
BELAJAR TERBIASA
setelah 3 bulan kepergian omah Hana, mereka pun akhir nya bisa menerima dan melepaskan kepergian beliau dengan perasan hati yang ikhlas.
Memang siapa yang menginginkan kehilangan seseorang yang di cintai, pasti seluruh manusia yang ada di muka bumi menjawab TIDAK.
keluarga Radiansyah ketika awal kepergian sang omah mendadak dingin seperti kutub Utara, bukan hanya di rumah saja, bahkan di kantor saja hampir seluruh karyawan yang bekerja di sana di buat takut oleh sikap dingin bos dan penerus nya.
Pernah suatu ketika ada seorang karyawan yang berusaha berbuat curang dengan mengubah data keuangan yang akibat nya perusahaan Hazard grup merugi hingga 15%, hal itu memancing amarah tuan Hazlan dan memanggil divisi bagian keuangan. Mereka di kumpulkan di ruangan Presdir, pucat pasih sudah pasti apalagi melihat wajah amarah sangat menyeramkan tuan Hazlan menatap mereka penuh kemarahan sontak menggebrak meja kebesaran nya hingga meja yang di lapisi kaca itu pecah dan barang yang ada di atas nya pun iku terjatuh dan rusak seketika.
" saya tanya sama kalian, siapa yang sudah memanipulasi data keuangan perusahaan? JAWAB, ATAU KALIAN AKAN TAU AKIBAT NYA JIKA KALIAN MAIN MAIN SAMA SAYA, PAHAM KALIAN."
Mereka takut bukan main melihat kemarahan tuan Hazlan, Irgi yang saat itu ingin mengantar file untuk di tandatangani oleh tuan Hazlan samar samar mendengar keributan dari ruangan nya.
kenapa ada kebisingan di ruangan ayah ya.
tuk tuk tuk
Irgi mengetuk pintu dan ingin memastikan apa yang terjadi di ruangan sang ayah.
" masuk."
saat Irgi masuk betapa terkejut nya melihat semua barang yang ada di meja tuan Hazlan habis hancur apalagi melihat kemarahan nya membuat ia bertanya tanya, ia juga melihat darah bercucuran di tangan tuan Hazlan yang cukup banyak. ia pun menghampiri tuan Hazlan dan menenangkan nya.
" ayah ada apa, kenapa ayah bisa seperti ini, terus ini kenapa semua nya berantakan, terus kenapa mereka bisa ada di sini." pertanyaan demi pertanyaan ia lontarkan kepada tuan Hazlan sembari mengajak nya duduk di kursi kebesaran nya.
__ADS_1
tuan Hazlan berusaha untuk menenangkan pikiran nya yang sudah tersulut emosi, ia kemudian menatap Irgi dan Irgi pun paham langsung mendekati nya.
" kamu tanyakan saja langsung kepada para parasit ini, ada seseorang yang mencoba menghancurkan perusahaan ini dengan memanipulasi data keuangan. kamu tau nak kita rugi hampir 15% kalau di kisarkan bisa mencapai 50 milyar huh siapa gak emosi nak, opah kamu membangun usaha ini dari ayah kecil sampai sekarang. Dan sekarang ada yang berusaha untuk menjatuhkan usaha opah mu yang sudah ia rintis berpuluh puluh tahun." dengan penuh amarah tuan Hazlan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Irgi sampai terkejut mendengar apa yang di sampaikan oleh ayah nya. Ia pun menatap ke 3 orang divisi bagian keuangan itu, Irgi merasa janggal akan masalah ini, karena setau nya mereka salah satu karyawan yang ia banggakan juga. Irgi menghampiri mereka dengan setenang mungkin.
" boleh kita bicara di sana saja." Irgi mengajak mereka untuk duduk di sofa, karena menurut nya sangat tidak sopan biarpun jabatan ia tinggi di bandingkan mereka. Mereka pun akhir nya menurut dan ikuti apa yang Irgi katakan.
" sebelum nya yang mau saya tanyakan sama kalian, apa yang terjadi di bagian keuangan kita, mengapa ada manipulasi data keuangan seperti yang di katakan oleh tuan Hazlan, apa benar itu terjadi?" Irgi berusaha untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin, karena ia tidak ingin gegabah dan merugikan orang lain, apalagi sifat nya juga sangat ramah sama seperti mendiang ayah nya yang juga seorang sekretaris tuan Hazlan sebelum di ganti oleh diri nya.
" maaf kan kami tuan, bukan maksud saya untuk membela diri atau apa tapi saya berani bersumpah, kami tidak pernah melakukan hal sehina itu." ucap seorang divisi bagian keuangan tersebut di ketahui bernama Bima dengan wajah penuh kesedihan, karena ia merasa tidak melakukan hal sehina itu.
tuan Hazlan yang melihat dan mendengar hal itu sedikit merasa bersalah karena tidak seharusnya ia berbicara dengan kata-kata yang tidak pantas, namun gengsi yang terlalu tinggi membuat nya memilih untuk duduk di kursi nya sambil mendengar dan mengamati apa yang di katakan oleh karyawan nya.
" saya percaya kalau kalian tidak berbuat hal seperti itu, karena kalian sudah sangat lama bekerja di sini, apalagi kalian senior saya ya kan. lagipula kalau kalian melakukan tindakan itu sudah sangat lama kalian ingin menjatuhkan perusahaan ini, tapi sejauh ini kinerja kalian baik bahkan sangat baik, karena saya sendiri yang memantau kerja kalian." Irgi pun seketika paham apa yang terjadi dengan perusahaan nya, sudah pasti ada seseorang yang menyamar dengan maksud ingin menghancurkan perusahaan Hazard Group.
" terimakasih tuan, anda telah mempercayai kami, sebisa mungkin kami akan mengusut siapa dalang balik ini, dan akan kami pastikan pelaku akan kami bawa kehadapan anda jika itu perlu." ucap Marhan yang merupakan divisi utama keuangan perusahaan.
tuan Hazlan yang mendengar penuturan dari Irgi sontak kaget bercampur kesal
dasar bocah dendeng, orang lagi kacau gini masih sempat-sempatnya ngelawak.
Marhan tiba tiba mendadak sedih mengingat kenangan di mana beliau melamar kerja di sini, saat itu ia sangat butuh pekerjaan untuk bisa membantu sang adik agar bisa sekolah, dan saat itu mendiang Andi yang merupakan sekretaris tuan Hazlan mendapat amanah dari tuan nya untuk merekrut karyawan bagian divisi keuangan, ia begitu teliti dan selektif dalam merekrut. Maka dari itu tuan Hazlan sendiri yang memberi perintah kepada Andi yang menurut nya pantas memegang posisi itu. Ia pun tertuju kepada seorang laki laki yang memiliki kemampuan yang luar biasa, dengan ilmu IT yang sangat menakjubkan namun dia juga merasa sedih melihat keadaan nya seperti sedang banyak pikiran, pada akhir nya ia memilih sosok laki-laki tersebut untuk menjabat sebagai divisi utama keuangan.
tes
air mata Marhan lolos mengalir di pipi nya mengenang jasa sang pahlawan itu, berkat nya ia bisa menyekolahkan sang adik hingga ke perguruan tinggi. Irgi yang melihat itu sontak mengusap punggung nya agar lebih tenang dan teman rekan kerja nya pun mengusap punggung nya yang ikut merasakan kesedihan nya.
" berkat beliau hiks adik saya bisa sekolah sampai ia bisa merasakan duduk di bangku kuliah hiks. Alhamdulillah nya ibu saya bisa haji walaupun ayah sudah berpulang ke Rahmatullah, terima kasih tuan atas jasa ayah anda yang sangat luar biasa hiks, kala itu saya sangat butuh pekerjaan karena kondisi ekonomi kami sangat kurang meyakinkan setelah kepergian ayah kami hiks, terima kasih. Semoga Allah menempatkan beliau disisi orang beriman dan surga lah tempat nya yang pantas untuk beliau hiks." ucap Marhan dengan deraian air mata ia menceritakan betapa baik nya sosok Andi, ayah dari Irgi yang begitu baik kepada nya.
__ADS_1
Tuan Hazlan yang mendengar penuturan dari karyawan nya mendadak mengingat sahabat nya yang sudah berpulang ke pangkuan illahi dikarenakan sakit yang juga merenggut nyawa sang mamah.
An begitu besar kebaikan mu hingga kamu menyelamatkan orang dari kekurangan menjadi berkecukupan, An ku harap kamu bisa lihat apa yang karyawan ku katakan betapa ia memuji mu dan mengidolakan sosok mu, kamu memang sekretaris ku sekaligus sahabat terbaikku, selamat jalan teman. Semoga surga adalah tempat mu disana. tuan Hazlan pun tanpa ia sadari meneteskan air mata nya mengingat sang sahabat yang sudah pergi selama nya.
ayah kau lihat dia, karyawan yang sudah kau selamatkan dari kesusahan, ia sekarang bisa menyekolahkan adik dan dan memberangkatkan haji ibu nya. Sungguh mulia hati ayah, semoga ayah dan ibu tenang di sana, aku akan melanjutkan tugas ku di sini demi membanggakan kalian.
tuan Hazlan pun datang menghampiri mereka dan duduk di samping Irgi dan mengusap bahu nya lembut, ia tau bahwa Irgi saat ini mengingat sosok sang ayah yang sudah pergi beberapa tahun lalu.
" nak are you oke." ucap tuan Hazlan melihat ke arah Irgi.
" aku baik yah, aku senang yah karena sosok mendiang ayah membuat beliau di kenang baik oleh setiap orang, Mar tetap lah seperti ini sampai kapan pun saya percaya sepenuhnya sama kamu dan kalian juga, terima kasih kalian sudah mengenang sosok baik ayah saya."
" iya tuan sama-sama karena tuan Andi dan tuan Hazlan begitu baik kepada kami, kalau bukan mereka mungkin kami tidak akan seperti sekarang."
" kalian semua saya mohon maaf atas kekacauan yang baru saja terjadi, itu semata-mata karena saya tersulut emosi, maafkan saya."
baru kali ini saya mendengar tuan Hazlan bilang minta maaf, biasa nya juga enggak.
" saya paham sekali tuan, sangat kami mengerti dan kami akan mengusut kasus ini dan siapa dalang di balik kejadian ini." ucap Marhan dan di setujui oleh rekan nya.
" baik lah kalau begitu kamu cari tau siapa orang nya, saya kasih waktu kamu seminggu untuk mengusut nya, mengerti."
" siap mengerti tuan."
" baik lah kalau begitu kalian boleh keruangan kalian masing-masing."
" terima kasih tuan kalau begitu kami permisi."
mereka pun keluar dari ruangan Presdir dan meninggalkan ayah dan anak itu masih dalam suasana antara sedih, senang semua tercampur aduk entah kemana. Irgi pun melihat luka di tangan ayah nya berinisiatif mengobati nya sembari mereka mengobrol.
__ADS_1
...****************...