
MENGANTARKAN GADIS KU KE SEKOLAH
Pagi indah menjadi saksi bagaimana lelap nya manusia yang tertidur pulas membukakan mata mereka seolah enggan beranjak dari tempat ternyaman nya, apalagi kalau buat kasur super empuk dan bantal guling yang menjadi teman tidur.
Itu lah yang di adakan oleh Tere saat ia begitu enggan bangun dari tidur nya, bahkan ia lupa jika sudah ada seseorang yang menunggu nya di rumah. Bahkan kedua orang tua nya mempersilahkan nya masuk sembari menunggu Tere bangun dari tidur nya, ya pria itu adalah Dante sendiri, ia rela bangun pagi demi mengantarkan gadis kecil nya berangkat ke sekolah karena mobil nya hari ini baru bisa di bawa pulang, karena banyak sekali pada mobil nya harus di perbaiki yang mana memang itu perintah dari Dante sendiri.
Sebuah ketukan pintu pun menyadarkan Tere yang masih betah dengan dunia mimpi indah nya.
tuk tuk tuk
" nak kamu udah bangun belum, ada teman kamu nak kasian loh udah nunggu kamu lama." ucap mama Vida dari luar.
Tak ada sahutan akhir nya mama Vida kembali ke ruang tamu yang mana sudah ada Dante dengan papa Jordan sedang berbincang hangat.
" mah mana Tere." tanya papa Jordan.
" Putri mu masih tidur lah, nah itu gara-gara begadang semalam kata nya gak bisa tidur ya gini hasil nya."
Dante yang mendengar itu hanya mengulum senyum manis.
" nak Dante mohon maaf sekali kalau saya lancang, bagaimana jika anda sendiri saja yang mengunjungi kamar Putri tidur itu, dia kalau belum ada bukti pasti akan enggan bangun pagi." ucap papa Jordan.
entah angin segar dari mana ia mendapat perintah menyenangkan itu.
Dengan senang hati paman, saya ingin tau gimana Putri anda tidur yang anda katakan Putri tidur itu hihihi.
" apa anda mengizinkan saya ke kamar Tere paman?" tanya nya pura-pura polos.
" iya nak silahkan saja, saya tau kamar Tere memang jarang di kunci tapi kami sengaja memilih mengetuk pintu nya." ucap mama Vida.
" baik lah paman tante kalau begitu saya permisi ke atas dulu." ucap nya sembari pamit kepada calon mertua.
" silahkan nak."
wah mereka bahkan sudah memberikan aku ijin untuk ke kamar little girl tanpa curiga, aku seolah mendapat angin segar pagi ini, tak sia sia aku bangun pagi langsung dapat hadiah. batin Dante.
Sesampainya Dante di depan pintu kamar Tere, ia mencoba untuk mengetuk nya namun tak ada sahutan, pada akhirnya ia membuka pintu kamar itu.
ceklek
__ADS_1
Pemandangan indah yang ia lihat dimana saat memasuki kamar ia melihat Tere tidur begitu pulas nya, bahkan baju tidur nya pun tersingkat sampai ke atas perut.
Dante menghampiri Tere yang masih tidur begitu pulas nya, ia duduk di pinggir tempat tidur sembari menatap wajah ayu gadis kecil nya yang begitu ia rindukan, padahal baru sehari tak bertemu seolah setahun ia merindukan gadis bertubuh mungil itu.
" hei bangun lah apa kau akan tidur seperti ini terus." ucap nya tepat di telinga Tere yang masih betah memejamkan mata nya.
Semula Tere menggeliat akan suara yang di dengar nya.
" kau tidak bangun aku akan m.e.n.c.i.u.m. bibir sampai bengkak." ucap Dante yang sudah mulai melancarkan aksi nya.
Tere sadar akan ada suara seseorang terbangun, betapa terkejut nya saat ia melihat sosok pria bertubuh atletis itu ada di depan mata nya.
" kakak kenapa bisa ada di kamarku, terus kenapa kakak bisa sampai ada di sini." ucap nya panik bukan main.
" aku menunggu mu sangat lama, yaudah mengetuk pintu dan di sambut hangat oleh calon mertua hehehe." ucap Dante.
" cih calon mertua,,, emang siapa juga yang mau sama kakak." ucap Tere jutek.
" ya kamu lah siapa lagi, yaudah ayo cepat bangun nanti kamu terlambat berangkat ke sekolah loh."
" dih kepedean,,, iya iya kakak tunggu di ruang tamu gih aku gak lama kok."
" oke baby." ucap nya mengacak rambut Tere.
Kemudian Tere beranjak dari tempat tidur nya menuju kamar mandi, namun tiba-tiba Dante meraih pinggang itu dan....
lagi lagi bibir itu menjadi sasaran Dante, apakah Dante sudah candu dengan bibir merah stroberi milik Tere. Bahkan Tere begitu terkejut hingga mata nya membulat sempurna. Dante cukup lama memberikan vitamin c itu kepada Tere, setelah itu Dante melepaskan nya dan menatap Tere dalam-dalam.
" kamu adalah milik ku my little girl, aku yang akan menjaga dan melindungi mu, aku yang akan menjaga cintamu, aku,,,, aku jatuh cinta pada mu saat pertama kali melihat mu tersenyum manis di pantai itu, bahkan aku tidak ikhlas jika senyum itu kamu berikan ke orang lain." ucap nya pelan sembari mengusap bibir merah stroberi milik Tere, kening mereka juga bersentuhan.
" kamu harus ingat itu,,, kamu sekarang adalah milik ku,,, jangan kamu berikan cinta mu kepada orang lain selain aku,,, cukup kamu cintai aku,,, hanya aku,,, kamu ngerti kan,,, sayang." ucap nya serius yang mana kening itu masih bersentuhan.
entah desiran hati dari mana datangnya, Tere sendiri seolah di buat kaku tak berkutik, di satu sisi ia masih trauma akan cinta nya di satu sisi ada pria yang begitu mencintai nya, bahkan pria ini sudah berani menghadap kedua orang tua nya, berbeda jauh dengan Vito yang pengecut.
" kak,,, jujur aku masih trauma akan masa lalu aku,, hati aku begitu sakit saat mengingat di mana pengkhianatan itu terlihat jelas di depan mata aku sendiri." Tere menghentikan sejenak perkataan nya, bahkan ia sudah meneteskan air mata nya tanpa sungkan di hadapan Dante. " orang yang begitu aku cintai, aku yang begitu tulus mencintai dia,,, tapi dia balas dengan hiks hiks,,, dengan,,," Tere tak sanggup melanjutkan kata-kata itu bahkan Dante memberhentikan Tere berbicara dengan meletakkan jari telunjuk nya di bibir manis Tere itu.
" shuttt,, little girl,, aku tau semua nya tentang masa lalu mu, dimana saat itu kamu memergoki mantan pacar mu bercumbu mesra dengan wanita j*l*ng, bahkan kau belum tau lebih dari itu girl,, bahkan mantan mu itu sudah pernah menghamili wanita malam itu karena saat itu ia melakukan hubungan *3** tanpa pengaman, aku tau semua nya. Maka dari itu, lupakan lah pria brengsek itu, cukup cintai aku,,, kamu hanya boleh cintai aku sayang." ucap Dante sungguh sungguh.
Tere yang tau kebenaran itu sontak terkejut bukan main, mantan pacar nya pernah menghamili wanita lain, satu kata yang tersirat di benak gadis itu.
Bajingan Tengik.
" girl aku sangat mencintai mu, saat ku tau masa lalu lu di situ lah hati ku juga ikut sakit,,,, maka dari itu aku berniat ingin menjadi pelindung dan membahagiakan kamu."
__ADS_1
" kakak." panggi nya.
" iya girl."
" bisa kah kakak jaga kepercayaan aku, kakak janji hanya cintai aku,, kalau suatu saat kakak udah gak ada perasaan apa-apa lagi sama aku,,, mari kita lepaskan secara baik-baik." ucap Tere
" no baby,,, mana mungkin aku tidak memiliki perasaan itu,,bahkan aku ingin menjadi pelindung mu dan selalu menyayangi mu sampai kapan pun."
" terimakasih kak." ucap Tere tanpa sadar ia memeluk tubuh pria itu.
Tanpa mereka sadari kedua orang tua Tere melihat nya dari celah pintu.
" pah, mama yakin jika Dante pria yang baik."
" papa juga berpikir begitu mah, kita doakan yang terbaik untuk anak kita ya."
" iya pah."
Sementara itu.
" yaudah kamu mandi gih, aku tunggu di ruang tamu."
" iya kak."
Tere pun masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Dante menuju ke ruang tamu, sebelum nya orang tua Tere terlebih dahulu meninggalkan kamar putri nya.
....
Tak lama kemudian Tere keluar dari kamarnya menuju ke ruang tamu di lantai dasar, ia menuruni tangga dan di sana sudah ada pria yang sudah mengobrak ngabrikkan hati.
" sudah siap." tanya nya kepada Tere.
" sudah kak, yaudah kalau gitu kita pamit sama papa dan mama ya kak."
" baik lah."
setelah mereka pamit kepada orang tua Tere, Dante pun tak lupa mencium tangan calon mertua nya itu.
" kalau begitu Dante sama Tere pamit dulu paman tante assalamualaikum."
" wa'alaikumsalam hati-hati nak." ucap mereka kompak.
Mereka berdua meninggalkan kediaman rumah Tere dan menuju ke sekolah Tunas Bakti, yang mana waktu tempuh kurang lebih 20 menit.
__ADS_1
sepanjang perjalanan mereka berdua tak henti memancarkan aura bahagia nya sembari menggenggam tangan kedua nya. Bahkan tanpa segan Dante mencuri ciuman itu di tangan Tere sebagai tanda cinta nya.
...****************...