Happy Story In High School

Happy Story In High School
127. DIA MENGKHIANATI KU


__ADS_3


DIA MENGKHIANATI KU



Kita lebih kuat dari apa yang kita bayangkan.


~ Najwa Shihab ~


Ketika kau lelah, maka istirahat lah sejenak. Jika kau tak sanggup, maka lepaskan jika itu menyakitkan. Jangan pernah kau paksakan suatu keinginan yang pada akhirnya kau akan jatuh ke dasar jurang. Ingatlah, jangan terlalu berharap jika apa yang kau punya sekarang, belum tentu keesokan hari ini kau bisa menggenggam kuat milikmu. Bisa saja yang kau genggam, yang kau puja, justru dia lah yang akan membunuh mu secara perlahan.


~ Pena Cantik Putri ~


Tanpa di sadari waktu pelajaran sekolah telah berakhir, waktu pun sudah menunjukkan pukul 1 siang. Seluruh siswa SMA Tunas Bakti berhamburan keluar dari kelas nya untuk pulang, sama yang di lakukan oleh kelas 11 A. Yang mana lokal Dav dan para bestie nya tempati pun telah berakhir waktu pelajaran sekolah hari ini.


" Baik lah semua nya, pertemuan kita cukup sampai di sini dan Minggu depan kita akan ulangan mengenai materi hari ini, jangan lupa belajar ya, karena nilai ini akan membantu kalian ketika ujian kenaikan kelas nanti dan nilai harian kalian juga." Ucap Bu Livy.


" Baik Bu." Ucap mereka serempak.


" Kalau begitu ketua tolong siap kan." Perintah Bu Livy kepada Teguh yang merupakan ketua kelas nya.


" Bersiap!! beri salam."


" Assalamualaikum wr wb." Sahut mereka serempak.


" Wa'alaikumsalam wr wb, baik lah kalau begitu kalian boleh pulang, ingat ya kalian hati-hati di jalan dan langsung pulang ke rumah. Mengerti!"


" Baik Bu."


Semua murid berbaris tertib untuk keluar dari kelas, dan tak lupa juga mereka mencium tangan Bu Livy sebagai ucapan pamit.


.


.


.


.


Dav dan para bestie nya sudah berada di parkiran kendaraan mereka masing-masing. Teguh, Chintya, dan Julia menggunakan mobil sedangkan Dav dan Edo menggunakan motor besar nya, sementara sahabat nya yang lain ikut mereka yang menggunakan mobil.


Saat mereka berkumpul di depan halaman sekolah, Julia mendadak ingin mengajak mereka jalan-jalan dahulu, namun sebelum nya ia memberi saran kepada semua nya untuk ijin kepada orang tua nya dengan menelpon nya.


" Guys kalian mau gak kalau kita jalan-jalan dulu, tapi sebelum nya kita ijin dulu sama orang tua kita biar mereka gak khawatir kita pulang nya agak telat." Julia ingin mengajak sahabat nya untuk jalan-jalan sebentar dan tempat nya pun entah di mana.


" Boleh juga sih, yaudah deh gw nelpon mami gw dulu. Lu pada kan tau sendiri mami gw kayak gimana orang heeee."


Lalu Edo menghubungi mami nya.


....


Sementara di kediaman rumah Edo, mami Silvi sedang duduk santai di ruang keluarga sembari menonton acara reality show. Saat ia tengah fokus nya menonton tiba-tiba ponsel nya berbunyi.


Dretttt


Ia melihat layar ponsel yang menghubungi nya ternyata anak semata wayang nya.


" Hallo nak."


" Mam aku ijin pulang nya agak telat ya, biasa lah mau hangout sebentar sama yang lain, gak lama kok jam 4 sore nanti aku pulang."

__ADS_1


" Yaudah kalau gitu mami ijin kan, tapi kamu hati-hati ya,,, jangan ngebut bawa motor nya."


" Oke mami, kalau gitu aku tutup dulu ya telpon nya assalamualaikum."


" Wa'alaikumsalam."


....


Setelah panggilan sambungan telpon ke mami nya, Edo langsung menyetujui nya begitu pun yang lain nya, mereka telah mendapat ijin dari orang tua mereka untuk pulang terlambat.


" Oke guys udah fiks ya, kalau gitu kita langsung cus meluncur." Ucap Julia semangat.


" Eh tunggu dulu keles, emang kita mau kemana dulu nih?" Tanya Dav.


" Gimana kalau kita jalan ke mall baru itu, yang kemarin kita kesana ramai-ramai." Usul Chintya.


" Boleh juga tu yaudah kuy lah langsung tancap gas."


Merek mengendarai kendaraan nya masing-masing untuk menuju ke mall baru yang sedang trending di medsos.


Butuh waktu 30 menit mereka sampai sana, karena mereka harus melewati kurang lebih 3 rambu lalu lintas untuk sampai di pusat perbelanjaan tersebut.


Sesampai nya mereka di pusat perbelanjaan tersebut, mereka langsung bersama-sama masuk kedalam lobby utama yang mana mata mereka langsung di suguhi pemandangan indah. Di mana terdapat aquarium raksasa dan hewan laut yang juga ada di sana, bahkan mereka tak ketinggalan untuk berswafoto di dekat aquarium tersebut.


" Wah gila ini keren banget sumpah, baru kali ini gw selama mengunjungi mall gak pernah dapat momen sekeren ini." Ucap Vivian bahagia.


" Lu mau tau gak, ini tuh rancangan dari calon kakak ipar gw. Dia mendesain model pembangunan mall ini biar terlihat lebih unik dan nyaman tentu nya untuk para pengunjung." Jelas Dav kepada mereka semua.


" Wah kak Clara hebat banget bisa mendesain seunik dan sebagus ini, keren banget sih ini mah." Bahkan Teguh yang melihat pusat perbelanjaan yang sudah di padati pengunjung sangat speechless dengan hasil nya yang sangat luar biasa.


" Pantas kak Dev tergila-gila sama kak Clara, orang dia nya aja smart gitu. Udah lah cantik, baik, cerdas pula." Puji Tere.


" Hahaha kak Dev emang dari dulu cinta nya cuma sama kak Clara, bukan yang lain." Secara tidak langsung Dav memuji Dev.


Kemudian mereka kembali mengamati sekitar lobby mall itu.


" Oiya Li kok gw gak liat kak Axel ya, apa gak ada jadwal ngajar nya ya?" Tanya Tere.


" eh iya Li aku juga gak liat tuh kak Axel, kan lagipun juga gak ada jadwal nya dia, setau aku dia ngajar nya besok but kelas 11 C." Sambung Winda.


Kenapa gw baru sadar ya kalau dia gak ada di sekolah, terus dia juga udah beberapa hari ini dia gak kasih kabar sama gw. Astaghfirullah gw gak boleh berpikiran nethink sama dia, mana tau aja dia sibuk. Batin Julia mulai gelisah.


" Gw juga gak tau guys, dia aja gak ada kabar nya selama beberapa hari ini, mungkin aja dia sibuk." Ucap Julia santai namun sebenarnya ia juga ada rasa gelisah.


" What ! dia gak kabarin lu? wah parah tuh orang." Kesal Tere.


" Iya Ter tapi it's oke gak masalah kok, mungkin aja dia sibuk ya kan, gw juga gak mungkin dong berpikiran nethink tentang dia."


" Tapi feeling gw gak enak Li, gw ngerasa kayak ada kesedihan gitu deh." Dav tiba-tiba merasakan hawa yang kurang mengenakkan.


" Always positive thinking aja Dav." Ucap Julia tersenyum.


" Makan yuk lapar nih." Ajak Teguh.


" Oke let's go."


Mereka berjalan sembari menyusuri sekitar mall, mereka menaiki eskalator untuk menuju ke lantai dua yang mana di sana terdapat restoran favorit Dav yang kelurga nya.


Saat mereka sampai di lantai dua, mereka menuju restoran tersebut dan duduk terpisah menjadi dua tempat. Tak lama kemudian waiters datang menghampiri mereka.


" Selamat siang kakak mau pesan apa." Ucap nya ramah."

__ADS_1


" Saya mau pesan lobster saus tiram, sayur capcay, sup ikan tenggiri sama minum nya lemon tea ya mbak. Kalau kalian pesan apa guys."


Eh buset dah si Dav, itu mesan makanan apa mau bikin hajatan. Gila ni anak porsi makan nya luar biadab, pantesan aja body nya makin semok. Batin Edo terbelalak saat mendengar menu makan Dav.


" Samain aja deh kalau gw, minum nya aja yang beda." Ucap Teguh


Akhir nya mereka semua serempak memesan makanan yang sama dengan minuman yang berbeda.


" Baik lah kalau begitu mohon di tunggu sebentar ya kak, terima kasih."


Kemudian waiters tersebut kembali ke tempat nya. Saat mereka tengah berbincang-bincang, mereka sekilas melihat sosok laki-laki yang mereka semua kenal, bahkan Julia sampai tak menyangka jika itu sosok pria yang ia cari.


Mereka melihat Axel bersama dengan seorang wanita cantik bertubuh seksi yang sedang berjalan sambil bergandeng tangan menuju ke restoran ini, bahkan senyum manis itu tak lepas dari kedua nya yang saling memandang satu sama lain.


Darah seolah mendidih di raut wajah Edo dan Teguh saat melihat mereka dengan tampang tak berdosa nya berbahagia, sedangkan sahabat nya yang melihat itu tanpa sadar tersenyum kecut bahkan tanpa sadar air mata nya sudah mengalir.


" Jadi ini alasan kenapa dia gak hubungi gw beberapa hari ini." Dengan kasar Julia mengusap air mata sialan nya tanpa ia minta menetes begitu saja.


" Dasar bangsat, dia berani ngulangi kesalahan yang sama." Emosi Edo bahkan sendok yang ia genggam langsung bengkok.


Sementara yang lain melihat nya pun sangat murka.


" Li are you oke."


Julia hanya memandang mereka yang masih belum menyadari kehadiran nya dengan mata merah membengkak akibat menangis.


Saat mereka berdua duduk, mereka menggenggam tangan kedua nya, bahkan Axel dengan rasa tak berdosa nya mencium kedua tangan wanita seksi itu. Entah apa yang mereka ucapkan, tapi yang jelas jarak mereka cukup dekat dengan Julia dan sahabat nya.


Julia yang sudah tak tahan lagi, langsung beranjak dari sana dan pergi begitu saja tanpa mau melabrak Axel dan wanita seksi itu. Dengan tangis yang ia bawa, Julia berjalan cepat hingga menuju mobil nya dan langsung tancap gas.


Sementara di dalam restoran sana Teguh langsung naik pitam, tanpa basa basi ia langsung berjalan menuju sepasang lucknut itu.


Bughh


Teguh dengan wajah yang memerah padam langsung memukul wajah Axel sangat kuat.


" BANGSAT LU SIALAN."


Edo beserta yang lain nya khawatir jika Teguh berbuat nekat, lalu mereka menghampiri Teguh yang sudah terpancing emosi.


" Sabar Guh jangan kepancing emosi." Ucap Vivian lembut sembari mengelus bahu kekasih nya yang sudah memerah menahan amarah.


Axel sangat terkejut jika ada mereka semua di restoran ini, bahkan ia tak melihat sosok gadis blasteran Korea itu ada di sini.


" PUAS LU SEKARANG HAH... MULAI HARI INI JAUHIN JULIA ATAU LU AKAN MATI DI TANGAN GW BANGSAT." Lepas sudah emosi Teguh.


Axel baru menyadari jika Julia rupa nya sudah pergi saat melihat nya bersama wanita lain. Sementara wanita itu ketakutan melihat ekspresi wajah Teguh yang sudah tersulut emosi.


" Se,,, sssseee sejak kkk kaa kapan kalian ada di sssini." Ucap nya gugup.


" Gw datang ke sini sebelum lu datang sama,,,,."


Dav melirik tajam wanita itu yang mulai ketakutan.


" DIA. Jangan lagi lu coba-coba dekati Julia atau lu,,, bakal tanggung akibat nya,,, ayo guys kita cabut."


Winda yang paham pun langsung menuju waiters nya untuk membungkus makanan nya dan membayar nya dengan blackcard milik Edo.


Mereka tidak jadi makan karena ia khawatir akan kondisi Julia.


Setelah kepergian mereka betapa menyesal nya Axel, apa lagi kejadian tadi sempat mengundang perhatian para pengunjung restoran, namun mereka tak bisa berkutik apalagi pemilik restoran tersebut, karena ia kenal dengan Dav yang merupakan anak dari pemilik mall ini bersama rekan bisnis ayah nya.

__ADS_1


...****************...


Satu kata buat Axel ... JAHAT


__ADS_2