Happy Story In High School

Happy Story In High School
141. TERBAYANG-BAYANG SI BULE CANTIK


__ADS_3


TERBAYANG-BAYANG SI BULE CANTIK



Di perusahaan yang menjulang tinggi dan tak kalah bagus nya seperti Hazard Group, di mana perusahaan tersebut juga tak kalah hebat nya di pusat kota. Di mana perusahaan tersebut menjadi tempat berbondong-bondong nya para pelamar kerja untuk bisa berada di tempat mewah dan bergengsi ini.


Saat ini seorang pria berdarah Pakistan di landa kegundahan dan kegalauan yang menerpa nya, setelah kejadian di mana ia menabrak seorang wanita bule cantik di sekolah adik nya, ia sampai tidak fokus dalam bekerja seperti saat ini.


" Kenapa gw jadi kepikiran tu bule cantik ya, emang sih dia cantik, ramah, idaman gw. Tapi emang nya dia mau sama gw, ah masa iya sampai gak mau sampai cowok keren kayak gw sih hehehe." Gumam nya.


Ia menjabat sebagai CEO di perusahaan itu, perusahaan yang bergerak di bidang tekstil dan periklanan. Sementara Daddy Lukman hanya sesekali saja memantau perusahaan seperti saat ini, karena saat Zidane tiba di Indonesia karena melanjutkan S3 nya, ia langsung di angkat menjadi CEO tepat di usia nya yang ke 27 tahun.


 


Para siswa begitu fokus dengan apa yang di jelaskan oleh Bu Livy selaku guru matematika.


" Baik lah anak-anak, materi pelajaran baru kita hari ini adalah pembahasan mengenai kedudukan titik dan garis lurus terhadap lingkaran. Untuk materi sebelum nya kita sudah membahas mengenai barisan deret dan geometri. Maka dari itu, kalian pelajari apa yang sudah ibu jelaskan dan contoh soal juga beberapa tugas yang ibu berikan harap kalian pelajari, karena kita tidak lama lagi akan melaksanakan ujian kenaikan kelas, oleh sebab itu ibu minta kepada kalian semua untuk mengurangi kegiatan di luar pelajaran sekolah, dan sebisa mungkin untuk menambah waktu belajar kalian dan pahami semua yang ibu jelaskan dari bab bab semester 2 yang sudah kita pelajari sebelum nya, ujian kenaikan kelas hanya tinggal 2 bulan lagi, tolong bagi semua nya untuk tidak teledor dan selalu pelajari apa yang sudah di sampaikan oleh para guru. Kalian mengerti semua nya." Jelas Bu Livy tegas.


" Mengerti Bu guru." Ucap mereka serempak.


" Baik lah kalau begitu kita lanjutkan kembali pelajaran kita."


Mereka kembali menyimak materi pelajaran yang di jelaskan oleh Bu Livy.


 


Pemuda tampan yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya, hingga tak menyadari waktu telah menunjukkan jam makan siang.


Tuk tuk tuk


" Ya masuk."


Daddy Lukman masuk dan melihat sang putra sedang sibuk dengan pekerjaan nya hingga melupakan makan siang nya.


" Boy istirahat lah dulu, kita makan siang sebentar baru lanjut kerja lagi. Dad gak mau ya kamu sakit, ayo makan dulu." Daddy Lukman berjalan menghampiri Zidane yang masih tak berkutik dengan komputer nya.


" Kita suruh sekretaris aja dad, Daddy gak perlu ke kantin, bentar ya biar aku telepon." Zidane menelepon sekretaris nya.

__ADS_1


" Dim ke ruangan saya sekarang." Perintah nya.


" Baik tuan."


Tak lama pintu ruangan CEO terketuk.


Tuk tuk tuk


" Masuk."


Sekretaris Dimas menghampiri tuan nya yang memanggil nya melalui panggilan telepon barusan.


" Iya tuan. Ada yang anda butuhkan?" Tanya sekretaris Dimas.


" Bisa kamu pesankan makan siang untuk ku dan Daddy juga untuk mu, jadi kita makan siang bersama di ruangan ku."


" Baik tuan saya akan pesan kan, kalau begitu saya permisi undur diri."


" Ya silahkan." Ucap Zidane.


Kurang lebih 25 menit sekretaris Dimas membawa beberapa makanan untuk makan siang bos dan diri nya.


" Tuan ini makanan untuk makan siang nya." Ucap Dimas.


" Baik lah tuan."


Mereka bertiga makan bersama di ruangan CEO. Apalagi Daddy Lukman yang terkenal ramah dengan siapa saja, membuat orang lain yang ada di sekitar nya merasa sangat nyaman.


Setelah mereka selesai makan siang, mereka kembali menuju pada pekerjaan mereka masing-masing.


Tak terasa waktu telah menjelang sore hari, Zidane yang terlalu fokus bekerja tanpa ia rasa sudah sore hari.


" What!! udah sore aja ni waktu, gila segokil ini gw gila kerja." Ucap nya sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya.


Daddy Lukman masuk ke dalam ruangan Zidane yang baru saja menyiapkan pekerjaan nya yang sangat menumpuk itu.


" Boy yuk pulang udah mau sore, nanti keburu malam." Ucap Daddy Lukman.


Akhir nya mereka berdua bergegas dari perusahaan pulang ke rumah.

__ADS_1


Perjalanan macet yang mereka berdua lalui hingga memakan waktu hingga mencapai 40 menit.


40 menit kemudian


Mobil mereka telah sampai di depan gerbang yang menjulang tinggi di depan. rumah nya, hingga seorang penjaga membukakan pintu gerbang tersebut sembari memberikan hormat kepada kedua tuan nya.


" Selamat sore tuan besar dan tuan muda, tumben sekali pulang nya agak lama." Tanya penjaga itu bernama pak Dadi.


" Iya nih pak macet nya parah banget hampir mau sejam kita nunggu nya." Jawab Daddy Lukman ramah.


" Oalah memang jam segini jam-jam nya para pekerja tuan besar, apalagi kerja nya lembut waduh bisa tengah malam sampai rumah, oh iya silahkan masuk tuan." Ucap pak Dadi mempersilahkan mereka berdua memasuki halaman utama mansion mewah itu.


" Iya pak Dadi makasih banyak ya kalau begitu kami berdua permisi, mari pak." Zidane langsung melajukan mobil menuju ke halaman mansion nya.


Mereka berdua memasuki rumah mewah itu beriringan layak nya seperti dua adik kakak yang sedang berjalan berdampingan.


" Assalamualaikum." Ucap mereka serempak.


Tak lama bibi datang menghampiri mereka berdua bersama mommy Zerlinda dan Monica yang saat itu juga baru pulang dari rumah Julia beberapa menit sebelum Daddy dan kakak nya pulang kerja.


" Wa'alaikumsalam."


" Sayang kalian berdua tumben pulang nya agak lama, gak biasa nya pulang jam segini." Ucap mommy Zerlinda sambil melihat jam di pergelangan tangan nya yang menunjukkan pukul 6 sore.


" Iya mom tadi sempat kelarin juga pekerjaan eh terus di jalan malah kejebak macet yaudah deh." Ucap Zidane.


" Oh gitu yaudah kalian berdua bersihin diri dulu gih, terus selesai kita sholat Maghrib langsung makan malam." Ujar mommy Zerlinda.


" Oke siap mom."


Kedua pria berbeda usia itu pun menuju ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri.


Makan malam yang mereka lewati begitu hikmat dan tenang, setelah selesai makan malam mereka kembali ke tujuan mereka masing-masing.


Zidane yang saat itu berada di kamar tiba-tiba kepikiran sosok wanita bule berseragam guru sekolahan.


Kenapa gw jadi kepikiran dia ya. Eh tadi nama nya siapa ya,,,, oh iya nama nya Livy iya iya iya Livy.... oke gw bakal cari tau tentang dia gimana pun cara nya, emang ya tu cewek baru pertama kali ketemu udah bikin gw gagal fokus, apalagi kalau dia jadi bini gw. Alamak oy anget anget gimana gitu.


" Gimana kalau gw cari tau banyak tentang Livy, kalau di liat liat dia kayak nya seumuran sama gw deh palingan muda dia berapa tahun aja." Gumam nya.

__ADS_1


Hingga tanpa sadar, kantuk melanda nya yang terus kepikiran sosok Livy, guru bule yang membuat nya langsung gagal fokus.


...****************...


__ADS_2