jangan bawa kendaraan terlalu laju ya." Pesan guru kepada murid nya.


" Iya baik pak guru." Jawab murid serempak.


Dav dan sahabat nya sudah berjalan mencapai keluar lorong sekolah untuk menuju parkiran kendaraan nya.


" Dav, guys kita jangan pulang dulu yuk, kita nongkrong sebentar di basecamp atau kemana lah sekalian belajar buat persiapan Olimpiade geografi Sabtu nanti." Ajak Edo kepada Dav dan sahabat nya.


" Ehh iya juga tuh yahh sekalian refreshing otak lah ya, kita kan juga harus senangi pikiran kita yang penuh dengan pelajaran sekolah terus." Sambung Julia.


" Iya sih tapi kan kita juga harus ijin dulu guys sama orang tua kita, biar mereka gak khawatir dan nyariin kita." Saran Teguh.


" Betul tuh yang di omongin Teguh, takut nya orang tua kita nyariin juga lagipun ini kan udah jam 2 guys, gw yakin mereka mikir 2 kali buat ijinin kita hangout." Ujar Dav.


" Hmm oke gw setuju, kalau gitu kita pulang dulu baru nanti lu Dav kasih info ke kita lewat grup WhatsApp dan tempat mana buat kita bisa belajar persiapan olimpiade yah sekalian hangout juga lah." Ucap Edo.


" Oke nanti gw ee infoin ke kalian dan kalian juga kabarin ke gw di kasih ijin gak sama orang tua kalian, setuju?."


" Oke kita setuju."


Mereka pun akhir nya membuat kesepakatan untuk belajar sambil hangout sesuai tempat yang akan di sampaikan oleh Dav, juga memutuskan untuk kembali pulang dulu meminta ijin kepada orangtua.

__ADS_1


Dav mengendarai motor ninja nya pulang ke rumah. Namun tiba-tiba diperjalanan dekat rambu lalu lintas dan tepat nya pula lampu merah, Dav melihat seorang wanita paruh baya yang sedang berjualan kacang kulit rebus dengan jalan yang sedikit terpincang-pincang karena menggunakan tongkat sebagai penahan.


Hal itu membuat hati Dav sedikit tersentak sedih karena kasihan melihat wanita itu yang jalan nya pun sudah tak kuat lagi. Bahkan tanpa di sadari setetes air mata pun tanpa permisi mengalir dari mata Dav yang lihat pilu nya hidup wanita paruh baya itu.


Dav pun berinisiatif untuk membeli semua barang dagangan yang di jual wanita paruh baya tersebut, dan ketika wanita itu berada di samping nya Dav langsung membeli semua dagangan nya.


" Kacang rebus nya nak, murah saja hanya 10 ribu." Tawar wanita itu kepada Dav.


" Saya beli semua nya ya Bu, ibu bungkus aja berapa semua nya." Ujar Dav


" Kamu beneran nak memborong semua dagangan ibu?" Tanya si wanita itu.


" Iya beneran bu, kebetulan nanti saya ada buat acara sederhana sama teman saya, kebetulan juga saya suka banget sama kacang rebus."


" Terima kasih nak ya Allah semoga kamu sehat selalu, murah rejeki, panjang umur, berkah hidup mu selalu ya nak, oh iya ibu bungkus semua nya ya nak." Ucap wanita itu terharu dengan penuh syukur.


" Aamiin ya Allah iya ibu, jadi semua nya berapa Bu?" Tanya Dav.


Wanita paruh baya itu pun memberi semua kacang rebus nya kepada Dav.


" Semua nya 80 ribu nak."


" Ini bu uang nya, kembalian nya buat ibu aja."


Wanita paruh baya itu syok melihat uang sebanyak itu dan tidak lupa berucap syukur dan berterima kasih kepada Dav.


" Masya Allah nak banyak sekali uang nya, terimakasih banyak nak."


" Iya sama-sama bu."


Setelah membeli semua dagangan wanita paruh baya itu tak lama lampu merah pun berganti menjadi hijau dan Dav pun bergegas mengendarai motor nya.


" Saya pamit bu, mari."


" Iya nak hati-hati di jalan ya."


Dav menanggapi nya dengan senyuman dan melaju kan motor nya. Sesampai nya di depan gerbang rumah nya sang satpam pun membukakan pintu gerbang.


" Selamat siang nona Dav tumben agak siang pulang sekolah nya." Sapa satpam.


" Hehehehe siang juga pak Odi, iya nih pak soalnya saya tadi ada pelajaran tambahan, mari pak saya masuk dulu." Ucap Dav ramah. Kemudian memasuki halaman rumah besar nya dan juga memarkir kan motor nya di ruangan garasi.

__ADS_1


Dav pun masuk ke rumah dan mengucapkan salam.


" Assalamualaikum bund, Dav pulang."


Saat itu bunda sedang di dapur membuat kue kering untuk cemilan dan mendengar suara putri nya baru pulang sekolah dan bunda pun menghampiri sang putri yang sedang duduk di sofa dengan mata terpejam.


" Wa'alaikumsalam nak, kamu tumben agak siang pulang nya biasa nya juga jam 1 pulang nya." Tanya bunda kepada Dav,dan Dav pun membuka mata nya dan mencium tangan.


Bunda Sita melihat Dav yang memejamkan mata merasa bahwa sang putri pasti sangat kelelahan, dan membuat hati bunda merasa kasihan melihat nya. Kemudian bunda melihat bungkusan cukup besar di meja tamu.


" Iya bund tadi Dav ada tambahan belajar buat persiapan olimpiade geografi sabtu nanti, soalnya Dav terpilih mewakili olimpiade geografi tingkat provinsi." Jawab Dav.


Dav merasa kelelahan dan kurang semangat pun menjawab pertanyaan bunda nya dengan lemah.


" Kasihan anak bunda, pasti kamu capek banget ya nak. Kamu terpilih mengikuti olimpiade geografi? wah hebat banget kamu sayang, bangga bunda sama kamu. Ingat nak, kamu harus jaga kesehatan, jangan capek-capek, porsir waktu belajar kamu, oke."


Dav hanya dapat tersenyum saja menanggapi jawaban bunda.


" Nak, yang di bungkusan besar itu isi nya apa?"


" Oiya Dav lupa bund, tadi pas di lampu merah Dav gak sengaja liat ibu-ibu gitu, kasian lah liat nya, dia jualan kacang kulit rebus bund malah belum ada yang terjual satupun, maka nya Dav borong aja semua nya, Dav kasian bund jalan nya juga pakai tongkat lagi."


" Oh gitu ya kasian juga ya nak, tapi kamu beli sebanyak ini untuk apa? emang kamu mau makan sebanyak ini? apa buat cadangan yang lain gitu."


Dav pun akhir nya menceritakan semua yang akan di lakukan nya nanti kepada ketiga sahabat nya untuk belajar bersama, untuk persiapan olimpiade sambil hangout dan bunda mendengar kan nya sambil mangut kepala mengerti, dan bunda pun mendapatkan ide untuk memberi Dav saran yang bagus untuk putri nya.


" Oh bunda punya ide brilian, gimana kalau kamu sama teman kamu belajar di rumah kita aja nak, belajar nya di gazebo belakang yang ada kolam renang di samping tanaman buah manggis itu nak. kamu mau?"


Bunda memberikan saran kepada Dav untuk belajar bersama dengan sahabat nya sambil refreshing otak, karena bunda paham sekali apa yang dirasakan putri nya yang memang juga butuh penenang buat pikiran nya. Dav pun menyetujui saran bunda nya yang sangat bagus itu.


" Betul juga ya saran bunda, apalagi kan bisa juga tuh santai-santai sambil belajar. Wah bunda emang paling ter the best lah."


" Iya dong siapa dulu, bunda gitu loh." Ucap bunda percaya diri.


Gak ayah gak bunda sama-sama narsis abis ya, cocok lah kalian berdua. Heran gw kok bisa ya bunda gw begini.


...****************...


Yah begitulah kalau keluarga somplak emang di luar anggun, elegan, tapi kalau di rumah kayak anak kambing kekurangan susu🗿🤣


Kuy mampir dan pantengin terus cerita mereka dan keseruan mereka.

__ADS_1


__ADS_2