
JULIA SUDAH SADAR
" Mengapa tempat ini indah sekali, bahkan aku rasa nya ingin berlama-lama di sini. Hanya satu hal yang membuat ku bingung, mengapa tidak ada orang disini selain aku sendiri, apakah aku telah tiada? apa aku sudah tidak tinggal di dunia lagi, lalu bagaimana dengan kedua orang tua ku."
Julia baru menyadari saat ia hanya seorang diri tanpa ada nya orang tua dan sahabat nya yang selalu ada untuk diri nya.
Samar-samar ia mendengar suara pria dengan nada pilu memanggil nama nya seolah pria itu sedih terlampau dalam.
" Julia,,, sayang bangun lah. Aku kangen kamu sayang."
Tapi Julia sendiri tidak tau siapa pria yang memanggil diri nya sepilu itu.
Hingga tiba suatu cahaya terang menghampiri nya seolah menghisap nya keluar dari tempat indah tersebut.
Sebuah tangan yang terpasang selang infus bergerak pelan mencari kesadaran. Eomma Sheina dan appa Hoon yang sangat setia menemani sang putri sangat terkejut saat melihat tangan Julia bergerak.
" Sayang tangan Liana bergerak, coba kamu liat ini." Tunjuk eomma Sheina.
Benar saja saat appa Hoon melihat sendiri, jika tangan Putri semata wayang nya bergerak. Tak menunggu lama appa Hoon langsung memanggil dokter untuk mengecek kondisi Julia.
" Bagaimana keadaan anak saya dokter?" Tanya appa Hoon
" Syukur lah tuan Hoon, kondisi pasien sudah mulai membaik. Namun ada sedikit masala tapi tidak fatal,, saya belum dapat memastikan nya. Ketika saat pasien ada keluhan dan sudah sadar, saya akan segera mengecek kembali kondisi nya. Kalau begitu saya permisi tuan nyonya mari." Dokter Rico menjelaskan semua nya yang terjadi pada Julia sembari ia pamit undur diri dari ruangan tersebut.
" Iya Dok terima kasih." ucap eomma Sheina
" sama-sama nyonya."
Julia sudah di pindahkan di ruang perawatan, di karena kan ia sudah sadar dan hanya butuh waktu istirahat saja guna memulihkan kondisi nya yang masih lemah.
__ADS_1
Eomma Sheina langsung memberitahukan kepada teman nya yang merupakan orang tua dari sahabat anak sendiri.
Sekitar kurang dari 1 jam, mereka sudah datang. Bahkan Axel dengan semangat nya ingin melihat kekasih nya yang sudah sadar.
Sempat terjadi sedikit perselisihan paham antara diri nya dengan Teguh saat melihat nya di depan mata nya.
" Ngapain lu ke sini hah!" Sarkas Teguh.
Edo, Dav dan Vivian berusaha menenangkan Teguh yang selalu tersulut emosi saat melihat sosok Axel, apalagi saat mengingat di mana saat Julia sang sahabat menangis melihat Axel menggandeng tangan seorang wanita apalagi dengan sangat mesra.
" Sabar Guh ini rumah sakit, jangan sampai mengundang perhatian semua orang apalagi orang tua kita." Ucap Dav.
" Iya Guh lu tenangkan diri dulu, jangan terbawa emosi. Emang lu gak kasian sama Julia." Ucap Edo.
sementara Teguh sendiri hanya mampu menghela nafas jika sudah berhubungan dengan sahabat nya.
" Gw peringatkan sekali lagi ya sama lu, jangan dekati Julia atau lu yang akan berurusan langsung sama gw, paham lu!!" Tegas Teguh.
" Aaa,,,, aairr air." Ucap nya lirih.
Eomma Sheina yang mendengar samar-samar suara putri nya kehausan, dengan sigap langsung mengambil air mineral tepat di meja nakas samping Julia terbaring.
" Ini minum lah nak." Dengan telaten eomma Sheina menuntun Julia minum.
Setelah Julia sudah menenggak air mineral tersebut, ia melihat orang-orang sudah berkumpul di sana, bahkan bukan hanya satu atau dua orang saja, melain kan bisa mencapai 8 orang ada di sana, belum lagi di luar ruangan.
" Kamu butuh apalagi nak biar eomma ambil kan sayang." Tawar nya penuh kelembutan.
Julia hanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak ada yang ia butuhkan.
Tak lama dokter Rico datang bersama dua perawat yang akan memeriksa keadaan Julia saat ini.
" Bagaimana keadaan anak saya dokter, apa dia baik baik saja?" Tanya eomma Sheina.
__ADS_1
" Biar saya tanya kan keluhan ini kepada pasien ya nyonya."
" Apa yang kamu rasakan saat ini nona Julia, apa ada yang sakit atau mengganggu ketenangan kamu?" Tanya dokter Rico.
Julia melihat sosok pria tampan berjas putih bertanya kepada nya.
" Sssaayya,,, ssaya,,, saya ada rasa sedikit pusing, tapi sayang bingung, saya kenapa." Jelas Julia.
Julia menjelaskan apa yang ia rasakan, tapi aneh nya Julia seperti orang kebingungan atau bisa di katakan sedikit linglung.
Dokter Rico yang melihat kondisi Julia dan mendengar kan apa yang di sampaikan nya langsung paham apa yang di rasakan Julia.
" Baik lah. Saya akan memberitahu apa yang terjadi kepada pasien, jika di dengar dari keluhan nya pasien mengalami delirium." Jelas dokter Rico.
" Dok. delirium itu bukan nya terjadi apa lansia ya?" Tanya Dav.
Dev dan Irgi melirik ke sang adik yang bertanya kepada dokter Rico.
" Emang kamu tau dek itu artinya apa?" Tanya balik Dev, Irgi hanya mengangguk kan kepala nya seolah juga meminta penjelasan kepada kekasih kecil nya.
" Setau Dav delirium itu kayak gangguan mental yang di sebab kan oleh perubahan dalam fungsi otak. Terus biasa nya yang sering terjadi itu para lansia gitu." Jelas Dav.
Wah nona Dav hebat juga tentang dunia kedokteran, wajar aja lah kan dia memang anak yang cerdas. Batin dokter Rico kagum.
" Yap benar sekali apa yang di katakan nona Dav, jika delirium adalah suatu gangguan mental pada fungsi otak, namun bukan hanya lansia saja yang merasakan nya. Tetapi anak muda bahkan anak-anak juga bisa mengalami nya. Penyebab nya untuk anak-anak apabila mengalami demam tinggi yang di sebabkan oleh infeksi akut pada anak-anak, terus dehidrasi atau kekurangan cairan juga bisa menyebabkan seseorang mengalami delirium, terus juga kekurangan tidur atau sering begadang bagi anak muda bisa menjadi faktor utama nya, kemudian stress berat juga bisa menyebabkan seseorang mengalami delirium, dan pasien yang menjalani rawat inap seperti nona Julia ini juga bisa mengalami delirium, kenapa bisa? karena pada saat itu nona Julia baru atau pasca melakukan operasi. Apalagi kami para tim medis sampai melakukan bius total untuk nya, dan sempat juga di bawa ke ruang ICU lalu ke ruang operasi dan sampai ke ruangan rawat inap sekarang ini. Jadi sangat wajar jika pasien mengalami ini, tapi jangan di sepelekan karena delirium ini juga bisa berbahaya jika tidak di cegah secepat mungkin, bahkan kondisi ini menyebabkan pengidap nya mengalami kebingungan parah atau penurunan kesadaran terhadap lingkungan sekitar." Dokter Rico menjelaskan apa yang di alami oleh Julia sahabat Dav, ternyata cukup serius juga apa yang di alami nya.
Mereka yang mendengar penjelasan dari dokter Rico sedikit bingung sekaligus merasa kasihan kepada Julia, di usia muda nya ia harus mengalami kondisi seperti itu.
sementara Axel sendiri tak mampu mendengar lagi apa yang di jelaskan oleh dokter, untung nya ia di luar ruangan namun ia bisa mendengar semua penjelasan dari dokter, karena saat itu pintu ruangan tidak tertutup rapat.
Sayang. Maafkan aku, karena aku kamu jadi seperti ini. Batin nya merasakan kesedihan yang mendalam.
...****************...
__ADS_1