Happy Story In High School

Happy Story In High School
49. PERSIAPAN OLIMPIADE


__ADS_3


PERSIAPAN OLIMPIADE



Pagi indah menyelimuti keluarga Radiansyah, hari-hari bahagia selalu mereka jalani, bahkan kesedihan pun sungkan menghampiri kehidupan mereka.


Namun lain hal nya dengan Dav, Putri semata wayang pasangan tuan Hazlan dan bunda Sita ini begitu tegang, bahkan ia serasa demam panggung akan apa yang ia rasakan. Terlebih hari ini lah ia akan mengikuti lomba Olimpiade beserta yang lain nya.


flashback on malam hari


" aduh gimana nih gw panik parah, kira-kira gw bisa gak ya pertahankan juara olimpiade kayak tahun kemarin. Bismillahirrahmanirrahim gw serahkan semua nya sama Allah SWT, gw juga udah banyak banget belajar tinggal berdoa sama minta restu kedua orang tua semoga gw di mudahkan urusan nya Aamiin, mending gw sholat aja lah biar tenang pikiran gw."


Dav pun berjalan menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat isya. Ia pun melaksanakan shalat isya dengan khusyuk nya.


Setelah setelah melaksanakan ibadah sholat isya, ia pun langsung menuju ke tempat tidur nya dan merasa hawa ngantuk pun menyelimuti nya, dan di jam Beker nya pun menunjukkan pukul 9 malam, ia harus bangun pagi untuk persiapan olimpiade nya.


flashback off


Dav dengan cekatan merapihkan pakaian seragam nya, setelah nya kemudian ia pun bergegas keluar dari kamar nya dan tak lupa semua perlengkapan sekolah sudah ia siapkan semalam. Dengan lift ia pun menuju ke lantai dasar.


Ting


sampai lah Dav di lantai dasar yang sudah ada ayah, bunda dan para kakak nya yang sudah menunggu nya.


" tumben dek agak lama keluar nya, biasa nya kamu selalu on time." sapa Dev.


" iya kak soal nya hari ini Dav lomba olimpiade maka nya tadi siap siap dulu."


" oh gitu yaudah nih sarapan dulu biar pas lomba nya kamu bertenaga."


" iya kak."


dan pun duduk di kursi meja makan, tak lama tuan Hazlan pun bertanya pada nya.


" nak kamu harus semangat ya, ingat apapun yang terjadi semua serahkan kepada Allah SWT oke."


" iya ayah pasti, Dav gak akan lupa akan pesan ayah."


" iya nak bunda doakan agar kamu di beri kemudahan dalam segala hal."


" Aamiin ya Allah."


mereka pun melanjutkan sarapan nya hingga habis, setelah nya mereka pun langsung bersiap untuk berangkat ke tujuan masing masing.


" ayah bunda kak Dev dan kak Irgi doakan Dav ya semoga Dav juara olimpiade nya dan bisa membanggakan kalian juga sekolah."


" pasti itu nak, doa bunda dan ayah selalu menyertai mu sayang." ucap bunda Sita yang memberikan doa untuk Dav dan di setujui oleh tuan Hazlan juga


" iya Dav kakak juga doakan semoga kamu di berikan kemudahan dan di lancarkan dalam hal apapun."


" Aamiin ya Allah."

__ADS_1


Dav merasa tersentuh karena keluarga nya begitu mendukung dan mendoakan kebaikan untuk nya.


ya Allah hamba sudah berusaha semampu hamba selebihnya hamba pasrah kan hanya pada mu.


Tak lama kemudian sebuah telepon berbunyi dari saku tuan Hazlan.


drrrrrtttttt


" iya hallo ada apa bi Mia."


"......."


" APA ?? iya baik lah terima kasih, kamu tetap disana hubungi dokter Givana dan kabari saya, saya akan segera kesana."


" ......."


Panggilan pun berakhir dan semua orang bingung melihat tuan Hazlan yang seperti orang khawatir dan sedih.


" ada apa yah kok ayah kayak sedih khawatir gitu terus kenapa ayah harus hubungi dokter Givana, sebenarnya apa yang terjadi." tanya Dev kepada ayah nya.


" iya yah ada apa, apa terjadi sesuatu di rumah mamah." tanya bunda Sita yang juga ikut penasaran.


Tak terasa air mata tuan Hazlan pun menetes dan menambah panik semua orang termasuk Dav sendiri.


" yah ayah kenapa, kenapa ayah nangis." ucap Irgi yang ikut khawatir.


" ayah kenapa coba cerita sama kami semua, kami mau tau sebenarnya apa yang terjadi." tanya Dav yang ikut menimbrung.


Dengan helaan nafas panjang tuan Hazlan mencoba untuk menenangkan diri nya dan menceritakan apa yang terjadi setelah di telepon oleh pelayan di rumah omah Hana.


" yah hey ayah tenang kan diri ayah dulu, pelan pelan aja kalau emang itu berat buat ayah cerita ke kami oke." ucap bunda Sita yang berusaha menenangkan suami nya.


" mamah sakit jantung nya kambuh kembali hiks hiks dan sekarang mamah terbaring lemah di rumah." ucap tuan Hazlan dengan deraian air mata ia menjelaskan apa yang terjadi di rumah omah Hana.


" astaghfirullah mamah ya Allah yah kita harus bawa mamah kerumah sakit sekarang, bunda gak mau terjadi apa-apa sama mamah yah."


" iya bund ayah akan hubungi pelayan di sana untuk siapkan barang mamah untuk di bawa ke rumah sakit."


Sedangkan Dav termenung mendengar penjelasan dari ayah nya jika omah nya sakit parah.


pantas aja perasaan gw gak enak, ya Allah semoga omah gapapa dan baik baik aja Aamiin.


Dav pun ikut sedih dan meneteskan air mata nya, Dev yang melihat adik nya menangis tanpa suara pun menenangkan nya dengan pelukan.


" kita berdoa semoga omah baik baik aja ya dek, kamu harus ingat hari ini kamu lomba olimpiade, jangan sampai konsentrasi kamu terganggu oke."


" tapi Dav khawatir sama omah kak hiks, Dav takut omah ninggalin kita sama seperti opah hiks hiks." pecah sudah tangisan Dav yang sedari tadi ia tahan.


tuan Hazlan dan bunda serta pun menghampiri sang putri yang menangis di pelukan Dev, sementara Irgi mengusap punggung Dav untuk menenangkan nya.


" sutt jangan berpikir yang macam-macam dulu Dav, kita gak boleh mendahulukan kehendak Allah, karena yang nama nya maut hanya Allah yang tau, yang terpenting kita semua berdoa buat kesembuhan Omah apalagi kamu mau tanding olimpiade." ucap Irgi yang juga sebenarnya khawatir akan kondisi omah Hana namun ia berusaha untuk menahan diri untuk tidak sedih.


" benar apa yang yang di katakan kakak mu nak, kita serahkan semua nya kepada Allah semoga omah di beri kesembuhan dan kamu juga harus fokus ke olimpiade kamu, kata nya kamu mau bawain piala olimpiade nya untuk omah, itu kan janji kamu sama omah." jelas bunda yang sudah di samping Putri nya, Dev pun melepaskan pelukan nya dari Dav agar ia leluasa untuk menenangkan diri nya

__ADS_1


Dav mengingat akan kata kata nya ketika omah main ke rumah dan ia bercerita akan mengikuti Olimpiade dan membawa piala untuk omah nya.


" iya nak, yang terpenting sekarang kamu harus fokus sama lomba kamu, dan untuk omah biar ayah sama kakak mu yang urus." tuan Hazlan yang sudah membaik pun memberikan penjelasan kepada putri agar lebih fokuskan kepada lomba nya.


" iya yah Dav ngerti." Dav pun sudah merasa lebih baik, ia menghapus air mata nya.


" bagus lah kalau begitu." tuan Hazlan mengusap kepala Dav.


" kalau gitu Dav berangkat sekolah nanti telat assalamualaikum."


" kamu gak mau di antar aja nak?" tanya bunda


" gak usah bund lagipun Dav langsung bareng yang lain."


" oh gitu yaudah kamu hati hati ya di jalan, wa'alaikumsalam."


Dav pun melesat pergi ke sekolah dengan motor kesayangan nya.


sesampai nya ia di sekolah ia sudah sambut oleh sahabat nya yang juga mengikuti olimpiade sama seperti nya.


" Dav are you oke kok mata lu sembab gitu." tanya Julia


" iya Dav apa ada masalah di jalan atau di rumah lu." teguh pun ikut penasaran sementara Edo dan Winda menunggu jawaban dari Dav.


" omah gw sakit jantung nya kambuh dan kondisi nya menurun, gw takut terjadi apa-apa sama omah." ucap nya sedih.


" sabar ya Dav semoga omah Hana lekas sembuh." ucap Winda yang merasa prihatin.


" Aamiin ya Allah makasih ya guys."


" apaan sih pakai makasih segala, kan kita sahabat Dav, udah pasti suka duka kita harus sama sama." ucap Edo yang meralat perkataan Dav.


" iya betul tuh, inti nya yang terpenting sekarang kita banyakin berdoa aja dan usaha dan selebihnya pasrah kan pada Allah."


Tak lama pun mereka berangkat ke lokasi lomba olimpiade yang berada di SMA Dirgantara Bangsa, disana lah mereka berperang dengan siswa di kalangan tempat sekolah lain nya, dengan berbekal usaha yang mereka lakukan dan doa yang ia panjatkan serta restu kedua orang tua telah mereka dapat, kini mereka harus berjuang untuk tanding olimpiade.


Disana sudah ramai orang orang yang mengikuti lomba olimpiade, SMA Tunas Bakti yang di bimbing oleh pak Rudi selaku kepala sekolah dan juga Bu Rahayu.


" anak anak apapun hasil nya kita harus bangga dengan apa yang telah kita lakukan, menang kalah itu hal biasa jadi bapak harap kalian yang sportif dan ingat dengan baik apa saja yang sudah kalian pelajari dari para guru kalian dan yang kalian belajar sendiri di rumah maupun dengan teman teman kalian." pak Rudi memberikan wejangan kepada mereka agar lebih santai dan relaks juga harus yakin dengan kemampuan mereka.


" baik lah anak-anak ibu juga berharap semoga kalian bisa, ingat ya jangan tergiur dengan piala tapi dengan ilmu yang telah kalian dapat itu lah hal yang paling utama, mengerti semua." jelas Bu Rahayu.


" siap pak Bu kami semua akan selalu mendengarkan apa yang bapak ibu sampaikan dan kami pahami terus." ucap Edo yang mewakili teman nya.


" bagus lah nak semoga kalian berhasil dan bisa."


" Aamiin." ucap mereka serempak


" ya sudah ayo kita siap siap sekitar pukul 8 lebih tiga puluh menit akan di mulai lomba nya."


" baik Bu."


mereka semua pun bersiap siap untuk mengikuti olimpiade baik dari olimpiade geografi, ekonomi dan yang lain nya sebagai perwakilan.

__ADS_1


...****************...


o ow apa yang terjadi dengan omah Hana ya, kenapa dia bisa drop. semoga omah gapapa ya guys. jangan lupa di like komen dan vote cerita nya ya terima kasih 🙏


__ADS_2