
MAU KULIAH DI MANA?
Setelah kepulangan kedua sepasang suami istri yang baru hangat-hangatnya, kini waktu terus berganti menjadi malam.
Semua berkumpul di ruang keluarga setelah selesai makan malam bersama.
Disitu lah mereka semua selalu menghabis kan setiap makan malam selalu menyempatkan diri hanya sekedar bercengkerama ria.
" Dek." Panggil Dev yang fokus dengan ponsel nya.
" Iya kak." Jawab nya melirik ke arah Dev.
Dev memasukkan ponsel nya ke dalam saku celana.
__ADS_1
Kebetulan sekali tuan Hazlan dan bunda Sita kala itu memutuskan untuk kembali ke kamar nya, karena saat itu kandungan bunda Sita sangat rentan dan mengharuskan untuk banyak istirahat.
Sedangkan Irgi sendiri kembali ke kamar nya sebentar untuk mengambil ponsel nya yang tertinggal.
" Lulus dari SMA rencana nya kamu mau lanjut kuliah di mana? " Tampak dari raut wajah Dev yang terlihat serius bertanya kepada Dav, sang adik.
Dav sendiri yang paham akan kondisi nya langsung ikut merasakan keseriusan yang tercipta oleh Dev.
Terdengar helaan nafas panjang dari wajah cantik Dav yang mulai terlihat ada rasa bingung.
" Sebenarnya Dav juga bingung kak, bukan ke bingung nya sih, tapi lebih ke fokuskan pada yang saat ini aja dulu. Dav belum kepikiran ke arah sana, bukan nya Dav gak memikirkan, tapi Dav hanya ingin fokus dengan apa yang Dav jalani saat ini dulu. Dav gak mau sampai terbawa pikiran yang pada akhir nya Dav gak konsentrasi, apalagi Dav udah kelas 3 SMA, otomatis Dav harus fokuskan itu dulu yang paling utama. Terus setelah semua nya selesai baik ujian nasional maupun apa segala macam, baru Dav pikirkan mau kuliah dimana."
Sebuah tepukan tangan terdengar dari seorang pria yang keluar dari kamar utama. Ya, tuan Hazlan lah yang memberikan tepukan tangan itu.
Tuan Hazlan melangkah untuk menghampiri kedua anak nya yang sedang duduk di ruang keluarga, yang mana nampak terlihat raut wajah serius kedua nya seolah sedang melakukan aksi debat.
Duduk di sofa single dan menatap raut wajah serius kedua anak nya, yang mana justru membuat nya kagum dan bangga.
__ADS_1
" Jawaban yang sangat cerdas... Waw sampai speechless ayah mendengar nya. Tidak ayah sangka ternyata anak ayah semua nya hebat-hebat. Ayah tunggu saat nya itu tiba." Penuh kebanggaan saat tuan Hazlan memuji anak nya.
Namun kedua nya memang tidak pernah merasa puas diri akan setiap pujian bahkan dari orang tua nya sendiri, mereka hanya ingin setiap apa yang orang lain sampai kan, akan tetap terus ia terapkan dalam kehidupan mereka tanpa mengharapkan pujian dari orang.
" Ya kalau itu memang benar sih dek, tapi kan apa salah nya kalau kamu merancang nya dari sekarang, kamu membuat planning untuk ke depan nya biar nanti saat nya tiba, kamu tinggal menjalani nya aja. Benar begitu ayah?"
Dev tak mau kalah saat Dav sudah berbicara, memang Dev akui Dav sangat cerdas dalam hal berdebat. Namun, bukan berarti Dev tak mampu melawan nya, Dev hanya ingin tau seberapa luas pemikiran Dav saat ia melontarkan pertanyaan yang ia kemas dengan akurat.
" Benar juga apa yang di katakan oleh kakak mu nak, jadi bagaimana tanggapan kamu."
Dav sudah tau arah pemikiran kakak nya jika ia akan terjebak di pertanyaan yang sudah kakak nya lontarkan.
...****************...
Ets jangan sedih!
Masih berlanjut kok...
__ADS_1
Jangan lupa stay terus ya di DavGi and family Radiansyah ❤️