
TRAUMA DAV DI MASA LALU
Setelah mereka selesai dengan kegiatan ekstrakurikuler nya, mereka semua memutuskan untuk mengakhiri nya karena waktu pun sudah hampir menjelang sore.
" Oke semua nya untuk hari ini kita cukup sampai di sini latihan nya dan hari Sabtu kita akan kembali latihan, karena ekskul beladiri ini dalam seminggu dua kali latihan, maka dari itu pelajari terus apa yang sudah kalian liat dan praktek kan tadi, apa semua nya mengerti?" Ucap Dav tegas dan lantang.
" Mengerti guru." Ucap semua nya kompak.
" Baik lah untuk mengakhiri kegiatan kita hari ini, mari kita sama-sama berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, berdoa mulai." Ucap Teguh sebagai pemimpin doa.
Mereka semua di gabungkan setelah kegiatan ekstrakurikuler tersebut berakhir dengan doa bersama-sama sebelum kembali pulang. Mereka begitu khusyuk berdoa, tak lama kemudian Teguh mengakhiri doa tersebut.
" Berdoa selesai, baik lah kalau begitu ingat terus apa yang di sampaikan oleh guru untuk selalu di ingat, tidak perlu memperpanjang waktu semua nya boleh pulang,,, terima kasih atas ketersediaan kalian yang mau meluangkan waktu untuk ekskul beladiri ini. Sekali lagi terimakasih saya akhiri dengan wassalamu'alaikum wr wb." Tak ingin membuang waktu, Teguh langsung memberikan ucapan terimakasih kepada murid didik nya.
" Wa'alaikumsalam wr wb." Ucap mereka semua serempak.
Mereka semua membubarkan diri di lapangan, dan tinggal lah Dav dan para sahabatnya saja yang masih ada di sana sembari duduk karena rasa lelah yang melanda mereka .
" Haaaaaaaaaa capek banget guys, gila sumpah deh ini mah eh tapi seru juga sih seakan-akan gw tuh mendadak kuat kayak wonder woman gitu hahahaha." Ucap Julia dengan di selingi gelak tawa yang menggelegar.
Mereka hanya menggelengkan kepala nya melihat kelakuan gesrek Julia.
" Wonder woman endas mu heh,,,, tapi betul juga tuh apa yang di bilang Julia, serasa badan gw juga mendadak kuat semangat gitu, biasa nya juga bawaan nya letoy kayak kerupuk ke siram air." Tere yang tak kalah heboh nya pun ikut menimbrung obrolan mereka.
" Yaudah yuk guys kita pulang takut kesorean nanti." ucap Vivian dan di angguki semua nya.
Akhir nya mereka pulang ke rumah mereka masing-masing.
Dav yang baru sampai rumah tepat pada pukul 4 sore di sambut dengan tatapan tajam tuan Hazlan yang tidak biasa nya melihat putri nya pulang sampai sore hari.
Saat itu tuan Hazlan beserta yang lain nya sedang duduk santai di ruang keluarga, ia melihat anak gadis nya baru pulang sekolah karena ia hari ini tidak datang ke kantor karena kurang enak badan, maka Dev dan Irgi lah yang pergi ke kantor dan mungkin sebentar lagi mereka berdua akan pulang.
" Assalamualaikum ayah bunda." Ucap Dav menghampiri mereka berdua yang sedang asik nonton kartun seekor beruang dan anak kecil wanita yang bandel nya nauzubillah sedang berlari-lari seakan di kejar debt kolektor.
" wa'alaikumsalam kenapa pulang nya lama? MASIH INGAT PULANG KAMU HAH!! LIAT GAK UDAH JAM BERAPA!!" Bentak tuan Hazlan kepada Dav.
*A*staghfirullah kaget,,, kenapa ayah bentak gw.
__ADS_1
Dav hanya mampu menunduk jika ayah nya sudah datang hawa marah nya. Bunda berusaha menenangkan tuan Hazlan agar tidak terpancing emosi.
" Maafin Dav ayah tadi Dav ada ekskul beladiri, Dav gak bohong kok ayah boleh tanya sama yang lain, dan itu lah yang buat Dav pulang sedikit lambat karena Dav juga keluar kelas nya lumayan lama soal nya ada tambahan belajar, belum lagi ekskul nya,,, jadi Dav pulang sore,,, Dav minta maaf." Ucap Dav menunduk tanpa terasa ia meneteskan air mata karena takut ayah nya marah kepada nya.
Tak lama bunyi klakson mobil memasuki halaman rumah, ya mereka yaitu Dev dan Irgi baru pulang. Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah dan cukup terkejut saat melihat adik kesayangan nya menunduk dan Dev melihat Dav menangis dalam diam, ia pun langsung connect jika adik nya di marahi oleh ayah nya, Dev merasa tidak terima jika adik kesayangan nya di marahi.
" Assalamualaikum." Ucap Dev dan Irgi.
" Wa'alaikumsalam." Jawab mereka bertiga tapi Dav hanya menjawab pelan.
Dev melihat semakin dekat jika adik nya memang menangis.
" Loh kamu kenapa dek kok nangis, siapa buat kamu nangis bilang sama kakak." Tanya Dev khawatir dan menatap tajam kedua orang tua nya.
*Wh*at? dia nangis??? mati aku, padahal kan aku gak bermaksud gitu,,, aku hanya khawatir jika Putri ku kenapa-napa. batin tuan Hazlan menyesal telah memarahi Dav.
Bunda yang baru menyadari jika Dav menangis langsung menatap tajam suami nya, dengan tatapan tajam itu seolah ia berkata.
*B*erani kamu buat Putri ku menangis!! jangan harap nanti malam kamu tidur dengan nyenyak,,, malam ini tidur di kandang Willy. Itulah arti tatapan bunda Sita lalu menghampiri putri nya yang masih menangis tanpa suara.
" Sayang maafkan ayah mu ya nak, mungkin ayah tidak bermaksud membentak kamu nak, ayah sangat khawatir kamu kenapa-napa, jangan nangis ya sayang, bunda yang akan hukum ayah kalian." Bunda menenangkan Dav yang masih menangis dan menatap sengit sang suami yang merasa bersalah karena telah membentak anak gadis semata wayangnya.
*W*aduh bunda kalau udah bilang gini aku bisa apa,,, nak maafkan ayah ya, ayah begitu karena ayah khawatir sama kamu nak, tidak pernah terlintas di pikiran ayah untuk memarahi mu nak. Batin tuan Hazlan menyesali apa yang sudah ia lakukan.
" Apa bisa ayah bertanya baik-baik sama adek, kenapa harus dengan bentakan? apa ayah sadar sama apa yang sudah ayah lakukan, ayah udah buat Dav ketakutan,,, ayah tau sendiri kan kalau Dav punya trauma kalau dia paling takut akan bentakan,, tapi kenapa ayah sampai gak tau itu,,, ayah sengaja buat Dav kembali seperti dulu saat di mana Dav dulu di culik, untung dia hebat beladiri, namun trauma yang Dav dapatkan selama ini dia di bentak habis-habisan sampai kejang-kejang kalau ayah mau TAU HAH!!" pecah sudah emosi Dev.
Tuan Hazlan merutuki kebodohan nya jika Putri ini punya trauma akan bentakan.
• *Fl*ashback on...
Saat Dav berusia 5 tahun, ia saat itu berada di sebuah taman di sekitar kompleks perumahan elite, ia begitu aktif nya bermain lari-larian bersama kakak nya yaitu Dev.
Sampai pada akhir nya seorang yang sedari tadi mengincar Dav pun berhasil menculik Dav dan memasukkan nya ke dalam mobil sedan hitam. Dev yang melihat dengan mata kepala nya sendiri saat adik nya di culik menangis meraung raung karena ia juga tidak dapat menolong nya.
Sesampai nya di sebuah tempat yang kumuh Dav di ikat namun mulut nya tidak di lakban, Dav menangis sesenggukan meminta diri nya untuk di lepaskan, namun yang ia terima adalah sebuah bentakan yang mana membuat diri nya semakin ketakutan.
" Hiks hiks hiks om tolong lepaskan Dav hiks hiks Dav mau pulang,,, ayah bunda tolong." Ucap Dav menangis meraung.
Hingga bunyi suara manusia bak petir itu langsung membungkam tangis Dav menjadi ketakutan.
" DIAM BOCAH SI*LAN!! AKAN KU BUNUH KAU JIKA BERISIK TERUS,,,, PAHAM KAU HAH!!!" Bentak penculik itu, bahkan suara nya menggelegar hingga ke luar ruangan.
__ADS_1
Dav pun berhenti menangis tapi ia malah ketakutan, bahkan tanpa sadar badan nya gemetar, sontak para penculik yang melihat itu panik sendiri.
" Hei bocah ingusan, kau kenapa?" Tanya penculik itu panik.
" Heh heh heh PERGI hiks jangan teriak-teriak hiks Dav takut huaaaaaaa."
Tak lama tuan Hazlan dan para anak buah nya pun datang dan mendobrak, ia melihat sang putri terikat oleh tali tambang.
Nyes
Tes
Tuan Hazlan menangis melihat sang putri ketakutan, bahkan tubuh nya pun gemetar hebat.
" Jangan bergerak atau kalian akan mati, menyerah lah sebelum ku bolong kan isi kepala mu." Ucap anak buah tuan Hazlan.
Sementara tuan Hazlan sendiri menghampiri sang putri yang masih terikat pun langsung melepaskan ikatan tersebut dan memeluk erat tubuh mungil nya.
" Kamu aman sayang, ayah ada di sini kamu jangan takut ya nak." Ucap tuan Hazlan memeluk Dav dan membawa nya keluar.
Sementara para penculik itu langsung tergolek lemas saat anak buah tuan Hazlan secara membabi buta menghajar penculik yang sudah berani menculik anak tuan nya.
Tuan Hazlan langsung menyuruh supir pribadi nya dengan di kawal 1 orang pengawal untuk mengantarkan nya ke ruang sakit.
Sesampai nya di ruang sakit, Dav langsung mendapat pertolongan karena saat di perjalanan Dav mendadak kejang-kejang bahkan tuan Hazlan menangis tersedu sedu melihat keadaan putri nya seperti itu.
Di ruangan UGD tak henti nya tuan Hazlan berdoa agar anak nya tidak apa-apa.
*Y*a Allah semoga anak ku baik-baik saja, aku tau jika Putri ku anak yang kuat.
Bahkan tuan Hazlan tak kuasa menahan nangis, dan tak lama kemudian sekretaris Andi datang bersama bunda Sita dan putranya juga putra sekretaris Andi.
" Ayah bagaimana keadaan Dav, bunda gak mau terjadi apa-apa sama dia yah hiks hiks." Ucap bunda Sita dengan deraian air mata.
Tuan Hazlan memberikan kekuatan dengan memeluk sang istri agar lebih tenang.
" Kita berdoa semoga Dav tidak apa-apa."
" Aamiin." ucap mereka semua.
Tak lama kemudian.....
__ADS_1
...****************...