
DAV MIMISAN DAN PINGSAN SAAT JAM PELAJARAN
Keheningan tercipta di suasana sekolah, dimana seluruh siswa begitu antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar sampai tak terasa waktu berlalu hampir 2 jam lama nya mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Saat itu di kelas 11 A dimana terlihat begitu fokus nya para murid belajar bersama bu Clara, guru matematika. Dimana beliau yang notabe nya adalah seorang lulusan terbaik dengan nilai hampir mendekati sempurna di salah satu universitas terbaik dunia Stanford university Amerika Serikat yang mengambil jurusan matematika dan Business Administration dan education begitu mahir dalam mengajar, sehingga murid yang awal nya kurang mengerti dengan materi pembelajaran langsung paham. Dav pun begitu menikmati cara bu Clara mengajar murid nya yang begitu luwes dan mudah di mengerti membuat nya jatuh cinta akan sosok bu Clara yang ia idolakan sejak duduk di bangku kelas 10.
beberapa menit kemudian....
tiba-tiba tanpa sadar ada yang mengalir di hidung Dav dan terasa sangat pusing di kepala nya namun belum ada satu pun yang menyadari itu termasuk Dav sendiri yang sedari tadi begitu fokus kepada bu Clara yang sedang mengajar.
Dav merasa pusing dan begitu kaget yang secara tiba-tiba darah sudah menetes di buku nya lalu Dav pun memeriksa hidung nya dan ternyata sudah mengeluarkan cukup banyak darah dan kepala nya yang sedikit pusing. Salah satu murid yang melihat Dav pun kaget melihat Dav yang mimisan pun melapor kan kepada bu Clara,namun tak lama Dav pun pingsan di karenakan kepala nya yang sudah terasa pusing dan pandangan nya yang sudah mulai gelap.
Brakk
Sontak membuat seluruh murid yang ada di dalam kelas pun panik dan bu Clara pun langsung mendekati nya.
" Dav bangun Dav, kamu kenapa?"
Edo, teguh dan Julia langsung menghampiri sahabat nya yang tergolek dengan darah yang masih mengalir di hidung nya.
__ADS_1
" Dav, bangun Dav lu kenapa jangan bikin gw khawatir dong." Julia yang sudah menangis melihat Dav yang sudah tak sadar kan diri.
" ayo bantu angkat Dav ke ruang UKS sekarang, ayo cepat."
" baik bu."
kemudian Teguh dan Edo mengangkat tubuh Dav untuk di bawa keruang UKS, dan sepanjang lorong kelas semua mata tertuju kepada mereka termasuk kepala sekolah yang melihat nya.
" ini kenapa, ada apa dengan Davita." tanya kepala sekolah yang melihat Teguh yang mengangkat tubuh Dav ala bridal style sementara Edo mengikuti nya dari belakang bersama Julia dan bu Clara.
Bu Clara pun menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi dengan Dav hingga sampai pingsan.
" ya sudah cepat bawa ke ruang UKS sekarang saya juga akan mengantar kalian nanti."
mereka pun bergegas menuju ke ruang UKS dan langsung mendapatkan pertolongan dari perawat yang memang di tugaskan di sekolah ini.
setelah menunggu kurang lebih 15 menit seorang perawat pun keluar kemudian bu Clara pun bertanya kepada sang perawat .
" bagaimana keadaan murid saya bu?"
" seperti nya murid ibu harus di ajukan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis, karena di sini peralatan kurang memadai dan sulit untuk mendeteksi keadaan murid ibu, dan dari hasil yang saya periksa bahwa murid ibu mengalami anemia atau kekurangan dan dehidrasi yang cukup berat dan mengenai mimisan nya itu tidak apa-apa tapi bukan berarti harus di sepelekan karena kondisi murid masih belum sadarkan diri, sebaiknya di bawa ke rumah sakit untuk di tangani lebih lanjut." perawat tersebut menjelaskan panjang lebar mengenai penyebab Dav bisa pingsan.
Julia sedari tadi hanya bisa menangis melihat sahabat nya yang belum siuman, Edo dan Teguh menenangkan Julia agar dia tidak bersedih lagi.
__ADS_1
" udah Li jangan sedih gw yakin Dav orang nya kuat kok dan gw percaya pasti Dav bisa sembuh." ucap Edo yang memberikan ketenangan kepada Julia yang sedari tadi menangis.
" tapi gw belum pernah liat Dav sampai begitu, gw takut ada apa-apa sama dia." Julia yang masih menangis sesenggukan yang begitu khawatir akan kondisi Dav.
" kamu yang tenang ya Julia, ibu yakin kalau Davi pasti akan sembuh dan bisa berkumpul bersama dan sekarang kita harus bawa Davi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dari dokter nya langsung." bu Clara juga ikut mencoba menenangkan Julia meskipun ia juga sakit khawatir akan kondisi murid kesayangan nya.
ibu sangat yakin kalau kamu kuat Davi, kamu anak murid kebanggaan saya, saya mohon kuatlah demi semua nya. ~ bu Clara ~
Dav, lu kenapa bisa sampai kayak gini? gak pernah sebelum nya lu sampai drop begini, please lu harus kuat dan lu harus bertahan. ~ Edo ~
Dav gw tau lu pasti lelah kan, kan gw udah bilang jangan terlalu kecapekan tapi lu keras kepala, gw mohon gw gak mau liat lu kayak gini. ~ Teguh ~
Dav... are you oke? jangan terlalu memaksakan diri Dav, gw gak mau liat lu begini, gw gak suka liat lu gak berdaya begini please gw mohon jangan ulangi ini lagi ya. ~ Julia ~
saya belum pernah melihat kamu selemah ini Davita, tapi saya yakin kamu pasti kuat. Tolong, saya takut terjadi apa-apa sama kamu nak, ayah mu pasti akan marah besar dengan apa yang terjadi, kamu adalah murid kesayangan saya, ayo Davita kamu harus kuat. ~ kepala sekolah ~
mereka begitu sedih melihat kondisi Dav yang sangat pucat dan tak berdaya, dan tak lama kemudian ambulance pun datang dan membawa Dav kerumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan mereka juga ikut kerumah sakit untuk melihat keadaan Dav.
...****************...
ow ow ada apa dengan Dav?? kenapa bisa pingsan? semoga aja gak terjadi apa-apa ya sama dia.
jangan lupa untuk like, komen, dan vote cerita nya🙏
__ADS_1