
TRAUMA DAV DI MASA LALU 2
" Kita berdoa semoga Dav tidak apa-apa."
" Aamiin." Ucap mereka semua.
Tak lama kemudian pintu terbuka dan nampak lah seorang dokter beserta 4 perawat yang membantu memeriksa Dav, di lihat dari ekspresi wajah sang dokter bahwa terjadi hal buruk menimpa Dav putri semata wayang mereka.
Dokter itu di ketahui bernama Tino, ia menghampiri tuan Hazlan dan yang lain nya saat sedang menunggu kabar dari nya.
" Dengan keluarga atas nama Davita Saraswati?" Tanya dokter Tino.
" Saya ayah nya dokter." Tunjuk tuan Hazlan.
Sebenarnya dokter Tino tau jika itu tuan Hazlan maka dari itu ia hanya memastikan nya saja, apalagi ia termasuk deretan orang paling bergensi.
" Bagaimana keadaan anak ku Dok? dia baik-baik aja kan Dok?" Tanya tuan Hazlan sambil mengguncangkan bahu dokter tersebut.
Tuan Hazlan dapat melihat dari raut wajah dokter Tino pasti putri ada apa-apa.
" Dengan berat hati saya akan menyampaikan bahwa pasien memiliki trauma berat pak Bu." Ucap dokter menjelaskan dari inti nya bahkan dokter Tino cukup terkejut jika hal ini terjadi kepada keluarga Radiansyah.
*Br*uk
Bunda Sita langsung tak sadarkan diri,dengan sigap tuan Hazlan langsung menggendong sang istri ala bridal style menuju ke ruangan rawat. Lalu tinggal lah sekretaris Andi Dev dan Irgi yang saat itu di ruangan UGD.
" Maksud anda trauma seperti apa itu pak kalau boleh saya tau?" tanya sekretaris Andi.
" Jadi setelah saya periksa memang Alhamdulillah pasien tidak ada luka fisik, namun. Ia mengalami trauma psikis yang mana ia mungkin saat di culik mengalami ketakutan yang sangat hebat, maka nya waktu kami memeriksa keadaan pasien beliau sangat ketakutan dan berusaha untuk memberontak karena tidak mau kami periksa, dengan berat hati saya harus memberikan suntikan penenang agar ia tenang. Dan satu lagi, besar kemungkinan pasien mengalami depresi, untuk itu saya merekomendasikan dokter psikiater untuk menangani perkembangan kejiwaan pasien." Jelas dokter Tino.
Sekretaris Andi sangat terkejut mendengar penuturan dari dokter Tino, apalagi Dav yang masih kecil harus mengalami trauma psikis.
__ADS_1
*As*taghfirullah ujian apa lagi ini, kamu pasti kuat nak Dav paman yakin itu,,, semoga kamu cepat sembuh dan bisa melalui semua ini dengan ikhlas nak,,, ayah bunda paman dan kakak-kakak mu akan selalu menguatkan mu,, percayalah itu nak. ucap sekretaris Andi sedih.
Sedangkan tuan Hazlan sediri berada di ruangan perawatan, yang mana sang istri di rawat di sana karena tak sadarkan diri saat mendengar dokter Tino menjelaskan apa yang terjadi dengan putri kecil nya.
*Y*a Allah sembuhkan lah sakit anak ku,,, dia masih terlalu kecil untuk merasakan sakit itu. Pasti dia ketakutan sekali saat ini,, kenapa kau uji keluarga ku melalui anak ku ya Allah,,, kuatkan lah hamba melewati semua ini. ucap tuan Hazlan dalam hati di iringi deraian air mata yang masih setia terus mengalir, bahkan sampai saat ini bunda Sita belum sadarkan diri.
" Bunda bangun sayang, kita harus lewati ini sama-sama,,, aku tau kamu jauh lebih terluka mendengar anak kita dalam keadaan tidak baik,,, tapi ketahui lah bahwa anak kita anak yang kuat sayang,,, bangun lah sayang aku mohon,,, putri kecil kita membutuhkan dukungan keluarga nya, please bangun sayang." Ucap nya sendu.
Tak lama kemudian tangan itu bergerak pelan seolah mencari kesadaran nya. Tuan Hazlan yang melihat istri nya sadar langsung memanggil dokter.
Setelah dokter memeriksa keadaan bunda Sita, tak lama ia pun membukakan mata nya dan teringat akan anak nya langsung teriak.
" Anak ku!!" Ucap nya terbangun dan duduk dengan nafas yang tersengal-sengal.
" Sayang kamu kenapa, kamu gapapa?" Tanya tuan Hazlan.
" Ayah,,, gimana keadaan anak kita yah, terus Dev mana,,,kedua anak kita mana yah hiks hiks." Tanya bunda Sita menangis sesenggukan.
Tuan Hazlan langsung memeluk tubuh ramping istri nya dan menenangkan nya agar lebih tenang.
" Tenang lah sayang, Dev bersama Andi dan putra nya, mereka sedang menunggu di sana, mungkin saat ini Andi tengah berbicara dengan dokter Tino mengenai kondisi anak kita. Sebaik nya kamu istirahat ya, biar aku yang jaga kamu di sini dan aku akan menghubungi pelayan di rumah untuk menjaga kamu dan Dav saat aku kerja nanti." Ucap tuan Hazlan penuh perhatian.
Bunda hanya mampu berbicara pelan karena sudah terlalu lama ia menangis.
" Aku mengerti sayang, ya sudah sebaik nya kamu istirahat aku akan melihat sebentar keadaan anak kita, nanti aku akan meminta suster untuk menjaga mu."
Bunda Sita mengangguk tanpa ia mengerti, tak lama hawa kantuk pun melanda nya dan ia pun tertidur, segera tuan meminta beberapa perawat untuk menjaga nya sejenak.
" Tolong kalian jaga istri ku, beritahu jika ada apa-apa pada nya." Ucap tuan Hazlan tegas.
" Baik tuan."
Tuan Hazlan melangkah keluar dari ruangan rawat VVIP itu untuk menuju ke ruangan anak nya yang saat ini di rawat.
Sesampai nya di sana ia menghampiri sekretaris Andi yang masih di luar ruangan bersama anak-anak nya.
__ADS_1
" An bagaimana keadaan anak ku?"
sekretaris Andi menghela nafas karena ia mau tak mau harus menjelaskan apa yang terjadi pada Dav.
" Nona kecil mengalami trauma psikis tuan, bahkan besar kemungkinan ia akan mengalami depresi, maka saran dokter nona kecil harus di bawa ke dokter psikiater untuk mengecek kejiwaan nya tuan, saran saya jika nona kecil sudah sadar nanti, segera mungkin kita membawa nya ke psikiater karena yang saya takutkan trauma psikis jauh lebih berbahaya ketimbang luka fisik, dan dokter juga sudah memeriksa secara keseluruhan kalau nona kecil tidak ada luka sedikit pun,,, tapi trauma nya yang harus kita waspadai tuan, karena sangat berbahaya bagi perkembangan mental nya nanti." Jelas sekretaris Andi yang tak kalah khawatir
" Ya Allah kenapa sampai seperti itu Hem baik lah kalau begitu kita lakukan saja yang terbaik untuk kesembuhan anak ku."
Tuan Hazlan melirik ke arah anak nya dan anak sekretaris Andi yang sudah ia anggap anak nya sendiri.
" Nak,,, sebaik nya kalian pulang ya, biar ayah dan paman yang berjaga di sini, nak Irgi juga sebaik nya pulang lah hari pun sudah semakin larut malam apalagi besok kalian sekolah."
" Baik ayah, baik paman." Ucap mereka kompak.
" Biar nanti pengawal yang akan mengantarkan kalian pulang."
" Zack kau antar anak-anak pulang, suruh yang lain berjaga di ruangan istri ku." Ucap tuan Hazlan tegas.
" Baik tuan. Mari tuan muda."
Dev dan Irgi pulang di antar oleh pengawal, karena tuan Hazlan tak ingin anaknya yang lain ikut sakit.
" Apa keadaan Dav masih belum sadar An?" Tanya tuan Hazlan lalu duduk di kursi luar ruangan.
" Seperti nya belum tuan, dan kalau pun sudah sadar kata dokter Tino kita belum bisa menjenguk nya karena kondisi nona kecil yang memang belum bisa di jenguk saat ini." Jelas sekretaris Andi.
Mereka berdua pun duduk di kursi ruangan UGD dan tak lama kemudian pengawal dan beberapa pelayan datang untuk membawa kan mereka pakaian dan makan malam.
" Selamat malam tuan, saya sudah membawa beberapa pakaian tuan Hazlan dan sekretaris Andi juga makan malam." Ucap kepala pelayan yang di ketahui bernama Mahen sebelum di ganti dengan bi Tia.
" Ya kau letakkan saja di ruangan istriku dan kau lihat keadaan nya." Ucap tuan Hazlan.
" Baik tuan."
...****************...
__ADS_1
Kasian ya Dav di usia anak-anak ia harus mengalami trauma yang cukup serius.
Oh iya saat itu Dav belum mengenali sosok Irgi karena mereka jarang bertemu, hanya Dev saja yang sudah kenal.