Happy Story In High School

Happy Story In High School
109. KESETIAAN CINTA IRGI


__ADS_3


KESETIAAN CINTA IRGI



Kekhawatiran keluarga Radiansyah lebih tepat nya saat makan malam, Dav tak kunjung turun ke lantai dasar. Tuan Hazlan yang memang saat itu begitu menyesali telah memarahi bahkan membentak Dav, ia sendiri yang berinisiatif menuju ke kamar putri bungsu nya.


Saat ia memasuki kamar sang putri, ia terlihat bingung saat sang putri menggulung kan diri di balik selimut tebal nya, karena penasaran ia menghampiri nya dan duduk di pinggir ranjang.


Tuan Hazlan berusaha membujuk Dav agar makan malam bersama, bahkan ia meminta maaf kepada putri nya agar ia mau turun kebawah dan makan malam bersama. Namun tak ada pergerakan sedikit pun dari Dav, tuan Hazlan yang merasa curiga sekaligus khawatir akhir nya membalik kan tubuh Dav yang membelakangi nya.


Alangkah terkejut nya saat melihat semua wajah dan tubuh sang putri penuh dengan keringat, dan wajah nya memucat.


.


.


.


Mereka bertiga berkumpul di kamar Dav usai dokter Leon memeriksa keadaan Dav yang tiba-tiba demam tinggi.


Dilihat nya Dav tertidur pulas akibat obat bius yang di berikan, wajah pucat pasih nya serta keringat dingin yang masih bercucuran di sekujur tubuh Dav tak lepas dari pandangan Irgi yang sangat sedih melihat kekasih kecil nya sakit. Padahal tadi sore Dav dan bersama nya masih bisa bercanda, ia ingat. Saat itu ia menyuruh Dav untuk membersihkan diri, apa jangan-jangan saat mandi sore tadi suhu tubuh Dav sudah tidak enak badan, tapi kan ia sempat memeluk nya dan suhu tubuh nya pun normal saja.


Bunda begitu telaten nya mengelap keringat dingin di kening sang putri, bahkan bunda tak bisa menahan tangis nya saat putri kecil nya sakit.


" Kamu harus cepat sembuh ya nak, bunda akan menjaga kamu di sini sayang hiks huuuuuuhhhhh hati bunda sakit sekali melihat kamu kembali seperti ini."


cup

__ADS_1


Bunda mengecup kening Dav yang masih tertidur lelap, Irgi pun sudah pulang dan membawa obat yang di tebus di apotek. Sedangkan tuan Hazlan terdiam sedih melihat anak nya sakit, sungguh ia menyesal jika sakit nya sang putri karena nya yang tersulit emosi hingga hilang kendali yang mengakibatkan sang anak jatuh sakit.


*M*aaf kan ayah mu yang bodoh ini nak,,, sungguh ayah tidak pernah ada niatan untuk memarahi mu bahkan sampai membentak mu nak,,, segera lah sembuh, ayah akan tebus kesalahan ayah sama kamu.


Tuan Hazlan duduk di sofa bersama Dev dan Irgi sambil menatap putri nya yang tertidur dengan bunda Sita yang begitu telaten merawat putri nya yang sakit.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Dev menyuruh ayah dan bunda nya untuk istirahat dan biar ia yang menjaga adik nya bersama Irgi.


" Ayah bunda sebaik nya kalian istirahat lah, ayah juga masih kurang sehat kan, kakak tau apa yang ayah pikirkan saat ini, tapi ayah harus jaga kesehatan juga jangan sampai sakit, pasti adek juga sedih liat ayah sakit." Ucap Dev.


" Tidak nak. Bunda yang akan menjaga adik mu, sebaik kamu istirahat lah bersama nak Irgi dan ayah, biar bunda tidur di kamar Dav aja." Tolak bunda halus.


Bunda juga sangat kasihan melihat suaminya masih belum sehat, tapi di satu sisi anak nya juga sakit.


" Jangan bund. Atau enggak biar Irgi sendiri aja yang jaga Dav, sebaik nya kalian beristirahat lah terutama ayah,,, kan ayah belum sehat juga dan gak baik begadang, bunda juga sebaik nya istirahat lah pasti bunda capek ya kan, lu juga Dev kan besok ada meeting penting dan gak bisa di wakilkan yang mengharuskan ayah sama lu sendiri Dev yang memimpin meeting. Gw gapapa kok, gw bisa tidur di sofa sambil mantau keadaan nya."


Irgi menyarankan mereka bertiga agar lekas istirahat, apalagi hari semakin larut.


" Boleh nak, biar besok ayah dan Dev yang akan ke kantor kamu istirahat lah sehari, kalau nanti Dav kenapa-napa kamu panggil kami ya nak, kamu juga istirahat lah hari sudah semakin larut."


" Iya nak kamu istirahat lah pasti kamu juga capek kan seharian kerja, ya udah kalau gitu bunda ayah dan Dev kembali ke kamar ya." ucap bunda Sita.


" Iya siap bund."


Dev melangkah maju dan membisikan subuh kata yang membuat Irgi tersipu malu.


" ingat Gi, berdua-duaan ketiga nya kikikikik hehehe,,, Sabi kali jagain ayang lagi sakit." goda Dev.


" apaan sih lu jangan gitu dong, masa bahas nya demit sih serem tau.Lagian kan dia lagi sakit, ya udah semestinya lah gw sebagai pacar menjaga nya." bangga Irgi.

__ADS_1


" Iya deh iya yang sayang pacar mah enak, lah gw mau dekat-dekat sama my Ara aja tunggu jam istirahat dulu." ucap nya pelan dan lesu.


" Yaelah lu gitu doang, nanti kan kalau lu genap ke 24 tahun bakal melamar dia, dan otomatis lu nikah terus sering-sering dah tu berduaan."


" Hehehe jelas dong eh yaudah gw balik ke kamar dulu lu istirahat juga Gi, jangan sampai lu sakit juga." ucap Dev perhatian kepada Irgi.


" Iya siap."


" Kalian pada ngomongin apa sih pakai acara bisik-bisik segala kayak tetangga lagi ghibah aja." Ucap tuan Hazlan penasaran.


" Dih ayah kepo deh, yaudah lah kita balik ke kamar aja kasian adek harus istirahat."


Mereka bertiga keluar dari kamar Dav dan menyisakan Irgi yang memang sudah di landa hawa kantuk, tapi pada saat tatapan mata nya tertuju kepada gadis kecil nya yang sedang sakit, seolah hati nya pun ikut sakit.


Irgi menghampiri Dav yang tertidur pulas dan duduk tepat di tepi ranjang.


" Sayang cepat sembuh ya, aku gak bisa liat kamu kayak gini, maaf ya tadi aku nyuruh kamu mandi, aku gak tau kalau kamu pada akhir nya sakit kayak gini." ucap nya penuh sesal.


*S*ayang,,, mau dalam keadaan kamu sakit pun aku akan selalu setia sama kamu, aku akan selalu ada untuk kamu dalam keadaan senang, sedih maupun sakit seperti sekarang ini, terima kasih karena kamu, aku bisa mengenal arti cinta. Cepat lah sembuh my love.


*C*up.


Dengan penuh cinta Irgi mengecup kening Dav yang memang masih panas, tapi untung nya panas itu tidak terlalu tinggi seperti saat pertama kali tuan Hazlan memeriksa Dav yang demam tinggi mencapai 40°C.


Irgi kembali mengecek suhu panas melalui termometer dan hasil nya lumayan sudah turun, kira-kira 37,5°C. Ya, suhu itu pun masih dalam keadaan panas. Lalu Irgi mengompres kan kening gadis nya itu dengan kain basah.


Hingga kantuk melanda nya ia segera beranjak dari tepi ranjang tersebut dan menuju sofa yang cukup besar dan luas, bahkan sangat pas untuk tidur. Namun sebelum nya ia mengecup pipi gembul itu sebelum menuju ke sofa.


*Ce*pat lah sembuh sayang,,, i love you.

__ADS_1


Irgi melangkah ke sofa lalu membaringkan tubuh nya yang sangat lelah itu, tanpa menunggu lama ia pun memasuki dunia mimpi.


__ADS_2