Happy Story In High School

Happy Story In High School
43. PERPISAHAN UNTUK BU CLARA


__ADS_3


PERPISAHAN UNTUK BU CLARA



Terkadang ketika kita nyaman akan satu hal baik dengan seseorang ataupun yang lain nya, kali ini sekolah SMA Tunas Bakti akan mengadakan perpisahan untuk guru kesayangan mereka, guru yang sudah banyak berubah cara belajar siswa nya yang semula pemalas menjadi rajin, biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Seluruh siswa merasa sangat kehilangan akan sosok guru ini,apalagi mereka begitu dekat dengan sosok guru tersebut, bahkan mereka menganggap guru ini bukan hanya sekedar guru melainkan seorang kakak dan sahabat untuk mereka, karena memang usia guru ini yang masih muda, ya guru tersebut adalah Bu Clara.


Guru yang mereka sayangi layak nya sahabat dan seorang kakak tak begitu mudah untuk mereka lepaskan, terlebih ia memberi banyak dampak positif kepada murid nya menjadi murid-murid yang berprestasi.


Dav beserta sahabat nya juga Lady sweet merasa kehilangan akan perpisahan ini, mengetahui ia merupakan guru kesayangan nya dan ia juga lah yang telah membuat mereka bisa bersahabat yang dulu nya sempat ada perselisihan dan pertengkaran antara always shine dan lady sweet.


" Dav gw ngerasa kehilangan banget kalau Bu Clara udah gak ngajar lagi di sekolah, sebab dia yang buat kita bisa sampai seperti ini." ucap Chintya yang tanpa terasa air mata nya menggenang.


" iya benar apa kata lu Chin, gw juga ngerasa kehilangan banget. Mungkin kalau gak ada Bu Clara kita gak akan seperti sekarang." bukan Dav yang menjawab melainkan Julia yang begitu sedih akan perpisahan ini apalagi air mata nya sudah menetes.


" iya Li, kenapa harus Bu Clara coba yang pindah, gw gak ikhlas kalau dia yang pindah kalau bisa seluruh guru di sini jangan pindah, gw udah nyaman sama guru-guru ini. Gw gak bisa beradaptasi sama guru baru." ucap Chintya merasa sangat kehilangan akan perpisahan Bu Clara.


Dav yang sedari tadi diam pun tanpa sadar air mata nya juga ikut menetes, karena berkat ialah always shine dan lady sweet berdamai dan akhir nya bersahabat hal itu tau luput dari pandangan sahabat nya yang ikut merasa sedih juga.


" iya guys gw juga ngerasa kehilangan banget akan Bu Clara, dia guru yang paling gw favorit kan dari sekian banyak guru. Soal nya apa, dia yang banyak memberi kan banyak dampak positif kepada semua siswa sampai-sampai mereka yang belajar nya malas menjadi rajin, apalagi yang mereka biasa nya nilai nya kurang bagus jadi juara kelas, karena itu semua berkat motivasi dari Bu Clara." Edo yang juga merasa kehilangan pun mengeluarkan keluh kesah nya, jangan di tanyakan lagi apakah mereka sedih, ya jelas mereka begitu sedih akan melepaskan guru kesayangan nya.


Tak terasa suasana kelas 11 A mendadak mengandung bawang, hampir seluruh murid di sana sedih akan perpisahan Bu Clara,bahkan ada yang sampai menangis karena ia belum bisa melepaskan nya begitu saja,apalagi Dav dan para sahabat nya dengan Lady sweet. Bu Clara lah orang yang ikut andil untuk mempersatukan mereka hingga mereka bisa bersahabat sampai sekarang.


Hingga acara pun di mulai pada pukul 9 pagi, seluruh siswa SMA Tunas Bakti berkumpul di aula sekolah.


Di situ lah acara perpisahan pun akan di mulai, masing-masing seluruh siswa sudah duduk tempat yang sudah di sediakan. Tak hanya perpisahan Bu Clara saja namun acara untuk menyambut guru baru pengganti Bu Clara.


Hingga kepala sekolah memberikan sepatah dua kata untuk kata sambutan dan naik ke atas podium aula sekolah.

__ADS_1


" assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi anak-anak sekalian dan guru-guru yang saya hormati, Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT dan Baginda Muhammad Saw yang atas ijin nya kita bisa berkumpul pada pagi ini dalam rangka acara perpisahan guru kalian ibu Clara Ayunda yang telah banyak sekali memberikan dampak baik kepada kalian seluruh siswa. Dan pada kesempatan pagi ini mari kita sambut dengan suka cita, saya harap kalian bisa mengerti dan semoga kalian bisa betah belajar dengan guru baru pengganti Bu Clara, tanpa membuang waktu saya persilahkan kepada Bu Clara untuk saya persilahkan naik ke podium, kepada Bu Clara waktu dan tempat kami persilahkan."


Bu Clara pun maju ke depan dan naik ke atas podium aula sekolah.


" assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh terima kasih kepada kepala sekolah yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk memberi kata sambutan kepada seluruh siswa, sebelum nya selamat pagi kepada para guru yang saya hormati dan anak-anak didik saya yang saya sayangi. Ibu di sini ingin menyampaikan maksud ibu adalah untuk mengundurkan diri dari sekolah yang di karenakan ibu sudah di terima bekerja di tempat lain, ibu harap kalian bisa mengerti dan memaafkan atas kesalahan ibu dalam mengajar dan mendidik kalian bila mana membuat kurang berkenan di hati kalian."


Bu Clara menyampaikan banyak sekali kata sambutan, hal itu sontak membuat seluruh siswa SMA Tunas Bakti sedih atas pelepasan guru idola nya, apalagi ia adalah guru terbaik yang pernah ada.


Setelah acara perpisahan Bu Clara telah selesai, seluruh siswa pun berhamburan kembali ke kelas, di situ lah mereka sedih dan menangis yang sedari tadi mereka tahan. Ya di kelas 11 A, seluruh siswa nya menangis tanpa ada satupun guru yang mereka ketahui.


Sementara di ruang guru, seluruh guru pun merasa sedih akan rekan kerja nya yang sudah tidak mengajar lagi.


" Bu Clara, saya akan selalu doakan ibu yang terbaik agar ibu betah bekerja di tempat ibu di terima kerja itu." ucap Bu Rahayu guru geografi yang merupakan sahabat Bu Clara ikut merasakan kesedihan sama seperti anak didik nya.


" Aamiin terima kasih Bu Rahayu, saya juga berdoa semoga ibu bisa sukses jadi guru kesayangan anak-anak."


" ya sudah kalau begitu saya mohon ijin untuk ke kelas 11 A untuk pamit kepada mereka sekalian mengajar untuk yang terakhir kali nya, sekali lagi terima kasih banyak."


" baik Bu silahkan."


Bu Clara kemudian keluar dari ruangan guru dan menuju kelas 11 A dengan menyusuri lorong kelas dan pada saat ia sampai di depan kelas, ia mengintip bahwa anak didik nya yang ia sayangi sedang menangis tanpa suara, ia melihat itu dari celah pintu dan mendengarkan apa saja yang mereka ucapkan. Hal itu membuat nya sedih dan tak terasa ia juga ikut meneteskan air mata nya.


ya Allah mereka begitu menyayangiku, tapi aku dengan begitu tega nya pergi dari mereka demi memilih menerima kerja di perusahaan Hazard Group. Perusahaan yang sangat aku ingin kan bekerja di sana hiks, betapa egois nya aku, aku harus bagaimana ya Allah...


Dengan sekuat tenaga Bu Clara mencoba untuk menguatkan hati nya untuk tidak menangis, kemudian ia masuk ke kelas dan terlebih dahulu ia mengetuk pintu.


" assalamualaikum anak-anak."


semua murid yang melihat Bu Clara masuk pun langsung menyeka air matanya masing-masing.

__ADS_1


" wa'alaikumsalam Bu Cla."


Bu Clara berdiri di depan kelas tak lama kemudian semua murid nya maju dan memeluk Bu Clara dan


tes..


air mata mereka lolos dengan sempurna nya begitu pun dengan Bu Clara yang ikut meneteskan air mata nya tanpa suara.


" kenapa ibu berhenti mengajar, apa ibu gak sayang sama kami semua." tanya salah satu murid nya yang sudah berhasil Bu Clara didik menjadi masuk 5 besar yang semula nya 20 besar.


" enggak Vin, mana mungkin ibu gak sayang sama kalian, kalian semua semangat nya ibu oke, udah stop ya jangan menangis lagi."


Anak itu ternama Alvin, yang mana ia merupakan anak didik nya yang sedikit nakal menjadi pandai bahkan posisi Chintya di bawah nya berkat ia belajar dan motivasi dari Bu Clara sendiri.


" ibu tega banget kenapa harus berhenti mengajar,aku gak mau di ganti sama guru lain bu." ucap Chintya.


" iya Bu kenapa ibu berhenti mengajar, kita semua gak mau di gantikan sama guru lain." sambung Julia dan di setujui dengan yang lain nya termasuk Dav sendiri.


" hei dengar ibu baik-baik ya, kalian hanya belum terbiasa aja, nanti kalau udah kenal juga pasti kalian suka kok karena guru pengganti kalian itu teman ibu juga dia orang nya baik kok."


" beneran bu, ibu gak bohong kan." ucap Edo.


" ya enggak dong Do, yaudah sekarang kalian kembali ketempat duduk kalian masing-masing dan hari ini ibu terakhir mengajar buat kalian right, mengerti ayo kembali ketempat."


Dengan sekali perintah mereka semua duduk di tempat mereka masing-masing, hal itu membuat Bu Clara makin berat untuk lepas dari sekolah SMA Tunas Bakti yang sudah memberikan banyak sekali pengalaman selama hidup nya dalam arti kebersamaan, kekeluargaan,cinta dan kasih sayang dari semua orang.


...****************...


Hem sedih ya gaes Bu Clara harus mengundurkan diri. Tapi itu juga berat bagi nya, kata kan ia egois, tapi satu sisi ia juga bahagia bisa di terima di perusahaan Hazard Group tapi di sisi lain ia juga kehilangan akan anak didik nya.

__ADS_1


__ADS_2